
Lalu dia dengan cepat menghapus tanda dari tangsinya tadi lalu berkata “Apa yang kakak bicarakan..” Lan Xiadea kehilangan kata-kata ketika melihat tinggkah laku adiknya yang tidak tau malu..
Para pelayan dan prajurit yang ada disana juga kehilangan kata-katanya, bahkan diwajah mereka memiliki tiga garis hitam, mereka tidak tahu bahwa pangeran kedua mereka ternyata begitu tidak tau malu, dalam hati mereka bekata
“Ini bukan pangeran Yanxui Ki Hua kami.. yah tidak mungkin.. ini pasti ada roh tersesat yang masuk kedalam raga pangeran kami.. atau mungkin ada seseorang yang menyamar menjadi pangeran.. ya pasti begitu” kata mereka yang tidak mau menerima kenyataan
Melihat ekspresi kakak perempuan nya yang seperti berkata tidak tahu malu, Yanxui kemudian berkata dengan lantang menentang apa yang di pikirkan oleh kakak nya itu “Aku tidak menangis..!!”
Dea yang melihat tindakan yang adik nya lakukan tanpa sadar membuatnya tersenyum sambil berpikir bahwa itu sangat lah lucu, lalu disaat dea sadar bahwa ia tersenyum Dea pun kaku, perlahan ekspresi di wajah nya berubah menjadi dingin seperti sebelumnya, dalam pikirannya dia berpikir tentang hal yang membuatnya memutuskan untuk tinggal di Laurenzhi
Melihat perubahan ekspresi kakak nya membuat Yanxui gelisah, lalu dia mulai mencairkan suasana dengan bercerita tentang kisahnya di sini “Hehe...” tertawa misterius Yanxui
Melihat adiknya yang kecengesan begitu Dea bertanya denga bingung “Ada apa.. kenapa kau tertawa aneh seperti itu” ucap dea dengan wajah yang dingin
Kalau orang lain yang melihatnya mungkin berpikir bahwa itu seperti meremehkan, tetapi beda ceritanya kalau itu orang yang dekat.. sebenarnya Yanxui sudah terbiasa dengan wajah dingin yang di berikan oelah kakak perempuannya jadi di tidak telalu memikirkannnya
“Hehe.. apa kakak tau..”
Belum selesai Yanxui berkata dia memotang dan berkata “Tidak..!!”
Lalu Yanxui membalas dengan nada yang merengek “Aku belum selesai berbicara” Dea menghembus kesal, sebenarnya dia tidak terlalu suka dengan pembicaraan yang memakai teka-teki
“Ya sudah.. katakan..!? ada apa?” mendengar perkataan kakaknya membuat Yanxui senang
“Hehe.. apa kakak tau adik kakak ini sangat lah populer dia antara para bangsawan karena apa.. karena aku ini sangat tampan.. ada banyak wanita bangsawan berteriak histeris saat melihatku” ucapnya dengan bangga
Mendengar adik nya berkata demikian membuat Dea yang tadi wajahnya mulai membaik menjadi lebih dingin menatap adiknya yang sedang pamer
Para pelayan yang melihat pangeran meraka menangis melihat perubahan Yanxui bahkan ada yang memuncratkan darah karena tidak tahan melihat pangeran mereka bertingkah seperti itu
“Oh Tuhan.. kembalikan pangeran Yanxui Ki Hua, kembalikan pangeran kami yang dingin, tolong kami yang randah ini Tuhan, jika seperti ini terus maka jantung kami tidak akan selamat” kata mereka sambil menangisi dalam hati nya dan menyadari kenyataan bahwa pangeran mereka telah dipastikan berubah
Melihat wajah kakak nya yang seperti tidak percaya membuat Yanxui berkata “Eh itu benaran.. hem..” dia merungut merajuk kepada Dea, Dea yang melihat nya tersenyum lalu dia membelai kepala adiknya
Mengetahui bahwa kakak nya memanggilnya untuk makan awalnya Yanxui merasa senang “Makan bersama kakak..? hanya berdua..?” tanyanya dengan hati yang senang tetapi langsung berubah setelah mendengar kata kakaknya
“Tidak.. kita akan makan bersama yang lain”
Mendengar pekatan kakak nya membua Yanxui memasang wajah yang tidak senang “Apa wanita itu juga akan makan bersama..?”
