
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
“Kalau begitu tunggu apa lagi.. cepat cari di mana asalnya...” dengan itu Ino menutup matanya dan mencari dimana keberadaan asli Lan Xiadea saat ini..
Signal dari giok Dea bukan hanya dapat di rasakan oleh Ino saja.. Lan Xin Yuezhi, dia sudah merasakannya, tapi di dalam pikirannya mungkin ini adalah salah satu tipuan Dea lagi jadi dia hanya berdiam saja tapi begitu mendengar penjelasan dari Ino, dia menjadi sadar
Saat ini kepala Negara dari Phoenix , wali dari Dea, juga merasakan signal tersebut, dia bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju jendela, dia memandang seluruh desa, lebih tepatnya memandang paviliun Dea,
Saat ini dia juga tau bahwa mereka juga merasakan kehadiran dari giok itu, mereka pasti sudah menebak bahwa itu yang asil.. senyum penuh arti muncul di wajahnya “Apakah mereka juga bisa merasakannya”
Sang sekertaris juga dapat merasakan kehadiran giok itu dan mengikuti tuannya tersenyum dan menjawab “Itu.. tentu saja.. mereka adalah anak-anak yang berbakat, mereka pasti sudah menebaknya..”
Sang kepala pun juga menganggu setuju... tapi perlahan senyum di wajahnya juga berubah.. “Tapi..pasti akan segera menghilang...” ucap sang sekertaris
Kepala yang mendengarnya juga menghilangkan senyumnya, dia merundukan kepala dan berkata “Iya.. ini pasti karena dia tidak sengaja menyentunya dan membuatnya terlepas...” dengan itu dia mengangkat kepalanya kembali dan menatap bangunan itu lagi “Mereka harus cepat menemukannya sebelum Dea sadar..”
--------
Saat ini halaman depan aula pesta...
Kelimanya hendak berjalan menuju kereta... saat sudah berada di tempat, Yanxui Ki Hua membalikan tubuhnya dan melihat Dea.. melihat Dea dia merasa kebingungan..
Semetara perhatian Dea masih ada di tempat lain, pertanyaan Yanxui menyadarkannya “Jiejie..” ini membuat Dea menoleh “Apa yang bersinar di tubuhmu..”
Perkataannya membuat orang berbalik dan menatap Dea.. Dea juga menjadi bingung.. “Bersinar?” dengan itu dia menatap tubuhnya, dan memang benar ada sesuatu yang bersinar darinya
Dengan itu dia meraba untuk menemukan apa yang bersinar.. saat tangannya menyentuh sesuatu, tangannya membeku.. ini membuat mereka bingung
Wajah Dea menjadi tidak baik.. membuat yang ada di sampingnya Khawatir... “Putri...?”
Dea tidak mempedulikannya, dengan cepat dia menarik benda itu.. ternyata gioknya yang tengah bersinar.... wajah Dea menjadi hijau, nafasnya terengah-engah...
Matanya menjadi dingin... dia menundukan kepalanya, sedikit-sedikit, gumanan terdengar darinya.. karena tidak jelas Yanxui mencoba mendekat dan bertanya “Ada apa..Jie-jie”
Dengan itu Dea menatap Yanxui “Apa kau membuka segelnya...” ucapnya dengan sedikit marah.. suaranya terdengar cukup dingin
‘segelnya’ ini membuat Yanxui bingung.. “S.. segel apa Jie-jie”
“Segelnya.. segela yang ada pada giok ini..” kali ini nada suaranya sedikit di tinggikan...
Yanxui tidak tau dengan apa yang di bicarakan Dea.. Segel.. dia tidak tau hal itu.. Dea juga tidak menuntutnya lagi, kini dia hanya berusaha untuk menyegelnya ulang dan menghentikan signalnya sebelum mereka melacaknya
Dia bertindak dengan sangat panik, membuatnya.. dia tidak tau sudah berapa lama dia signal ini aktiv, tapi belum ada tanda bahwa ini di lacak, masih ada kemungkinan mereka masih berusaha melacaknya
Di sisi lain Ino juga kesulitan untuk mencarinya, karena Dea saat ini sedang berusaha memblokirnya... dan di saat Dea mencoba memblokirnya darah manis keluar dari tubuhnya membuat mereka khawatir
“Apa yang terjadi..” ucap Shai’i Shun yang melihat darah itu keluar
Ino menjawab “Dea berusaha untuk memblokirnya...” ucapnya di sela-sela.. dengan Dea mencoba memblokirnya dapat di pastikan bahwa lokasi Dea saat ini tepat...
