The Lost Of Power

The Lost Of Power
44. ‘Keluarga’ 2





Lan Xia Dea keluar dari kamar mandi, melihatnya membuat Lan Xin Yuezhi hampir kehilangan akal.. yang dia lihat sekarang sungguh pemandangan yang langkah... wajahnya merona melihatnya



Tiba-tiba dia menarik tangan Dea dan memandangnya sebentar. Dea yang polos tidak mengetahui apa yang terjadi pada kekasihnya itu, dia menatap Xin Yuezhi dengan bingung dan mengira bahwa kekasihnya sedang demam



Dea lalu mendekatkan dahinya pada dahi Xin Yuezhi untuk mengecek suhu tubuhnya “.. *Ada apa denganmu..? Apakah kau tengah demam*..?” tanya-nya



Xin Yuezhi terkejut dengan tingkah Dea yang tiba-tiba, dan menjauhkan wajahnya, pipinya bahkan lebih bertamba merah karena malu... tubuh bagian bawahnya sudah sedikit menegang



Dia kembali menatap Dea, menghela nafas “..*Dia masih polos... biarkan dulu*..” gumannya yang tidak dapat di dengar oleh Dea



Dea menjadi bingung dan muai bertanya pada kekasihnya apa yang di gumankannya,



Tetapi yang Xin Yuezhi lakukan bukannya menjawab, dia malah menarik Dea dan mendudukannya di lantai membelakanginya



Dia tidak ingin Dea melihat wajahnya yang sudah memerah semerah tomat. Dia tengah berusaha keras untuk menahan hasratnya



Sedangkan Dea, dia diam-diam saja dengan perilaku kekasihnya



Xin Yuezhi merebut handuk yang ada di tangan Dea dan mulai mengeringkan rambutnya



Melihatnya, Dea sedikit menolak “!!.. *Apa yang kau lakukan..?? Aku bisa mengeringkannya dengan elemen Angin*..” ucapnya



Tetapi Xin Yuezhi tetap melakukannya dengan alasan “.. *Ini sudah malam.. Tidak baik menggunakan elemen Angin.. yang ada kau malah sakit*..”



“.. *Aku tidak pernah sakit.. dan juga.. kalau tidak bisa menggunakan elemen Angin,dan.. kan Aku masih memiliki elemen Api*...” ucap Dea, menolak



Yang mendengarnya menjadi jengkel.. dia tetap ingin melakukannya, karena sedari tadi, Xin Yuezhi dengan keras membanta perkataan Dea, karena ingin melakukannya sendiri



Melihat Dea yang sedang berusaha untuk berdiri, dia memegang bahu Dea dan menekannya sampai duduk.. “.. *Sudahlah.. biarkan aku melakukannya untukmu*..” kali ini Dea menjadi patuh



Setelah mengeringkan rambutnya, dia juga menyisirkan rambutnya juga...



Di bawah sinar bulan.. sepasang kekasih yang satunya menyisirkan, terlihat sangat serasi... bulan yang menyinarinya sangatlah terang




Dea mengikmati setiap pelakuan Xin Yuezhi... di saat sudah selesai, Xin Yuezhi membekap Dea dalam pelukannya dengan begitu erat, membenamkan kepalanya di pundak Dea, sehhingga nafasnya dapat di dengar oleh Dea



Dea sudah terbiasa dengan hal ini.. tetapi kali ini, ada sesuatu yang berbeda dari Xin Yuezhi...



“.. *Kenapa..? Apakah ada sesuatu yang salah*..” tanya Dea



Tetapi Xin Yuezhi hanya menjawab ‘Tidak’.. keheningan terjadi sesaat, sebelum Xin Yuezhi bertanya karena sudah tidak bisa menahannya lagi



“.. *I.. Itu*..” ucapnya dengan sedikit gagap



“..*Hm*..?”



Xin Yuezhi menghela nafas dan dengan menahan malu berkata “.. *Huh.. Apa.. Apa yang kau bicarakan dengan dua orang yang menyebalkan itu*..?” tanya-nya yang sedikit malu



Dea yang mendengarnya menatap kekasihnya “..*Hah.. tu.. tunggu*.. “ dengan ekspresi seperti ingin memeriksa, lalu dia dapat melihat kemerahan pada telinga kekasihnya.. hatinya terasa berbunga-bunga, lalu tiba-tiba, ide jahil terlintas di kepalanya



Dia ingin mencoba mengjahili kekasihnya karena kekasihnya sering menjahilinya, niatan dan senyum jahilnya, Dea bertanya.. “..*Hm.. Apa kau sedang cemburuu*.. ~” tanya-nya



Mengatakan bahwa dirinya tengah cemburu, Xin Yuezhi memalingkan wajahnya agar matanya tidak bertemu dengan Dea, saat ini dia sedang sangat malu, sehingga tidak sadar bahwa telingahnya sudah lebih memerah



Dea yang melihatnya, merasa lucu dengan kekasihnya dan bersikeras untu menahanya, tapi pada akhirnya tawa itu pecah, tetapi dia dikejutkan lagi oleh Xin Yuezhi....



Xin Yuezhi tengah bergulat dalam pikirannya dan dengan kesadaran menjawab “.. *Yah*..” ucapnya yang kini wajahnya sudah semerah tomat



Sedangkan Dea dia membeku di tempat.. beberapa detik kemudian, wajahnya merona dengan jawaban tiba-tiba kekasihnya...



***Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca***...


***jangan lupa tinggalkan jejak Yah***...



***Favorit***...


***Comment dan Like***...