The Lost Of Power

The Lost Of Power
103. Menarik?



\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Bunyi seseorang seperti menginjak sebuah potongan kayu terdengar.. membuat Lan Xia Dea berhenti bernyanyi dan tatapannya menjadi tajam.. “Siapa!!”.. teriak Dea


Dea tidak terlalu menghayat dalam nyanyianya sampai-sampai tidak merasakan adanya seseorang yang sedang mendekat.. Dea hanya tersadar begitu dia mendengar suara rantung yang terinjakn dan patah


Dengan itu dia berdiri dan membalikkan tubuhnya dan menatap asal suara itu dengan tajam dan dingin.. saat dia berteriak dan bertanya ‘Siapa’ itu di setai dengan lemparan pisau kecilnya


Walaupun tidak dapat melihat adanya orang lain di sana, Dea dapat merasakan kehadiran seseorang dan melemparkan kunainya.. tapi kunai itu sepertinya tidak mengenainya dan hanya tertancap pada lantai yang kosong


Dea tidak menurunkan kewaspadaannya dan berjalan perlahan menuju arah lempara kunainya, ketika dua penjaganya datang


“Putri.. Pangeran memanggil anda.. persiapannya sudah siap dan meminta anda datang segera..” Dea yang tadinya ingin mendekat pada lemparan kunainya, menghentikan niatnya


Dia memandangi tempat kunainya tertancap dengan dingin dan sedikit aura mengitimidasi.. dia sangat yakin bahwa ada seseorang di situ dan dia dapat merasakan kehadirannya


Tapi dia menghentikan langkah kakinya dan hanya menatapnya dengan tajam dan dingin.. kedua penjaga tersebut melihat Dea hanya memandangi sudut itu saja dan tidak mau tidak bertanya “Yang Mulia.. ada apa” katanya sambil melihat kemana arah Dea memandang


Dea yang mendengarnya, hanya menggelengkan kepalanya “Tidak ada apa-apa” dengan itu dia mengangkat tangannya ke atas dan menatap kunainya


Kunai yang tertancap itu sedikit bergetar perlahan dan kemudian terbang menuju Dea.. hal itu tidak asing bagi kedua penjaga itu.. mereka telah melihat hal itu puluhan kali ketika mereka melihat Dea berlatih dan tidak kaget karenannya


Dengan itu mereka pergi, menjauh dari tempat itu, Dea berjalan mengikuti mereka dari belakang karena masih merasa waspada


Sampai saat mereka pergi, seseorang keluar dari balik sudut itu.. pria yang sangat tampan, dengan kepribadian dingin mengelilinginya dan ketegasan di matanya..


Dia memandang arah kemana Dea pergi.. beberapa saat setelahnya dia berjalan mendekat pada bekas yang tertinggal akibat lemparan kunai Dea.. itu meninggalkan bekas tanda yang dalam


Dia merabah bekas itu sesaat sebelum melihat lagi pada arah kemana Dea pergi bersama dengan penjaganya, perlahan senyum misterius muncul di wajahnya dia berkata dengan pelan “Menarik”


Awalnya dia hanya berjalan untuk menuju ruangan pribadinya ketika dia berhenti di jalannya dan mendengar nyanyian dari seseorang yang berasal dari arah taman


Dia terus menusuri jalan ke taman, dia sangat menikmati suara yang indah itu, itu sangat itu sampai membuat hatinya bergetar merasakan kesedihan di dalam nadanya.. walaupun dia tidak terlalu mengerti dengan liriknya


Mengapa orang-orang saling menyakiti?! Bunga liar yang mekar?! Apakah bunga liar tau mengapa orang berperang dan tidak saling memaafkan?? Kenapa dia menyanyikan lirik seperti itu.. pikirnya, tapi dengan nada yang memiluhkan, dia dapat merasakan kesedihan di dalamnya, kesedihan yang mendalam


Dia ingin mendekat dan ingin mengetahui siapa yang menyanyikannya ketika dia tenpa sengaja meningjak ranting pohon yang jatuh dan membuat suara yang menggema