Haruno yang melihat dea yang terliat kesakitan, berdiri di belakangnya, mengulurkan tangannya dan menyalurkan energi padanya..
Ino yang merasakannya berterimahkasih, di tengah-tengah...
Di saat Xin Yuezhi campur tangan, dengan mudahnya, Dea kalah, mereka mendapatkan lokasinya.. “Dapat..” dengan itu akirnya mereka lega
Dengan yang lain bertanya di mana lokasinya.. “Benua Timur, sekte Bulan...” dengan itu mata mereka semua di penuhi harapan
Xin Yuezhi yang sudah lama tidak menyunjukan senyumnya, kini tersenyum, dia menatap bulan dan berkata “Aku akan datang.. tunggu sebentar lagi...” dengan itu dia memegang kalung di lehernya...
---------
Di sisi lain Dea yang gagal memblokir mereka, merima luka dalam, akibatnya dia terbatuk darah, membuat mereka panik dan Khawatir “Dea-Jiejie-Putri” mereka panik dengan darah yang keluar
Tapi Dea.. dia hanya menatap tangannya yang berlumuran darah saja.. ekspresinya kosong, dia tidak mengaggap luka dalamnya itu serius... tatapannya kosong sampai Yanzhi Zhuxiu memarahinya
“Apa yang kau lakukan!! Kenapa tiba-tiba mengeluarkan dari!!” dia sangat-sangat panik, tapi Dea dia hanya menatap kosong dan melihat kakaknya
“Gege.. terlambat..” dengan itu dia mengeluarkan air matanya, kemudian jatuh pingsan...
-----------
Di sekte Bulan... Shua Yunru Xi dan Zhao Yunxu.. sudah berhari-hari sejak kejadian itu, pesta yang berantakan karena Chan Bai Rin dan juga luar biasa kerena dapat berteman dangan orang-orang hebat..
Sejak hari itu, Chan Bai Rin tidak pernah mengganggu keduanya lagi, tapi setelah hari itu, Dea yang menjadi penyebab semua ini, tidak pernah terlihat lagi...
Keduanya merasa khawatir karena ini sudah berhari-hari lamanya dan tidak ada kabar lagi...
Istana Laurenzhi, paviliun barat, tempat tinggal Dea...
Paviliun yang biasanya selalu di penuhi dengan keindahan, kini menjadi suram, didalamnya tidak ada pencahayaan, hanya gelap, dan di sana duduk seorang wanita yang duduk di lantai dengan giok di depannya..
Tatapannya kosong... terlihat seperti mayat hidup, walau begitu, dia masihlah yang tercantik
Tak lama kemudian seseorang datang dan mencegah keheningan..
Tok tok tok.. suara ketukan pintu.
“Putri.. waktunya anda makan...” tidak ada jawaban yang keluar, dengan itu pelayan itu menghadap Yanzhi yang ada di belakangnya dan menggelengkan kepalanya
Yanzhi serta para pelayan yang ada di sana memiliki ekspresi yang piluh,.. sejak hari itu saat dia bangun dari pingsannya, tatapan mata yang biasanya dingin dan tajam itu, menjadi kosong
Putri yang dulunya memang pendiam menjadi lebih pendiam.. tapi yang dulu masih mending, dulu dia memiliki tatapan yang membuat orang takut padanya, tapi sekarang dia hanya memiliki tatapan yang kosong seperti mayat hidup
Tidak mau makan, minum dan bergerak.. setiap hari hanya duduk saja tanpa bergerak sedikit pun.. ini jelas membuat semua orang khawatir
Tapi tidak ada yang bisa mereka lakukan...
Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya..
Faforit...
Comment and Like