The Lost Of Power

The Lost Of Power
180. Desa Malam (2)




Pria itu tidak berbicara sedari tadi untuk menyembunyikan perasaannya saat ini “Sangat muda untuk mencarinya bukan.” Ucap pria yang santai, sedangkan pria yang dingin mengeluarkan sebuah artefak kecil yang bisa merekam gambar seseorang.



Melihat mereka mengeluarkan harta berharga seperti ini, master itu meneguk kasar. Orang yang bisa mengeluarkan harta yang seperti ini, sudah pasti adalah orang dengan kekayaan melimpah, pikirnya.



Master itu sudah memikirkan sebuah rencana. Pria yang bersandari di pintu mengeluarkan aura yang sangat dingin, kedua orang lainnya juga menjadi dingin. Pria yang santai berkata “Lebih baik simpan pemikiran burukmu itu.” ucapnya mendominasi dengan senyum di wajah.



Jika seorang wanita melihat senyum yang mematikan itu, mungkin mereka akan pingsan di tempat, tapi ini berbeda. Pria yang mendapatkan tekanan tersebut, menjadi kaku.



Seakan alam mendukung, angin di luar masuk ke dalam ruangan membuat keduanya tampak sangat hebat, saat itulah mata master perkumpulan kecil itu melihat tanda pada bahu keduanya..



!!?



Pedang, perisai bersayap dengan lingkaran bulan ??!!



Semua orang tau pedang bersayap adalah totem akademi XY, makanya saat master itu melihat totem mereka saat pandangan pertama, dia berpikir mereka adalah sekelompok murid biasa dari akademi XY, masuh bisa untuk di bodohi.



Berpikir bahwa otak mereka semua hanya berisi tentang bagaimana meningkatkan kultivasi mereka, mereka tidak peduli dengan beberapa artefak kecil.



Tapi sekarang dia melihatnya dengan jelas, pedang bersayap, dengan lingkaran bulan.. Ini sudah tentu adalah orang-orang itu, Pedang suci Bulan.. Ini adalah sekumpulan orang yang sangat di takuti serta di hormati oleh semua orang saat mereka mendengar tentang mereka.



Hanya dengan mendengar tentang mereka saja, semua orang akan bertekut lutut. Semua orang tau bahwa akademi XY adalah yang mendominasi seluruh dunia, tapi mereka mengetahui sebuah rumor yang beredar tentang akademi XY yaitu bahwa ada sebuah sekte kecil yang di bangun di dalamnya.



Seluruh murid maupun guru-guru yang ada di sana, harus tunduk pada sekte kecil ini. Bukan hanya mereka, tapi bahkan kerajaan Phoenix harus tunduk pada mereka.. Sekte kecil itu menjadi hakim yang menjadi pusat dunial, sekte kecil itu bernama ‘Pedang suci Bulan’



Semua orang tau bahwa XY adalah yang terkuat di dunia, tapi ‘Pedang Suci Bulan ini, lebih mendmonasi dari pada mereka. Semua orang tau tentang hal ini. Mengingat hal ini membuat keringat dingin mulai membasahi dirinya “Ini! Kalian..!” Senyum arogan muncul di wajah pria santai.



Pria santai itu memasang wajah yang sedang tersenyum, tapi anehnya master itu malah menjadi semakin takut. Dia merasa bahwa itu bukanlah senyuman. Pria yang dingin sudah tidak tahan lagi dengan semua ini “Manji, berhenti bermain-main.” Ucap pria itu.



Yah pria dengan perawakan yang santai adalah Manji, Hirakawa Manji sedangkan pria yang menjadi kebalikannya adalah Kurohi Sasuke “Kami hanya ingin mengetahui sesuatu tentang orang ini.” Ucapnya dengan itu dia mengaktivkan artefak itu.



Master itu tidak bisa untuk berkata tidak. Walau dia adalah seorang yang harus di segani di desa kecil ini, orang di hadapan mereka ini adalah seseorang yang lebih menakutkan dari pada orang sekte-sekte besar itu.




