
“Bersiap keluar dari dinding itu Kevin. Dual skill: Cyclone arrow + Cyclone edge.” Ryan mengaktifkan skill kombinasi.
"Wahai angin yang liar, serang dengan wujud tajammu." Phoenix mengeluarkan kekuatannya.
Setelah dua skill aktif, di sekitar Phoenix muncul banyak pusaran angin kecil, lalu pusaran angin itu membentuk sesuatu. Cyclone arrow memunculkan beberapa panah dari angin yang ujung panahnya angin yang berputar. Sedangkan Cyclone edge memunculkan angin yang berbentuk sabit dengan jumlah yang cukup banyak.
“Sekarang kau tidak bisa kabur lagi. Wahai angin, hujani musuh dengan sayatan angin!” Phoenix kembali mengeluarkan kekuatannya.
Skill dari Phoenix menghantam dinding pertahanan dari Titan. Dinding Titan pun hancur seketika, akhirnya skill kombinasi dari Phoenix bisa meruntuhkan pertahanan itu. Sekarang Titan benar-benar keluar dari sarangnya.
“Kita tidak bisa sembunyi lagi, Kevin.” Ucap Titan.
“Hmm.. Biar kulihat.” Kevin melihat skill decknya.
Kevin menganalisa daftar dari skill yang dimiliki Titan pada skill deck miliknya. Dia berpikir untuk melancarkan serangan kombinasi untuk membalas Phoenix. Karena cooldown dari Earth wall sangatlah lama, Kevin mengabaikan skill itu untuk sekarang.
“Oke, aku sudah paham. Sekarang semua akan berakhir, aku akan menang!” Ucap Kevin.
“Apa katamu?” Ryan seolah tidak percaya.
Kevin menemukan sebuah kombinasi skill yang sangat unik menurutnya. Kemungkinan untuk gagal hanyalah sedikit, itu peluang besar untuk Kevin untuk menang. Ryan hanya bisa terkejut mendengar Kevin yang tiba-tiba mendeklarasikan kemenangan, dia mempertanyakan keseriusan Kevin.
“99% seranganku setelah ini akan membawaku menang dalam duel ini. Aku hanya bilang 99% karena memang ada sedikit kemungkinan untuk gagal.” Jelas Kevin.
"Itu tidak mungkin bukan? HP Phoenix masih tersisa cukup banyak dan tidak mungkin jika kamu langsung bisa membuat Phoenix kalah dalam sekali serang." Balas Ryan.
"Kita lihat saja!" Kevin menarik dua kartu skill dari skill decknya.
Saat ini Kevin lebih unggul, HP dari Titan hanya berkurang sedikit karena serangan barusan. Sedangkan HP dari Phoenix menyisakan tiga perempat dari keseluruhan HPnya akibat dari serangan kejutan tadi
“Bersiaplah Ryan, Dual skill: Earth bound + Earth fall.” Kevin mengaktifkan skill kombinasi.
“Gawat Ryan! Bertahan.” Seru Phoenix.
"Aku panggil sang tanah pengikat." Titan mengeluarkan kekuatannya.
Saat Earth bound aktif, muncul tanah seperti earth spike tadi, bedanya tanah ini adalah tanah yang mengikat lawan. Tanah itu berhasil mengikat Phoenix serta menarik Phoenix sedikit ke bawah.
"Ughh.." Phoenix terikat.
"Muncullah sang tanah penghancur." Titan kembali mengeluarkan kekuatannya.
Belum juga usai, Earth fall aktif. Muncul gumpalan tanah di atas Phoenix yang terikat. Tanah itu langsung menjatuhi Phoenix dan dengan cepat mengirimnya ke tanah.
“Akhirnya aku berhasil membawa Phoenix ke permukaan. Dengan ini selesailah semua.” Ucap Kevin.
Satu kelemahan Phoenix, yaitu dia tidak bisa apa-apa jika tidak terbang. Membawanya ke permukaan adalah satu-satunya cara untuk mengalahkannya. Kemudian Kevin mengambil skill ultimate, Kevin berniat mengakhiri duel ini.
“Ini bercanda bukan?” Luna tidak percaya.
“Monster Kevin benar-benar monster yang hebat. Pertahanan dan serangannya sangat seimbang kuatnya.” Astrid kagum.
“Seperti yang aku bilang tadi bukan. Tapi ada satu kelemahan terbesar dari Titan.” Balas Fenrir.
