
“Sekali lagi kau menyentuhku, akan kuhabisi kau..” ucap Lan Xiadea dengan tajam dan dingin
Liang Shuyan kemudian berdiri dari lantai dan mengatakan “Hah.. nona tidak perlu menjual mahal, aku bisa memberikan apa yang tidak bisa di berikan olehnya” sambil menunjuk Yanxui Ki Hua
“Apa nona pikir bahwa saya tidak tau bahwa nona menggoda pangeran karena statusnya.. itu pun bisa saya lakukan nona..” ucapnya dengan nada yang menjijikkan “Jadi apa nona ingin ikut denganku..” ucapnya sambil mendekati Dea
Melihat kakaknya yang menatap tajam Liang Shuyan, dia merasa akan ada masalah yang terjadi, dan apa yang di khawatikan olehnya terjadi. “Hah.. Xui.. apakah aku bisa membunuhnya..?” Dea mengeluarkan sedikit auranya yang membuat tempat makan itu bergetar sambil menatap Liang Shuyan dengan tatapan tajam dan senyum yang mengerikan
“Hah.. ini adalah pertama kalinya ada orang yang masih hidup setelah merendahkan dan menghinaku seperti ini” ucapnya yang membuat Yanxui dan Liang Shuyan ketakutan karena aura mengerikan yang berasal dari Dea
Lalu dengan cepat Dea menendang Liang Shuyan sampai menembus lima tembok tanpa menggunakan kekuatanya.. kejadian itu membuat pelayan yang lain panik. Orang yang ada di ruangan VVIP yang lain terkejut karena melihat orang yang menabrak dinding
Melihat orang yang terduduk lemas di ujung tembok, membuat mereka berpikir bahwa terjadi perkelahian lalu melihat ke arah yang berlawanan, mereka melihat seorang wanita cantik dengan cadar berjalan perlahan menuju orang yang sekarat
Liang Shuyan masih bisa menggerakan badannya walau pun badannya sangat sakit. Melihat Dea yang menuju padanya, dia berusaha untuk melarikan diri, melihat Liang Shuyan yang ingin melarikan diri dengan cepat dea tiba di depan Liang Shuyan lalu menedang nya keluar bangunan
Itu membuat kegaduhan terjadi. Dengan cepatnya Dea menuju Liang Shuyan yang lemas di tanah tetapi masih memiliki kesadaran
Orang-orang yang melihat perkelahian tersebuat memilih untuk menjauh karena takut terkena imbasnya, mereka menjauh sejauh munggkin
Dea mengingat apa yang di lakukan oleh Liang Shuyan tadi membuatnya sangat marah. Kemudian dia menggumankan sesuatu dan menjentikan jarinya, lalu muncul pedang api biru di atas langit, membuat para warga yang melihat kejadian itu ketakuatan
Melihat bahwa Dea yang melakukannya membuat Liang Shuyan merasa ketakutan setengah mati, lalu Dea menggerakan tangan nya memerintah pedang api biru menunjuk ke arah Liang Shuyan
Yang ada di pikiran Liang Shuyan saat ini “Si.. sial dia bisa menendangku yang adalah kultivator tingkat bumi Level 29... kalau begini terus aku bisa mati” pikir Liang Shuyan, dia tidak tau bahwa dia telah menyinggung orang yang kekuatan jauh di atasnya
Dia tadi mencoba melihat tinggkat kekuatan Dea tetapi tidak terlihat, dia berpikir bahwa kekuatan Dea sangat lemah sampai tidak terasa, dan berakhir merendakannya, dia tidak berpikir sama sekali bahwa kekuatan Dea di atasnya karena melihat bahwa Dea masih sangat muda
Dia lalu berpikir sesuatu agar Dea bisa melepaskannya, melihat Dea yang semakin lama semakin dekat membuatnya semakin terdesak “Tu tunggu!! Ka kalau kau membunuh ku kau akan mendapat kan masalah sekalipun dengan pangeran di belakanmu” ucapnya yang tergagap-gagap membuat Dea berhenti
