
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Dea yang setelah menghajarnya, tidak berniat untuk tinggal di sana dan memilih untuk pergi dan melanjutkan jalan-jalannya.. dia tidak melihat wajah mereka yang senang kerenanya
Dea kembali berkeliling mencuci mata, dia membeli beberapa buah untuk di makannya di jalan. Jalannya berhenti saat matanya tertuju pada toko tua yang cukup usang di sampingnya
Toko itu sangat kelihatan usang, beberapa balok kayu, terlihat rapuh dan mungkin akan roboh ketika di sentuh.. sangat tidak menarik perhatian, tapi yang anehnya, Dea dapat merasakan adanya frekuensi kekuatan dari sana
Itu tidak terlalu terasa dan sedikit unik, mungkin hanya Dea yang dapat merasakannya... Dea yang penasaran, masuk kedalamnya..
Dalam toko itu sangat berdebu, kelihatan seperti tidak tersentuh sama sekali.. Dea sudah beberapa kali membunyikan bel yang ada di meja kasir, tapi tidak ada jawaban sama sekali
Dea tidak langsung pergi dan berkeliling melihat ruangan itu.. mata Dea tertuju pada benda yang ada di sudut ruangan, itu terlihat tidak asing baginya, “Tidak.. ini tidak mungkin” katanya
Untuk memastikan bahwa matanya tidak salah melihat, dia mendekat dan memastikannya, dia melihatnya dan tertegun.. “I.. ini..”
“Itu adalah pedang Xingluo..” sebuah suara terdengar dari belakang Dea, membuatnya terkejut dan berbalik untuk melihat orang sedang menatapnya..
Orang itu terlihat tua di mata Dea, tapi dia dapat merasakan frekuensi kekuatan darinya, dan itu tidak rendah maupun tinggi.. Dea tidak bisa melihatnya dengan benar karena sekarang dia telah membatasi kekuatannya
Orang tua itu hanya menatap Dea dan beralih ke benda yang di lihat Dea, Dea tidak berbicara dari awal dan hanya melihat orang itu dengan serius.. orang tua itu perlahan mendekat dan mengambil pedang itu..
“Ini adalah pedang Xingluo.. ini.. berasal dari benua Arck..” ucapnya lagi.. kini Dea tidak ragu lagi bahwa itu adalah benda yang di ketahuinya.. tapi Dea masih tidak mengerti, kenapa benda itu ada di tempat itu
Pedang Xingluo ini adalah harta dari sebuah keluarga bangsawan.. harta keluarga yang di turunkan selama beberapa tahun, dan kini dia melihatnya ada di sini.. ini cukup membingungkan
Dea tenggelam dalam pikirannya dan tidak melihat bahwa orang tua itu menatap Dea dengan cermat.. “Takdirmu sangat menarik..” ucapan orang tua itu mengagetkan Dea
Dea melihat kearah pria tua itu dengan mengerut “Apa maksudmu..” dia mencibir pada pria tua itu
“Nona, maksudku.. kau memiliki takdir yang sangat unik,.. apa kau mau mencoba meramal nasibmu?” tanya pria tua itu lagi
Dea memandangnya sedikit mengerut.. kata takdir ini.. dia sedikit tidak nyaman untuk di dengar.. “Aku tidak percaya dengan yang namanya takdir..” dengan itu Dea kehilangan minatnya dan berniat untuk keluar, tapi sekali lagi dia mendengar suara dari pria tua itu
“Jangan berpikir untuk melarikan diri selamanya.. dengan percaya kau akan mendapat kebahagian..” Dea yang berniat keluar, berhenti dan melihat pria tua itu dengan tajam
“Apa maksudmu sebenarnya..!!”