“Iya.. tentu saja, tentu saja..” Ucapnya. Manji yang melihatnya bersikap seperti itu, menjadi tidak senang.. mereka sudah sering melihat orang yang seperti itu.. Kemanapun mereka pergi, selalu ada orang yang merubah sikap mereka yang tadinya kasar menjadi penjilan selayaknya anjing.



Melihatnya seperti ini tidak ada bedanya dengan orang lain.. Dengan Sasuke mengaktivkan artefak.. Perlahan sebuah hologram muncul di udara, menampilan dua buah gambar di atas, yang satu wanita yang sangat cantik sedangkan yang satunya adalah wanita dengan cadar.



Melihat wajah seorang wanita yang sangat cantik, walau hanya dari gambar saja, membuat master itu terlena.. Dia menatap lekak pada gambar itu dengan ekspresi wajah yang menurut mereka sangat menjijikan.



Melihat pria itu menatap potret wanitanya dengan ekspresi yang menjijikan, pria yang memiliki aura yang mendominasi yang bersandar di pintu masuk, mengerutkan keningnya, aura membunuh keluar melihat masteri itu dengan tajam “Lebih baik jaga matamu dengan baik sebelum aku mencongkelnya dari wajah mu yang menjijikan itu!!”



Aura membunuh yang kuat membuat seluruh bangunan itu dapat merasakannya, semua orang yang memiliki kultivasi yang rendah sampai batas tertentu, segera pingsan, tidak kuat untuk menahan aura membunuh itu, sedangkan orang-orang yang cukup kuat, mereka memegang dada mereka yang terasa sakit.. Mereka mencoba untuk bernafas dengan tekanan yang mengerikan menekan mereka.



Aura itu membuat master yang paling banyak mendapat tekanan tersadar, dia menjadi sangat takut. Dia adalah orang yang bisa di katakan adalah salah satu yang kuat di desa malam ini, tapi di hadapkan dengan tekanan seperti itu, membuatnya sulit untuk bernafas, bahkan untuk berdiri saja susah.



Setiap langkah pria itu, menambah tekanan yang di arahkan padanya, membuat merasa seperti sedang berhadapan dengan malaikat maut, tidak Dewa kematian.



Saat itulah seseorang membuka pintu itu. Seperti seorang penyelamat, seorang pria jakung yang tampan dengan aura kepemimpinan yang kuat masuk di ruangan itu “Xin, tahan amarahmu dengan baik.” Ucapnya yang menatap tajam pada pria itu.



Yah pria yang mengeluarkan aura membunuh yang kuat itu adalah Lan Xin Yuezhi..



Xin Yuezhi, dia mungkin bisa mengacuhkan Manji, Sasuke atau lainnya, tapi dia tidak bisa mengabaikan pria di depannya ini.. Pria ini, dalam kelompok mereka, mungkin dia adalah yang terlemah dalam hal kekuatan, tapi kalau dengan kepintarannya, siapa saja bisa kalah.



Dia adalah orang yang sangat pintar menggunakan kepintarannya, dia adalah orang yang licik. Jika seseorang masuk ke dalam rencananya yang kotor, di jamin tidak ada yang keluar, yah kecuali dua orang yang sama-sama mengerikan.



Pria dengan kepintaran yang luar biasa, Shikamaru, Nami dan Shikamaru. Dia melihat seluruh orang yang ada di dalam dengan serius “Sudah lama kalian ada di sini, dan belum menyelesaikannya?”



Mendengar ini membuat Manji tercengang. Ekspresinya menjadi rumit, Sasuke melihat kearahnya, Shikamaru juga, sedangkan Xin Yuezhi tidak peduli dia hanya menutup matanya, mendinginkan kepalanya.



***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca dan juga mohon maaf atas ketidaknyamanannya jika Thor ada salah-salah kata***..


***Jangan lupa tinggalkan jejak ya***..


***Faforit***...


***Comment and Like***