
“Ahh bosannya!” Ucap sosok misterius.
Seorang yang menggunakan hoodie sedang duduk di atas pohon. Dia sedikit bosan dengan lemahnya para monster yang ada di Battlefield sampai sekarang ini. Dia sebenarnya ingin segera melawan keenam monster pilihan itu, namun walaupun monster yang dimilikinya kuat dia tetap harus mengumpulkan informasi lengkap tentang keenam monster itu.
“Yang aku khawatirkan hanyalah monster api itu, tapi monster pengendali es juga tidak bisa aku hiraukan begitu saja.” Gumam sosok misterius.
Setelah melihat duel kemarin, dia sedikit terkejut dengan kekuatan dari Lancer dan Fenrir. Dia tidak menyangka kedua monster itu begitu kuat. Untuk mengatasi mereka, dia juga harus memperkuat monster miliknya.
“Lancer dan Fenrir kah? Bahkan untuk melawan mereka berdua aku tidak yakin bisa menang.” Keluh sosok misterius.
Sosok misterius itu masih memutar otak memikirkan bagaimana cara mengalahkan kedua monster itu. Namun pengamatannya masih belum selesai, masih ada empat monster lagi yang belum berduel. Sosok misterius itu harus bersabar sedikit lagi.
Ketika sedang berandai-andai di atas pohon, kemudian tanpa sadar ada dua orang yang sedang lewat di bawah pohon tempatnya duduk. Keinginannya untuk bertarung muncul kembali. Dia segera melompat turun dan menyapa dua orang itu.
“Hei kalian, tunggu..!” sosok misterius tiba-tiba muncul dari atas.
Mereka berdua berhenti dan mengambil posisi waspada saat melihat ada orang asing. Terlihat kedua orang itu memegang kartu monsternya masing-masing.
“Siapa kau? Apa maumu?” Tanya laki-laki pertama.
Sosok misterius sedikit maju ke arah kedua laki-laki itu sambil menjelaskan tujuannya.
“Tenang kalian berdua. Ini Battlefield bukan? Aku hanya ingin mengasah kemampuan bertarungku.” Jawab sosok misterius.
“Jadi kau ingin menantang salah satu dari kami berduel?” Tanya laki-laki kedua.
“Tidak, lebih tepatnya aku menantang kalian berdua semuanya.” Jawab sosok misterius lagi.
Kedua laki-laki itu langsung melonggarkan kewaspadaannya. Menurut mereka dua lawan satu akan jauh lebih mudah untuk menang.
“Oh, percaya diri sekali kau!” Jawab laki-laki pertama.
“Bagaimana? Apa kalian takut?” Tanya sosok misterius.
“Harusnya kami yang bicara begitu. Lebih baik persiapkan dirimu untuk kalah.” Lanjut laki-laki pertama.
Kemudian kedua laki-laki itu mempersiapkan skill deck masing-masing. Sosok misterius juga bersiap, dia terlihat santai saat meladeni kedua laki-laki itu karena sosok misterius itu sudah bisa menebak yang dihadapinya saat ini pasti hanya monster-monster lemah lagi.
“Kalian siap?” Sosok misterius memastikan.
“Lebih dari siap!” Lanjut laki-laki pertama.
[Skill deck ready]
Skill deck semuanya telah mengeluarkan suara jika siap digunakan. Waktunya duel dimulai.
“Duel!” Ucap sosok misterius.
“Duel!” Sahut kedua orang itu serentak.
Kedua orang tadi memanggil monster mereka masing-masing. Lagi-lagi yang muncul hanyalah dua monster Mark 1, itu membuat sosok misterius kehilangan semangatnya meskipun sudah diprediksi olehnya tadi
“Muncullah monsterku!” Sosok misterius memanggil monsternya.
Lagi, dia memanggil monsternya tanpa menggunakan mantra pemanggil. Lalu yang muncul juga monster yang juga sama misteriusnya dengan pemiliknya. Kabut hitam mengelilingi monster milik sosok misterius, sama sekali tidak memperlihatkan wujud monsternya.
“Bahkan monstermu saja tak terlihat, apa kau sudah mengaku kalah? Kalau begitu kami tidak akan menahan diri lagi. Skill aktif.” Balas laki-laki pertama sambil mengaktifkan skill.
“Skill aktif.” Laki-laki kedua mengaktifkan skill.