“Yang tadi ku katakan adalah maksudnya..” ini membuat Dea marah, tapi dia menahanya
“Jangan bermain kata-kata denganku”
Pria tua itu tersenyum dan melihat Dea dengan pandangan yang sulit di artikan.. lagi-lagi Dea merasa tidak nyaman dengan pandangan tersebut, tidak tau mengapa.. tapi yang jelas pandangan itu membuatnya sedikit gelisah
“Kau memiliki takdir yang menarik.. kabahagian akan datang padamu.. semuanya akan menjadi takdirmu.. bertemu dengannya juga adalah keuntungan bagimu.. jangan melarikan diri dan menjauh dari kebahagianmu.. kau harus bersyukur dengan apa yang terjadi padamu..” kata-kata pria tua itu sangat berantakan dan sulit di mengerti
Tidak ada kehangatan di tawa itu, tapi membuat orang merinding karenannya
Dea mengangkat wajahnya dan menatap pria tua itu.. “Kebahagiaan, bersyukur, keuntungan?.. Kau pikir itu akan ada.. menelantarkan dan penghianatan.. kau pikir aku harus bersyukur karena itu semua.!!” Ucapnya dengan air mata yang sedikit-sedikit keluar
“Sayangi mereka yang ada di sisimu, lupakan masa lalu yang menjadi duri di hati mu...” ucap pria tua itu lagi, tapi sebelum dia dapat menyelesaikan ucapanya Dea memotongnya
“Lupakan masa lalu.. apa kau tau bagaimana aku menjalani kehidupanku sehari-hari.. hidup di ujung tanduk setiap hari sembari menunggu mereka menjemputku yang tidak tau kapan akan datang... aku mau aku melupakan hari-hari di mana aku harus melihat darah setiap harinya... satu lagi, kau menyebut keuntungan untuk bagiku bertemu denganya!! Dia yang membuat mimpi buruk datang dan membuatku lebih menderita dari sebelumnya.. dan kau mengatakan ini keuntungan bagiku... takdir.. aku tidak percaya dengan itu.. hidupku, aku yang menentukannya”
Dengan itu dia pergi dari sana dengan membantingkan pintu dan pergi dari sana dengan cepat, sehingga di tengah jalan dia tidak sengaja menabrak seseorang
Dea tidak melihat arah jalan saat dia pergi dengan tergesa-gesa keluar dari toko itu dan malah pergi ke tempat yang terbilang cukup sunyi
Orang yang di tabraknya dengan tidak sengaja, juga tidak baik.. “Berani sekali kau menabrakku..! kemana matamu!!” ucapnya dengan marah
Dea tidak melihat ke arahnya dan hanya merunduk, membuat pihak lain marah karenanya..
Melihat bahwa orang yang terjatuh itu tidak bergerak sedikitpun, sekelompok pria itu marah dan ingin menyerang Dea, akhir Dea sedikit menghindar dan mereka hanya dapat menarik cadar yang di pakainya
Di sana cukup gelap karena memang hari sudah tenggelam dan berganti malam.. tapi begitu Dea berdiri dan mengakat wajahnya, sekelompok itu terdiam
Wajah tanpa cadar Dea terekspos, membuat sekelompok pria itu memiliki pemikiran yang sama, yaitu menginginkan Dea “Oh kau cukup cantik juga.. kenapa tidak ikut dengan kami sebentar” dengan itu, dia mencoba meraih Dea
Saat tangannya hampir mengenai Dea, sebuah tangan yang lembut menahanya.. itu adalah tangan dari Dea, dengan itu dia mengangkat kepalanya menhadap sekelompok pria itu dengan tatapan haus darah
“Suasana hatiku sedang buruk saat ini, dan kalian datang di waktu yang tepat” itu sangat dingin, membuat mereka takut, apa lagi ketika mereka melihat seringai di wajah Dea serta mata yang haus darah
Dia mengangkat kakinya, dan di tendangnya orang yang tadi mencoba merainya, Dea menggumankan beberapa kata, dan cahaya muncul di tangan kanannya, dengan itu dia menepiskan tangannya, sekejap orang-orang yang ada di sana terbunuh begitu kejam..
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak yah..
Favorit...
Comment and Like...