Tanpa sadar dia telah bersembunyi.. pada saat itu dia berpikir, kenapa dia harus bersembunyi, bukankah dia ingin mengetahui siapa orang yang tengah bernyanyi tapi saat sebuah pisau yang berbentuk aneh melesat di depannya, dia terkejut


Dia dapat merasakan tatapan tajam dan dingin darinya walaupun tidak melihatnya.. itu sangat mendominasi dan membuatnya sedikit ketakutan, dan saat ada seorang yang memanggilnya, ketakutannya sedikit terangkat


Tapi detik berikutnya, matanya sedikit terbelak ketika tanpa sengaja dia mengintip dan melihat pemadangan itu


Kunai yang di lemparkan Dea, bergetar, dan perlahan terbang menuju Dea.. dia tidak percaya bahwa ada seorang yang dapat mengintrol benda-benda, itu pasti orang dengan kultivasi yang tinggi!!


Kini dia merasa ketakutan yang sedikit terangkat itu kembali dan kali ini lebih besar dari sebelumnya, dan saat Dea pergi dengan yang lain, diam-diam dia bernafas lega


Dia ingin berbalik dan pergi sebelum dia melihat bekas tancapan pisau Dea, itu sangat dalam bahkan di sekitar tancapan itu, ada beberapa retak yang tidak terlalu parah.. kini dia berpikir, jika pisau itu mengenainya mungkin akan terjadi sesuatu yang serius..


Dia tidak tau siapa Dea, dan belum pernah ada seorang pun mempunyai suara yang indah seperti itu.. ini membuatnya sedikit tertarik “Menarik” dengan itu dia kembali keruangannya


Dea tidak tau dengan apa yang di pikirkannya dan hanya melaju ketempat awal..


Saat dia sampai, saat itu juga penjaga yang menjaga ruangan kepala sekte datang dan memberitaunya untuk pergi ke altar, Dea hanya mengagguk dan penjaga itu memimpinya kedalam


Ketika dia sampai di tempat, dia melihat bahwa Yanxui telah ada di tempat bersama Yanzhi dan kepala sekte serta ada salah satu dari penatua sekte bulan


Yanzhi secara khusus hanya mengundang satu penatua saja kerena tau dengan sikap adik perempuannya yang sedikit tidak nyaman dengan banyak orang, dan dengan kepala sekte hanya mengizinkannya kerena dia tidak terlalu memikirkan Dea..


Ruang altar adalah tempat dimana seseorang dapat mengetes sudah berada di tingkat mana dia sekarang dan seberapa kuat dia... tapi yang menarik perhatian Dea adalah bola yang berada di tengah itu


Penatua pertama yang melihat Dea yang memperhatikan Dea, tidak bisa membantu, dia pikir bahwa Dea tidak pernah melihat batu pengujian dan menjelaskannya


Tapi Dea mengabaikannya dan membiarkannya terus meneru mengoceh.. Dea bukan tertarik karena tidak pernah melihatnya tapi terkejut melihatnya. Ternyata di sini ada juga batu pengujian, batinnya


Dia tidak berpikir bahwa ada perguruan lain yang batu pengujian ini.. tapi tanpa di duga ternyata di sini juga ada.. dia hanya berpikir bahwa di benua ini akan sangat tertinggal kerena memiliki artefak yang buruk, pedang roh yang buruk.. dia berpikir bahwa benua ini sangat miskin


Jadi ketika di melihat adanya batu pengujian dia terkejut...


Yanzhi yang melihat penatua pertama memberi penjelasan pada Dea dia terkejut.. apakah penatua ini tau di mana Dea tinggal sebelumnya?


Penatua pertama tidak tau, tapi Yanzhi tau betul bahwa benua Arck yang kaya, batu pengujian ini ada di mana-mana, mengenai pernahkah Dea melihatnya atau tidak, tentu saja dia melihatnya.. bahkan itu ada di panjangan toko-toko,


Bagaimana dia bisa lupa pemandangan ketika di mengunjungi perbatasan benua Arck, di setiap toko pasti menjual batu pengujian.. itu tidak akan pernah di lupakannya


 


 


 


Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak yah..


Favorit...


Comment and Like...