Mereka berdua mengaktifkan skill berturut-turut dan menyerang monster milik sosok misterius. Sosok misterius itu hanya melihat skill deck miliknya. Dia melihat serangan kedua orang itu hanya bisa mengurangi sedikit HP dari monster miliknya.
Kedua laki-laki tadi membombardir monster lawannya hingga semua skill milik mereka cooldown. Dua orang tadi kemudian merasakan hal aneh.
“Bagaimana ini? Skill kita cooldown tetapi tidak berpengaruh padanya!” Kata laki-laki pertama.
“Sebentar aku lihat!” Balas laki-laki kedua.
Laki-laki kedua melihat skill decknya. Dia bergegas melihat informasi dari orang yang sedang mereka lawan. Alangkah terkejutnya dia ketika mengetahui fakta sebenarnya bahwa yang dilawannya adalah orang ranking 1 di Battlefield.
“Gawat!!” Laki-laki kedua ketakutan setelah melihat skill decknya.
“Kenapa?” Tanya laki-laki pertama.
“Yang kita lawan ternyata rank 1.” Jawab laki-laki kedua dengan gemetar.
“Astaga!!” Laki-laki pertama ikut terkejut.
Sosok misterius tersenyum ketika melihat kedua laki-laki itu mulai ketakutan. Sebelum duel, sosok misterius sengaja menutupi data asli pertandingan miliknya. Semua kemenangan akan tertera menjadi 0, namun ketika sudah di dalam duel sosok misterius kembali menampilkan jika dialah ranking 1 di Battlefield.
“Bagaimana setelah mengetahui informasi tadi? Aku sengaja menutupi dataku di skill deck milikku. Jadi di skill deck milik semua orang, tidak ada yang tahu pasti tentangku ketika sebelum duel.” Jelas sosok misterius.
“Sial, kita dijebak!” Laki-laki pertama panik.
“Bagaimana ini?” Tanya laki-laki kedua.
Kedua laki-laki itu sudah kehilangan arah, mereka sudah terlalu fokus dengan rasa takut dan panik. Skill mereka juga sudah digunakan semua dan sekarang semua skill-nya dalam keadaan cooldown. Tidak ada lagi cara mereka berdua untuk melawan sosok misterius itu.
“Sekarang giliranku. Skill aktif, ultimate: Cross of Doom.” Sosok misterius mengaktifkan skill ultimate.
Sosok misterius menarik skill ultimate lalu mengaktifkannya. Tiba-tiba dari balik kabut keluar cahaya hitam berbentuk X yang meluncur ke monster milik kedua orang itu.
“Uwaaahhh...” Teriak kedua orang itu.
Mereka berdua terpental sangat jauh ke belakang, mereka juga berguling karena kekuatan lawannya begitu besar. Kekuatan yang sungguh dahsyat menghantam mereka berdua. Ledakan hitam muncul setelah skill ultimate itu menyerang dua monster mereka. Tanah yang dilewati ultimate itu juga hancur berantakan, bahkan pohon-pohon di samping kanan kiri tempat duel pun lenyap tak tersisa.
“Benar-benar monster.” Ucap laki-laki pertama dengan tertatih-tatih.
“Lupakan itu, sekarang kita harus lari. Aku tidak ingin mati.” Balas laki-laki kedua yang menahan sakit.
Mereka berdua mengambil monster milik mereka yang telah kembali ke wujud kartu. Setelah itu mereka log out dari Battlefield dengan terbirit-birit. Sosok misterius itu bahagia setelah membuat orang tadi ketakutan.
“Hahaha, hanya orang-orang lemah yang besar mulut di awal namun terbirit-birit setelah melihat kekuatan monster yang sesungguhnya!” Sosok misterius tertawa keras.
Sosok misterius kembali melihat ke skill deck miliknya. Poin kemenangan semakin banyak dia kumpulkan. Bukan tanpa tujuan sang sosok misterius membabi buta menyerang siapa saja di Battlefield. Sosok misterius sedang mencari kekuatan yang tersembunyi untuk memperkuat monsternya.
“Lebih baik aku juga log out. Besok adalah simulasi mereka yang kedua, aku tidak boleh melewatkannya.” Sosok misterius log out.
Sosok misterius kembali menghilang secara misterius. Dia kemudian log out dari Battlefield dan menghilang pergi.