Ini membuat Dea bingung sedikit, kemiduan dia mengingat Lei Fang’er “Wanita..? Kalau yang kau maksud adalah Lei Fang’er maka iya.. dia akan makan bersama dengan kita.. kata nya dia yang menentukan menu makan malam ini” jawab Dea dengan acuh tak acuh
Yanxui yang mendengarnya menjadi marah “Kalau aku tidak mau..!! aku tidak mau duduk dan makan bersama dengan wanita licik itu..!!” dia tidak mau duduk dan makan bersama dengan Lei Fang’er karena dia sangat membenci wanita itu
Melihat pangeran meraka marah seperti itu para pelayan pasra melihat nya sudah dipastikan bahwa jika di paksakan pun susah. “Hm.. kau tidak mau.. padahal aku sudah datang kesini untuk menjemput mu makan”
Mendengar ini membuatnya merasa bersalah karana berteriak pada kakak nya “Bukan begitu.. aku hanya tidak ingin melihat wanita itu bukan maksud ku merugikan kakak.. t.. tapi sungguh wanita itu sangat lah licik aku tidak mau makan dengan nya”
Dea melihatnya “Hm kalau begitu apa aku tidak usah makan yah padahal aku belum memakan sesuatu yang layak saat datang ke sini.. karena kau tidak mau makan..” ucap dea dengan harapan bahwa ucapannya akan membuat adiknya berubah pikiran dan tentu saja harapannya berhasil, pekataannya membuat adiknya berubah pikiran
“Baiklah aku akan pergi makan.. ini demi kakak kalau bukan karana kakak aku tidak mau” ucap nya sambil memalingkan kepalanya karena tersipu malu
Para pelayan yang awal nya sudah pasra menatap dea dengan wajah yang terkesan karena hanya dea yang berhasil membujuk pangeran meraka, bahkan Yanzhi ki Hua pangeran mahkota dan ratu pun tidak bisa membujuk nya tetapi Dea berhasil pada percobaan pertama
Setelah berhasil membujuk adiknya mereka berjalan menuju tempat makan keluarga, di sepanjang jalan Yanxui Ki Hua bercerita tentang apa yang membuatnya membenci Lei Fang’er, itu membuat dea bermuka gelap karena apa yang wanita itu lakukan kepada adiknya membuat Dea bersumpah akan membalas, dan tanpa sengaja Dea mengeluarkan aura nya
Para pelayan pun bisa merasakan aura membunuh, awalnya meraka tidak tau dari mana aura mencengkam itu berasal, lalu melihat bahwa aura itu berasal dari Dea
Mereka merasa takut setengah mati karena merasakan aura yang sangat mencengkam sampai mereka susah untuk bernafas, melihat para pelayan yang kesusahan dea menekan auranya, setelahnya para pelayan bisa bernafas dengan lega
Melihat bahwa Dea mempunyai kekuatan yang kemungkinan sangat hebat mereka berpikir bahwa jangan sampai mereka membuat kesalahan dan mencari masalah dengan Dea karena jika mereka melakukan hal tersebut mereka akan tamat
Kalau Yanxui dia tidak merasakan tekanan aura dari Dea karena itu dia bingung dengan apa yang terjadi pada para pelayan. Sebenarnya Dea mengeluarkan aura yang menekan diseluruh istana, membuat semua orang menyadarinya kecuali adiknya
Diruang makan ibu Dea yaitu Ratu dan Kakak dea Pangeran mahkota Yanzhi merasakan aura menekan yang luar biasa di seluruh istana membuat mereka panik seketika