
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Lan Xia Dea kini sedang berusaha untuk meredahkan amarahnya. Walaupun auranya sudah tidak terasakan sekarang tetapi amarahnya tetap ada
“..Sial..! dia sudah melihat wajahku.. sial kalau tidak ada orang yang datang si berengsek tadi akan tamat di tanganku..” batin Dea yang kini tengah mengutuk Pangeran Xu Hei Fuyan
Mungkin orang kini di kutuk Dea tengah bersin...
Hachu..!! Suara bersin seseorang
“..Pangeran.. mohon jaga kesehatan kini sudah tengah malam tidak baik kalau keluar..” ucap Hao penjaga rahasia Xu Hei Fuyan
“..Itu benar Yang Mulia.. bagaimana kalau anda terkena flu, nanti siapa yang susah..” ucap Huo, perkataannya mendapat pukulan dari kembarnya Hao hingga dia menjerit “..Tidak berperasaan..!!” ucapnya
-----
Di tengah Hao dan Huo yang beradu mulut, Xu Hei Fuyan hanya diam, di merundukkan kepalanya, di dalam kepalanya terlintas ingatan saat Dea mengeuarkan aura membunuh yang mengerikan
Teringat akan perasaan itu, tubuh Xu Hei Fuyan gemetar ketakutan, tidak mungin dia bisa tahan dengan aura membunuh itu kalau orang bisa pasti sudah pingsan atau mati di tempat
Aura yang di kuarkan itu sungguh menakutkan dan menekan, jangankan Xu Hei Fuyan, bahkan orang-orang yang ada di benua Arck, benua dimana orang jenius berkumpul tidak ada yang bisa menahan auranya, walaupun hanya sedikit, pasti mereka akan merasakan ketakutan itu
Apalagi Xu Hei Fuyan yang hanya benua timur, sudah berhasil bertahan saja sudah cukup bagus
Mengingat perasaan mengerikan itu, senyum muncul di wajah tampan Xu Hei Fuyan, selama ini belum pernah di bertemu dengan orang yang dapat membuatnya tertekan hanya dengan menguarkan aura
Kini ada orang yang hanya dengan menguarkan aura dapat membuatnya menegang dengan takut, kalau tidak ada orang yang memanggil Dea tadi dia mungkin sudah menjadi mayat sekarang, suatu keajaiban bahwa Xiao Rancheng datang tadi
Dirinya terasa tertantang “..Selama ini belum ada orang yang memiliki aura yang sepertinya, sangat menindas.. bagai mana bisa orang sepertinya di buang oleh Kaisar Laurenzhi.. pasti matanya sudah rabun atau otaknya yang bermasah..” batin Xu Hei Fuyan menyanjung Dea dan juga seperti mengutuk orang yang sudah meninggal, mendiang Kaisar Laurenzhi
Xu Hei Fuyan tidak merasa bahwa pemikirannya saat ini tidak akan membuatnya untuk tamat lebih cepat ketika Dea mendengarnya. Untung saja, untung saja, Dea tidak ada di sini untk mendengarnya
Dia kemudian mengangkat wajahnya dengan serius menatap Hao dan Huo yang kini masih saja beradu mulut
Melihat tuan mereka menatap tajam penuh keseriusan pada mereka, keduanya menjadi gugup, lalu kemudian terdengar suara yang dingin tetapi penuh dengan perintah mutlak “..Selidiki apa saja yang berkaitan dengan Putri Laurenzhi, semuanya dari yang terkecil sampai yang besar..”
Ucapnya dan kemudian muncul orang-orang yang bersembunyi di kegelapan, jumlahnya mungin sekitar belasan
Mereka menganguk dan kemudian melaksanakan perintahnya, Huo juga pergi dengan mereka. Tanpa di suruh pun dia pergi
Dia takut bahwa dia akan kehilangan nyawanya jika berada di sana lebih lama lagi dengan ekspresi mengerikan dari tuannya
------
Dea sekarang sangat dingin meningat hal yang baru saja terjadi membuatnya mnguarkan niat membunuh
Baru saja dia memikirkan hal itu Yanzhi datang dan menenangkannya dengan cara lain “.. Dea ayo pergilah tidur.. Gege sudah mendirikan tendanya, kau dapat tidar dengan Xiao Rancheng..”
Itu bukan kata menenangkan, tetapi menurut Dea itu menenangkan pikirannya, dia terdiam menatap kakaknya, lalu mengangguk pelan padanya
----
Hari sudah malam. Dea hanya terus saja berguling tidak bisa untuk tidur, dia mencobanya tetapi tidak bisa
Di memutuskan untuk keluar dan mencari dahan pohon yang tepat untuk tidurnya.. jangan lupa Dea lebih nyaman dengan pohon dari pada tidur di tenda
Dea memiliki keenganan tidur di tempan yang sempit dan karena tenda cukup sempit menurutnya, Dia lebih memilih tidur di atas pohon
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca...
jangan lupa tinggalkan jejak Yah...
Favorit...
Comment dan Like...