Melihat Dea berhenti membuat Liang Shuyan sedikit tenang, dia tidak tau bahwa Dea berhenti bukan karena takut tetapi merasa lucu, “Ka kalau kau melepaskan ku aku akan memberikan mu uang yang besar” ucap Liang Shuyan yang mencoba membayar Dea
Tetapi di dalam pikirannya lain“Hah kau pikir setelah kau melepaskan ku aku akan memaafkanmu, heh dasar bodoh, setelah kau melepas kan ku aku akan menyuruh bawahanku menangkap mu dan membalas apa yang kau lakukan pada ku.... haha dasar wanita murahan”
“Ba bagaimana..?” tanyanya lagi
Dea sedikit tersenyum lalu berkata dengan dingin “Kau pikir aku akan termakan dengan ucapan mu itu” kemudian dia mengarahkan jurus epdang api birunya menyebar dan berhenti tepat di depan sepuluh penjaga bayangan yang bersembunyi dan dua bawahan yang mengikuti Liang Shuyan
“Kalau kau berniat untuk membayarku lalu kenapa penjaga bayangan mu telah bersiap untuk menyerang..?” ucap Dea dengan senyum yang menyeramkan di balik cadar
“A.. apa!? Ba bagaimana bisa kau!?” kaget Liang Shuyan
“Kau pikir aku bodoh...” dengan menatap tajam pada Liang Shuyan
“De.. dengar! Kalau kau membunuh ku.. ayah ku akan mencarimu.. ayah ku tidak akan memaafkanmu..” ucapnya yang berdahli agar Dea tidak menyakitinya
“Ayahmu..?” ucap Dea
“Yah.. ayahku.. apa kau tau ayah ku, ayahku adalah jendral Liang yang sangat di hormati di kerajaan, bahkan Keluarga kaisar hormat pada ayah ku” ucapnya yang menyobongkan ayahnya, tetapi Dea tidak memperdulikannya
“Heh.. kau pikir aku peduli..?” ucap Dea yang meremehkan lalu dia meningkatkan auranya menjadi 15% dan mengarahkan jurus pedang api birunya mengelilingi leher pemuda itu
“Hyiii!!!” teriak Liang Shuyan yang ketakutan karena pedang yang mengarah ke lehernya
Karena melihat keramaian terjadi, jendral Liang ayah dari Liang Shuyan yang tengah menuju kembali kerumahnya sehabis dari istana, terganggu. Karena ingin mengetahui apa yang terjadi dia dan beberapa prajuritnya menuju kekeramaian itu
Dia menyuruh bawahannya untuk bertanya pada warga apa yang terjadi “Lapor Jendral katanya yang berkelahi dan yang salah satunya sedang sekarat” mendengar perkataan bawahan nya dia berniat untuk melerai mereka
Dia menyuruh para bawahannya untuk menyuruh para warga untuk pergi dan memberikan jalan pada nya menuju ketempat kejadian
Disaat Jendral Liang tiba di tempat kejadian dia terkejut karena yeng tengah berkelahi ternyata adalah anaknya sendiri, terlebih lagi yang tengah sekarat adalah anaknya dengan api biru yang menyerupai pedang mengeliling di lehernya hampir menusuknya
Melihat anaknya yang sekarat membuat Jendral Liang murka “Apa yang kau lakukan pada anakku..!!” ucap Jendral Liang yang belum melihat Dea dengan jelas lalu berlari untuk menyerang Dea
Dea yang merasakan adanya sesuatu yang mendekat otomatis melopat kebelakang menghindar dan jurusnya pun terganggu
Api biru yang menyerupai pedang yang mengitari leher dari Liang Shuyan tertarik kembali, sekarang Pedang Api Biru ada di belakang Dea berbaris teratur menyerupai sayap
Melihat ada yang mengganggu, membuat Dea tidak senang.. para pejaga bayangan yang Dea tahan sekarang telah bergabung dengan bawahan Jendral Liang karena pedang api biru sudah tidak ada di depan mereka
Yanxui yang melihat bahwa Jendral Liang datang dengan membawa pasukan pimpinannya merasa bahwa kakaknya dalam bahaya lalu diam-diam dia menghubungi kakaknya yang berada di istana dengan menyuruh salah satu penjaga bayangan miliknya