
Dengan itu dia melihat semuanya.. tetua yang masih berdiri bertanya lagi pada Lan Xia Dea “Jangan mengatakan kedatanganku.. itu merepotkan” walau sedikit bingung, tetua itu mengangukannya
Dia memperhatikan kemana arah Dea menatap, dia terkejut ketika seorang murid mencoba mencelakai yang lain, dengan segera tetua itu ingin menghentikannya, tapi dia terkejut dengan tindakan
Dea
Mata Dea tiba-tiba menajam.. sekejap dia menghilang dari tempatnya, membuat tetua itu terkejut.. dia melihat Dea kini sudah berada di tengah keramaian itu dan menangkap salah satu tangan yang hendak menapar
Pemandangan yang begitu jarang..
Melihat ini, tetua itu pun menjadi sedikit merinding... yang bisa mengeluarkan aura yang begitu mengitimidasi seperti ini, belum ada di sekte ini, bahkan kepala sekte dan pemimpin pun tidak
Memikirkanya sampai di sini membuat tetua itu pun berkeringat dingin.. memang keturunan Laurenzhi, keturunan dari sang Dewi.. lihat saja gerakan yang sangat cepat itu.. di daratan ini tidak ada yang seperti itu, pikirnya
Jika saja Dea mendengar apa yang di pikiran oleh tetua itu, dia akan marah besar padanya
Mungkin dia akan mengatakan sesuatu dengan aura yang dapat membunuh mereka semuanya.. jelas-jelas kekuatannya di dapat dengan usaha nya sendiri.. masa di mana dia melihat darah, dan dengan senangnya dia mengatakan bahwa itu berkat darah yang mengalir darinya
Sumpah demi Dewa, jika ada yang berani mengatakannya, dia akan membuat langit dan bumi bergetar dengan kemarahannya
Chan Bai Rin terkejut dengan kedatangan Dea yang tiba-tiba.. apa lagi dengan aura yang menakutkannya itu.. itu sangat menyakitkannya, bahkan sampai membuatnya kesulitan bernafas
Dengan memaksakan diri Chan Bai Rin berkata.. “Apa yang kau lakukan di sini!!” itu dengan suara yang bergetar.. entah itu karena efek terkena ledakan atau karena ketakutan dengan adanya Dea
Chan Bai Rin, tiba-tiba sadar dengan keadaan sekeliling.. kini banyak orang yang sedang melihatnya, dengan ekspresi yang tidak menentu, bahkan ada yang berbisik tentang dirinya
Ini membuatnya mengepalkan tangannya, manahan rasa malu yang tiba-tiba dia rasakan..
Dea yang mendengar Chan Bai Rin berbicara, menjadi lebih dingin.. “Kau manjawab pertanyaanku dengan pertanyaan lain..”
Mendengar ini Chan Bai Rin tiba-tiba tersadar dari rasa malunya.. seperti mendengar sebuah kecerahan, Cahn Bai Rin berpikir kotor lagi
Dia seperti menemukan sesuatu yang baru, rencana untuk menjatuhkan Dea “Apa yang kau lakukan di sini.. bagaimana bisa kau masuk.. apa sih yang di lakukan penjaga.. bagaimana bisa seorang rakyat biasa masuk ke dalam pesta ini..” dengan ini semua orang menjadi riuh
Kalimat terakhirnya sengaja di tekan, dan hasil itu membuat mereka yang tadinya melihat Chan Bai Rin dengan tatapan cemoaan, kini beralih pada Dea..
