
Dea masih baik-baik saja dan melihat mereka dengan senyum dinginnya, matanya sangat tajam seakan-akan mau menembus mereka.. tekanan ini, bukan berasal dari seorang murid yang baru saja memasuki sekte
Tidak ada yang bisa di pelajari dalam waktu tiga bulan lebih, tidak ini bukan kekuatan orang biasa, ini semua yang mereka pikirkan, kekuatan Lan Xiadea bahkan lebih hebat dari tetua Li Wang yang gelarnya tetua, mereka semua berpikir bahwa ini tidaklah benar
Tekanannya, auranya, ini bukalah seorang kekuatan dari seorang rakyat jelata..
Dea melihat mereka bagaikan melihat semut yang bisa di hancurkannya dengan hanya menjentikan tangan saja.. tapi itu memang benar adanya..
“Hah.. kalian pikir hanya dengan memakan pil naga biasa menyakitiku.. pil naga dan senjata spirit tingkat rendah..-” semua orang melihatnya dengan ketakutan termasuk tetua Li Wang “-serangan seperti itu bahkan tidak bisa menggores pakaianku..”
“Jangan menamai senjata spirit seperti itu dengan hebat..” dengan itu mereka semua mulai melihat.. sebuah lingkaran merah darah dan hitam di tanah..
Saat tetua Li Wang dan Hu Wen memanggil senjata spirit, warna lingkarannya masih berwarnah pucat, tapi lingkaran yang muncur di bawah kaki Dea itu merah dari dan juga ada lingkaran hitam di luar, jelas sangat berbeda dengan milik keduanya
Ini membuat semua mata yang melihat terkejut “Lihat ini baik-baik.. ini yang di namakan dengan senjata spirit” Dea menutup matanya
“Langit Menjadi Darah, Tanah Sebagai Pengikat..” ucap Dea dengan tenang kemudian sebuah alat Spirit tercampur dengan aura, muncul keluar.. kekuatannya sangat dasyat sampai menembus langit.. cahayanya menyilaukan membuat orang yang melihatnya merasa kagum dan tertekan
Di sisi lain Xin Yuezhi dan lainnya yang sedang dalam perjalanan menuju benua timur, merasakan aura yang kuat.. ini perasaan yang tidak asing “Ini!!” dengan itu mereka melihat fenomena itu.. Yuezhi sadar bahwa itu adalah Dea “Dea...”
Mereka yang lain juga demikian.. pikir mereka ini sudah jalan yang benar...
Ini adalah kekuatan yang sangat-sangat besar.. Han Luoyi melihat ini juga teringat akan Dea, dan pandangannya menjadi sangat serius..
Jendral Liang yang masih sibuk dengan tugasnya di dalam ruangan menjadi penasaran dengan keributan di luar.. pengikut setianya masuk dengan panik, dan mengatakan “Tuan, muncul fenomena aneh di luar”
Dengan itu dia melihat keadaan luar, dia melihat fenomena itu, muncul garis merah di langit, arahnya berasal dari sekte Bulan, pikirannya sama dengan Han Luoyi
Mereka sudah beberapa kali melihat ini, saat berada di benua Arck, lebih tepatnya di negara Phoenix sebagai utusan.. ini muncul ketika seseorang mengeluarkan senjata spiritual, dan di benua ini, tidak ada yang memiliki senjata spirit dengan aura yang kuat selain Dea
Jadi mereka pasti tau bahwa itu adalah Dea.. pasti ada orang yang sudah membuatnya marah sehingga menggunakan kekuatan yang begitu besar.. keduanya memasang dupa dalam hati (Mendoakan orang mati)
Tidak ada yang begitu berani mencari masalah dengan nenek ini di benua Arck, dan sekarang dia sudah meledak, tidak tau siapa yang melakukannya
Dengan begitu Han Luoyi mempercepat perjalanannya menuju sekte Bulan, agar tidak ada seorang yang bodoh untuk membuat masalah yang bisa menghancurkan benua, ingat Dea memiliki kemampuan untuk itu
\--------
“Ini.. ini tidak mungkin..” ucap tetua dengan nada yang pelan.. semua orang yang ada di benua timur melihat fenomena ini, bahkan Ratu Laurenzhi ibu Dea serta pemimpin yang ada di kerajaan lain juga terkejut dengan hal ini..
