The Lost Of Power

The Lost Of Power
117. Luo Hong San




Dia memasuki kelasnya dan merasakan bahwa mereka ingin keluar dari ruangan itu..


 


Dea tidak tau dengan apa yang terjadi, dia memandang Shua Yunru Xi dn Zhao Yinxu meminta penjelasan


 


“Kau tidak tau?” tanya Zhao Yinxu


 


“Kita akan ke lapangan.. kau tidak tau” keduanya juga menatap Dea dengan bingung karena tidak tau..


 


Mereka melupakan satu hal.. Dea adalah murid pindah dan tidak tau dengan pelajarannya.. karena itu mereka memberitahunya, akhirnya mereka menjadi yang terakhir yang datang kelapangan


 


Saat sampai di sana, Dea merasakan perasaan yang akrab.. sudah lama dia tidak melihat pemandangan seperti ini.. bau yang mirip, pemandangan yang tidak asing.. yang berbeda hanya luas lapangannya saja


 


Batu penguji yang sama, arenanya, hanya luas yang berbeda.. menurut yang lain saat melihat lapangan itu, mereka akan berpikir bahwa itu luas untuk mereka pakai, tapi untuk Dea ini lebih kecil.. “Kecil..” ucapnya dengan suara yang tidak terlalu besar maupun kecil, bahkan terdengar seperti bisik


 


Itu karena luas lapangan yang membuat suaranya hanyut dengan alam.. tapi itu masih bisa di dengar oleh Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu..


 


Ketika mendengar Dea mengatakan ini ‘Kecil’ ini pasti mengarah pada lapangannya, itu yang pertama kali mereka pikirkan “Apa.. kecil.. ini adalah lapangan yang luas jika di bandingkan dengan perguruan yang lain” ucap Shao Yunru Xi


 


Besar.. Dea mendengar kata ‘luas’ ini sedikit mengerut.. menurutnya ini memanglah kecil jika di bandingkan dengan lapangan di sana... dia tidak salah karena memang perbedaannya


 


Tapi dia melupakan satu hal.. di mana di tinggal sebelumnya... itu adalah tujuan dari setiap orang.. tentu saja skalanya berbeda..


 


Dalam kelas ini, sangat bebas.. guru hanya menunjukan beberapa gerakan dengan pedang, dan menyuruh mereka untuk memilih senjata mereka sendiri dan berlatih


 


Jika ada yang kurang pas mereka akan di arahkan.. guru dalam kelas ini ada beberapa, pengajar untuk setiap senjata.. senjata yang ada di sana ada Pedang, Panah, dan Tombak dan Dea ahli dalam semuanya, jadi dia hanya bersikap dengan acuh tak acuh dan tentu saja aura dinginnya tidak hilang.. itu masih melekat


 


Dea kini hanya duduk di atas sebuah batu yang terletak tak jauh dari sana sambil memperhatikan kedua temannya yang sedang pusing dengan senjatanya sendiri


 


Anak perempuan lebih cenderung memilih panah sebagai senjatanya dan itu yang terjadi dengan Shua Yunru Xi, sedangkan Zhao Yinxu, dia memilih pedang


 


Kalau dalam pertarungan, keduanya akan saling melindungi satu sama lain.. bisa di bilang kelompok yang kompak..


 


Dea melihat keduanya yang sedang bingung, secara tidak sengaja, senyum muncul di wajahnya, merasa itu lucu... tak lama, angin kencang datang mengembus


 


Semua yang ada di sana menutup matanya karena debu yang berterbangan, saat itu ada seorang pria yang menatapnya dengan lekat


 


Pemantau kelas, Luo Hong San tengah menatapnya dengan lekat ketika angin berhembus.. pada saat itu, dia melihatnya...


 


Karena angin yang terlalu kencang, membuat cadar yang di pakainya, melambai-lambai sampai akhirnya terbang, terlepas dariny..