Chan Bai Rin memikirkan ini bukan hanya bisa orang-orang alih darinya pada Dea, tapi juga agar rasa takut yang di rasakannya dari Dea menghilang dengan Dea yang akan kebingungan dengan tatapan semua orang
Bagaimana pun, di pikirannya, Dea hanyalah anak dari seorang penjahat, yang artinya adalah rakyat jelata.. walaupun dia memiliki aura yang menakutkan... itu tidak merubah apa yang di pikirkannya tentang Dea
Tetua yang mendengar dan melihat semuanya, seketika menjadi panik.. apakah orang-orang ini tidak tau siapa yang sedang mereka bicarakan.. jika kedua orang gila itu mendengar apa yang terjadi sekarang ini, sekte Bulan bisa hancur
Dea.. bukannya ketakutan Dea malah menjadi dingin dari biasanya, perlahan dia mendekat pada Chan Bai Rin yang masih saja berdiri dengan angkuh di sana, seolah-olah saat ini dialah yang benar dan menang
Namun tanpa di duga, Dea mengangkat tangannya dan malah menampar Chan Bai Rin sampai dia jatuh tersungkur ketanah
Chan Bai Rin terkejut dengan apa yang terjadi dan mencoba meawan Dea.. “Apa yang..” teriaknya yang terhenti lagi karena apa yang di lakukan oleh Dea dan tatapannya itu
Yang di lakukan oleh Dea, bukan menampar atau apa... kini kakinya menginjak pakaian yang di pakai oleh Dea.. dengan nada yang sangat-sangat dingin dia berkata “Apa kau tidak dengar apa yang kutanyakan...” ini membuat mereka tercengang “Apa yang mau kau lakukan tadi..?”
Ini sangat-sangat menekan.. setiap perkataannya membuat suhu menjadi lebih dingin, membuat Chan Bai Rin yang bertatapan langsung dengan Dea, menjadi terdiam karena ketakutan..
Ketakutan yang di rasakannya sekarang bukan takut kerena akan terluka ataupun malu, tapi kerena dia dapat merasakan kini aura yang dapat benar-benar membunuhnya
Tetua yang sudah tidak bisa melihat kelanjutannya lagi dengan cepat memisahkan mereka.. “Berhenti.. apa yang sedang terjadi” Dea yang mendengarnya berbalik menatap tajam pada tetua itu
Seketika tetua itu menjadi menegang.. Dea memperhatikannya dengan lama sebelum mendengar suara dari Shao Yunru Xi yang meminta dia untuk berhenti
Dea tidak ada niat untuk berhenti,.. selama ini dida sudah mencoba untuk menahan amarahnya, tapi kini, entah mengapa, dia tidak bisa mengendalikannya dengan baik..
Melihat ekspresi kedua temannya, dengan nafas yang berat, dia menghentikannya dan berjalan mendekat pada keduanya
Sejujurnya jika bukan karena keduanya, Dea akan membunuh mereka yang ada di sana saat ini juga
Pikirnya jika mereka tidak ada di keramaian seperti ini, tetua itu yang malah mau menghentikannya dan Chan Bai Rin yan membuatnya marah, akan di lenyapkan dalam sekejap.. bagaimanapun juga dia adalah Dea, yang akan membunuh apa pun yang membuatnya marah dan apapun yang menghalanginya
Itu pasti akan sama dengan apa yang terjadi dengan Lei Fang’er dan klompotan pembunuh bayarannya
Dengan itu dia meninggalkan tempat dan membawa keduanya ke sudut aula...
“Yunru.. apa masih sakit..” tanya Dea padanya dengan nada yang dingin seperti biasanya, tapi dari matanya terdapat kekhawatiran
Melihat Dea yang kini sudah lebih tenang dari sebelumnya, membuatnya seketika tenang, dengan lembut dia menjawab “Iya.. ini tidak apa-apa..”
Walau kelihatannya Dea sudah lebih tenang, di dalam matanya masih terdapat nafsu membunuh yang sangat kuat.. kini yang ada di dalam pikirannya hanya memikirkan bagaimana cara untuk melenyapkan Chan Bai Rin saja
Jika Yanzhi dan Yanxui ada di sini sekarang dan melihat Dea yang sekarang, akan terasa bedanya dengan dirinya yang biasa
***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya***..
***Faforit***...
***Comment and Like***