
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Lan Xia Dea hanya menutup mata mendengar penjelasan kepala sekte pada guru Sun itu, sebelum mendengar perkataan lanjutan dari kepala sekte.. “Oh dan dia juga adalah pindahan dari akademi...” pada saat ini Dea memberikan tatapan tajam pada kepala sekte..
Kepala sekte melihatnya dan menjadi tertekan, dia tidak jadi melanjutkan perkataannya..
Uhuk uhuk, dia terbatuk canggung sebentar, membuat guru Sun menjadi bingung dengan tindakannya.. kepala sekte kemudian memperkenalkan guru Sun, di situ Dea sedikit terkejut mendengar bahwa dia adalah guru berbakat yang menjadi guru termuda di sekte bulan dan juga yang akan menjadi wali dari kelas yang akan dia masuki...
Setelah saling memperkenalkan, Dea menata kepala sekte.. tatapannya seperti mengatakan bahwa ada yang ingin di katakan secara pribadia
Kepala sekte mengerti arti tatapannya dan menyuruh guru Sun untuk menunggu di luar,
Setelah guru Sun pergi, Dea menjadi serius, dia mengeluarkan aura keagungan yang membuat kepala sekte sedikit tertekan
Dengan terbantah-bantah, dia bertanya pada Dea “Putri apa yang ingin di jelaskan..”
Dea tidak menjawabnya dan hanya berjalan menuju meja kerjanya.. kepala sekte memperhatikan tindakan Dea dan tidak menghentikannya.. ada sebuah kertas tipis di atas meja itu.. Dea melihat bahwa itu adalah folmulirnya dan mengambilnya “Ini..” jawaban yang sangat sederhana
Kepala sekte bingung sebentar, dia memikirkannya, kenapa dengan folmulir itu. Tiba-tiba dia teringat dengan apa yang di tulis di sana.. suasana hatinya menjadi semangat.. dengan mata yang berbinar dia menghampiri Dea dengan penuh minat
Dengan penuh antusias dia menanyakan keterkaitan folmulir itu “Oh benar Putri, yang ada di dalamnya..” dia tidak melanjutkan perkataannya ketika melihat wajah Dea yang menggelap
Dea.. dia mengerti kemana arah pembicaraan kepala sekte dan tersentak ketika mendengar kepala sekte mulai membicarakannya.. dia mengangkat wajahnya menghadap kepala sekte dengan ekspresi dingin
Dea tidak mau membuang waktu lagi dan menjelaskan maksudnya “Aku ingin kau mengrahasiakannya.. tentang yang tertulis sini.. semuanya” ini membuat kepala sekte tersenntak terkejut
“Apa maksud Putri..”
“Maksud ku, seperti yang ku katakan.. aku ingin kau mengrahasiakannya, termasuk dengan tingkat kekuatanku..” jelasnya lagi
Ini membuat kepala sekte semakin bingung, “Tapi, kenapa..”
Dea yang sudah kembali acuh tak acuh, menjawabnya dengan santai “Kenapa.. bukankah sudah jelas.. itu kerena akan sangat merepotkan” jawaban yang spontan membuat kepala sekte terkejut
Dia merahasiakannya kerena merepotkan, batinya.. ini sungguh berbeda dengan yang lain.. jika ada seseorang yang memiliki status yang tinggi, mereka tidak akan menyembunyikannya, malah akan membeberkannya dan menyobongkannya
Tapi ini.. seorang tuan Putri dari Laurenzhi dan sesorang yang memiliki hubungan dengan benua Arck, terlebih lagi itu adalah akademi XY.. siapa yang sepertinya, mau menyembunyikan suatu hal yang besar seperti ini..
Semua orang tau bahwa mereka sangat merinduhkan benua Arck.. akademi XY, perguruan yang menjadi mimpi setiap orang.. bahkan jika mereka hanya mendapatkan sampah dari orang-orang di sana, mereka akan merasa itu adalah barang berharga dan akan memamerkannya
Tapi ini.... dunia itu menyimpan misteri..