 


Hal itu semua tak lepas dari Luo Hong San.. dia adalah seorang Pangeran Mahkota dari kerajaan Fuyang.. banyak wanita yang sudah mencoba untuk merayunya menjadi calon suami.. lagi pula siapa yang bisa menolak wajah tampannya


 


Kalau untuk ranknya, wajah itu di nilai adalah yang ke-dua selepas dari Yanzhi Zhuxiu.. urutan yang sama dengan Xu Hei Fuyan.. tapi untuk calon suami, dia lebih tinggi dari Xu Hei Fuyan


 


Xu Hei Fuyan adalah orang yang terbilang lepas, Playboy, punya sifat yang suka menggoda, sedangkan Luo Hong San, tidak.. dia lebih terbilang dingin, satu tingkat di bawah Yanzhi


 


 


Dia terus melihat Dea, tapi yang di dapatnya hanyalah tatapan tajam darinya.. ini pertama kalinya dia melihatnya.. dia sangat penasaran dengan wajah di balik cadar itu


 


Dan sekarang, jawabannya tela di lihatnya sendiri.. wajah yang begitu berbeda dengan bayangannya.. ini bahkan melebihi seluruh spekulasinya.. wajah yang sangat cantik, seperti di pahat langsung oleh sang pencipta..


 


Pipinya memerah ketika dia melihat wajah itu... sedetik berikutnya, dia lebih terkejut lagi


 


Angin menghembus dengan cepat.. Dea tidak menyukai di mana pandangannya terganggu saat mengambil cadar yang terbang itu


 


Jengkel karenanya, dia mengangkat tangannya dan di hempaskan.. seketika keluar pedang angin dan membela angin yang datang.. seketika itu lenyap..


 


Sebelum ada yang sadar, dia dengan cepat meraih cadarnya dan memakainya.. pandangannya bertemu dengan Luo Hong San.. tatapannya menjadi dingin karenanya


 


Dea tidak peduli dengan apa yang terjadi.. dia memandang Luo Hong San dengan dingin.. jika ini di luar perguruan, Dea mungkin sudah menebas kepalanya..


 


Sama halnya dengan yang di lakukannya kepada Xu Hei Fuyan, Dea juga ingin melakukannya pada Luo Hong San.. tapi, ini adalah perguruan.. dia tidak mau semuanya menjadi rumit dengan hal ini..


 


Di banding dengan wajahnya yang terekspos, lebih baik di biarkan saja agar tidak menjadi hal yang merepotkan.. perlu di ingatkan, Dea tidak menyukai hal-hal yang merepotkan, itu sebabnya dia kurang bicara, dan memilih dia saja jika di provokasi oleh yang lain


 


Selain di misi, Dea tidak melakukan sesuatu yang berat, karena menurutnya, di luar misi, itu merepotkan..


 


Hanya saja, jika sekali darahnya memanas, itu bahkan lebih menyeramkan dari pada saat malaikat maupun dewa kematian datang..


 


Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu melihat Dea yang masih di sana dengan tatapan tajam menatap ke suatu arah.. keduanya mengikuti ke mana arahnya dan melihat bahwa ada seorang pria yang juga sedang menatap Dea


 


Melihat bahwa itu adalah Pangeran Luo Hong San.. keduanya tidak bisa membantu.. dengan cepat keduanya memanggil Dea


 


Dea yang merasa namanya terpanggil menengok.. “Apa”


 


Dea yang tadinya menatap Luo Hong San dengan tajam, tersadar dengan panggilan keduanya.. dengan tatapan yang masih tajam dia menatap keduanya


 


Saat melihat Luo Hong San, Dea menguarkan 5% auranya, dan di fokus pada Luo Hong San, untuk menekannya..


 


Dengan keduanya yang memanggil Dea tiba-tiba, tatapannya mengarah pada keduanya..


 


Keduanya berada di level kultivasi yang lemah.. mereka tidak bisa membaca aura.. dengan Dea yang menguarkan aura, membuat keduanya tertekan dan sesak..


 


Dea seketika tersadar.. dia menarik kembali auranya dan keduanya bernafas lega.. mereka masih saja tidak mengerti kenapa mereka tiba-tiba sesak nafas, mereka berpikir bahwa itu karena angin barusan yang terlalu cepat, membuatnya sedikit sulit bernafas



 


Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya..


Faforit...


Comment and Like