Sinar yang menyilaukan.. kini semua mata memandang senjata yang di pegang Dea, tampak seperti sebuah tombak, tapi memiliki kekuatan luar biasa, lihat saja bahkan petir hitam merah mengeliling di sekitarnya
Petir yang sangat mengitimidasi membuat mereka ketakuan dengan kekuatan itu, tapi yang memegangnya tampak biasa-biasa saja
Ini membuat Yanzhi Zhuxiu dengan dua orang di belakangnya merasakan aura itu..
“Yanzhi ini...” ucap Hu Zhong Qi dengan serius
“Yah kita harus cepat” balas Yanzhi
Di sisi lain Yanxui Ki Hua juga merasakan tekanan itu, dia melihat kearah luar dan melihat cahaya yang sangat menyilaukan, dengan itu dia mempercepat jalannya
Sementara itu orang-orang yang ada di aula tengah sebagian ingin kabur karena kekuatan besar itu, mereka ketakutan, semua murid yang tidak terlibat perlahan mundur untuk menghindari serangan
Dea melihat ada dari musuhnya ingin lari dan berkata “Tidak kalian tidak bisa kabur, orang yang melihat wajah ku tidak pernah melihat dunia lagi, jadi mana mungkin aku mengecualikan kalian.. oh dan juga kalian tidak akan bisa melarikan diri” perkataannya seperti mantra untuk mengiring kematian
Dea melihat mereka layaknya melihat semut kecil dengan mata yang dingin, senyumnya mematikan mereka
“Elemen api, Elemen petir, hujan pedang Api” seketika muncul ratusan, tidak ribuan pedang dengan bentuk api.. ini berbeda dengan pedang api biru Dea, ini berwarna merah, merah darah yang membuat mereka ngeri melihatnya
Mereka layaknya hujan yang hendak turun, membuat mereka semua berteriak histeris “Tidak.. ini tidak mungkin hanya dewa yang bisa melakukan hal ini..”
“Tidak mungkin, pasti aku masih bermimpi pasti bermimpi”
Ucap mereka satu persatu, bahkan ada yang menangis dari mereka “Ini pasti akhir dari dunia”
Bahkan tetua Li Wang juga sangat-sangat ketakutan, Hu Wen, Chan Bai Rin tidak percaya dengan yang di lihatnya, Mu Zhinghai sudah bertekuk lutut di tanah memandang pemandangan di langit dengan penuh ketakutan, sedangkan Luo Hong San terkejut setengah mati
Xu Hei Fuyan juga terkejut, dia memang tau bahwa Dea sangat kuat di lihat dari aura yang dia kuarkan, tapi tak di sangkah bahwa kekuatannya akan menantang langit seperti ini..
Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu sama seperti Hu We dan Chan Bai Rin, mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat hanya saja kesannya yang berbeda.. “Apa itu benar-benar Dea?” ucapnya dengan tidak percaya
Mereka semua merasa seperti melihat akhir dari dunia.. Dea mulai menarik tombaknya itu kebelakang untuk mengatur semua pedang api itu agar turun kebawah bersama tombak
Semua orang mulai berdoa-doa agar dewa membantu mereka dari kehancuran
Saat melepaskan serangan suara teriakan seseorang datang, menghentikan Dea, “Berhenti!!” teriaknya,
Dea mengenali suara itu “Ck” suara decit kesal terdengar, Dea terpaksa menahan tombak itu yang membuat tangannya mengeluarkan darah segar
Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya..
Faforit...
Comment and Like