Dea hanya mengatakan hal itu.. tidak peduli apakah kepala sekte susah mencernanya atau tidak, hal pentingnya telah di sampaikannya.. tidak ada yang sulit dari hal itu
Kepala sekte masih tidak mengerti kenapa Dea menyuruhnya untuk menyembunyikannya, hanya saja dia takut, jika hal ini terdengar orang Yanzhi Zhuxiu dan Yanxui Ki Hua, sekte Bulan akan menjadi musuh Laurenzhi.. Laurenzhi adalah kerajaan yang memimpin benua timur, dengan menjadi musih mereka, sama saja menjadi musuh benua timur
“Cukup untuk tidak membiarkannya mengetahuinya” Dea hanya mengatakannya dengan nada yang sangat tenang, tapi kepala sekte sudah gemetar ketakutan memikirkannya
Dea hanya mengabaikannya..
Setelah berbicara cukup panjang, kepala sekte memanggil kambali guru Sun.. idenitas Dea sebagai tuan Putri kerajaan Laurenzhi, hanya di ketahui oleh kepala sekte dan guru Sun.. adapun tentang akademi XY, itu hanya di ketahui oleh kepala sekte saja
Lihat saja.. dengan Yanzhi pun kepala sekte tidak akan sehormat ini.. bukankah sudah jelas
Melihat sikap Dea yang santai saja, acuh tak acuh mengikutinya, membuat guru Sun sedikit kurang percaya, dia terlihat seperti orang awam.. tidak terlihat dia berada di level yang mana.. ini membuatnya bingung, tapi dia berpikir bahwa semua ada alasannya
Entah kenapa mata Dea selalu terasa dingin, padahal sikapnya hanya biasa-biasa saja.. wajahnya tertutup dengan cadar, membuatnya tidak bisa melihat ekspresi jelasnya, tapi dari mata itu.. mata itu entah kenapa seperti bisa menelannya.. jujur dia sedikit takut dengan tatapannya...
Tak lama kemudian mereka sampai di kelasnya....
----------
“Apa yang kalian lakukan!!! Kenapa sangat lama!!” ucap Chan Bai Rin dengan nada yang marah.. di depannya ada dua orang wanita yang memegang sebuah makanan dan minuman.. sepertinya itu adalah cemilan
Dia bangkit dari tempat duduknya dan menghadap Zhao Yinxu dan Shua Yunru Xi dengan wajah yang kesal.. ada teman yang berada di belakangnya menatap kedua wanita itu dengan tatapan ejekan serta rasa jijik
Chan Bai Rin kemudian menendang meja belajarnya “Hanya karena guru akan terlambat masuk, kalian bisa melambat!!” mereka menjadi tontonan orang-orang
Zhao Yinxu dan Shua Yunru Xi berdiri di sana dengan wajah yang sedih.. tidak ada yang membantu mereka bersuara..
Yah lagi pula siapa yang mau membantu dua tuan Putri dari kerajaan yang miskin.. tidak ada untungnya.. mereka berdua bahkan lebih buruk dari orang dengan kasta yang rendah... orang dari kasta rendah saja tidak mau membantu mereka
Di sekte ini mereka hanya bisa saling mengandalkan masing-masing
Shua Yunru Xi, tidak ingin mendengar perkataan mencemoh lagi dari Chan Bai Rin dan ejekan dari orang-orang yang menonton, agar tidak di salahkan lebih dari ini, memberanikan diri untuk berbicara “K kami tadi menun...” belum selesai dia berbicara Chan Bai Rin memoton
Melihat Shua Yunru Xi melawan kata-katanya, dia marah.. “Kau berani menjawab ku “ dengan itu dia mengangkat tangannya bersiap untuk hendak menamparnya..
Saat tangannya itu sudah ingin mencapai pipi itu, tiba-tiba dia berhenti. Tangannya berhenti di udara ketika mendengar suara pintu masuk yang terbuka... itu adalah guru kelas mereka, guru Sun.. tidak ada yang berani melawan guru Sun di kelasnya
Karena melihat bahwa itu adalah guru mereka, Chan Bai Rin, tangannya menjadi kaku.. hal itu tidak lepas dari pandangan guru Sun. “Apa yang terjadi?!”
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak yah..
Favorit...
Comment and Like...