Semuanya melihat ke arah Fenrir, dia bilang jika Titan juga memiliki kelemahan. Aku sebenarnya sedikit tidak percaya dengan Fenrir setelah melihat sejauh ini betapa sempurnanya pertahanan dan juga serangan Titan. Kemudian malah Astrid yang menanyakan kepada Fenrir, dia begitu penasaran karena terlalu antusias menikmati duel ini.
“Apa itu?” Tanya Astrid.
“Kelemahannya adalah gerakan Titan sangatlah lambat.” Jawab Fenrir.
Tunggu! Kalau dipikir-pikir ada benarnya. Memang pertahanan dan serangan Titan sempurna, namun jika dilihat lagi gerakannya memang lambat. Lalu apa hubungannya?
"Memang gerakan Titan yang lambat berpengaruh di dalam duel? Tanyaku kepada Fenrir.
Aku kembali melihat duel Ryan dan Kevin, aku sangat menikmati duel ini. Berbeda dengan duel antara Andreas dengan Astrid, mereka memang hebat. Akan tetapi yang aku kagum di sini adalah bagaimana Kevin mengarahkan Titan dalam bertarung melawan Phoenix yang terbang lalu bisa membungkamnya di tanah, bagiku itu sangatlah hebat.
“Lalu apakah menurutmu Ryan dan Phoenix bisa menang?” Tanyaku kepada Fenrir.
“Semua itu tergantung partnernya, kita kihat saja apa yang akan Ryan lakukan.” Jawab Fenrir.
Kembali ke duel, Kevin tanpa menunggu lagi mengaktifkan skill ultimate milik Titan yang sudah ada di tangannya.
“Skill aktif, ultimate: Hammer of weakness.” Kevin mengaktifkan skill ultimate.
"Inilah hukuman, lemahlah terhadap tanah dengan palu ini." Titan mengeluarkan kekuatannya.
Titan mengambil palu miliknya. Lalu palu itu berubah menjadi palu raksasa yang sangat besar. Titan langsung memukulkan palunya ke bongkahan tanah yang menimpa Phoenix
“Uwaahhh..” Phoenix terpental.
Di sini Kevin tidak percaya dengan apa yang terjadi. Di skill deck, Phoenix masih bertahan dengan HP-nya yang masih tersisa.
“Apa?!.. Kenapa Phoenix masih memiliki HP? Bagaimana bisa?” Kevin tidak percaya.
“Skill aktif: Cyclone wall. Aku mengaktifkan skill ini setelah Phoenix menyuruhku untuk bertahan. Jadi aku hanya terkena damage dari skill ultimatemu saja.” Ryan sambil memegang kartu skill yang menyala.
Di sini Kevin langsung bertepuk tangan, tidak disangka jika waktu pengaktifan sklill pertahanan Ryan sangat tepat. Ternyata 1% dari kegagalan rencana Kevin memang berlaku untuk sekarang.
“Hebat kamu Ryan, duel ini menjadi lebih seru.” Puji Kevin.
“Sekarang giliranku, bersiaplah Kevin!” Balas Ryan.
Ryan mengambil dua kartu yang tersisa. Ini mungkin adalah Dual skill yang terhebat dari antara keenam monster yang ada.
“Dual skill: Cyclone dash + ultimate: Tornado trigger.” Ryan mengaktifkan kombo skill dengan ultimate.
Pengaktifan dual skill Ryan memicu kegaduhan di barisan penonton. Kami berempat sedikit tidak mempercayainya.
"Apa!! Ryan mengaktifkan dual skill dengan ultimate!" Luna terkejut.
"Ini benar-benar gila!" Sahut Astrid.
"Aku bahkan baru kali ini melihatnya!" Ucap Aria.
Aku juga baru saja menyaksikan hal gila yang Ryan lakukan. Aku sendiri tidak menyangka jika skill ultimate Phoenix bisa digunakan untuk dual skill. Aku tidak bisa berkata-kata lagi saat melihatnya.
“Tidak akan kubiarkan. Monstermu sekarang melemah terhadap skillku karena efek dari hammer of weakness tadi. Aku juga akan menyerang, skill aktif: Hammer swing.” Kevin membalas serangan.
Kevin langsung menarik skill terakhir yang tersisa di skill decknya. Bagaimana caranya Kevin harus menggagalkan dual skill milik Ryan.
“Ini adalah penentuan!” Seru Ryan.
Skill dari kedua belah pihak aktif. Di sisi Titan, palunya mengecil dan di sisi Phoenix aura angin yang dahsyat telah terkumpul.
"Terima ini Phoenix! Aku ayunkan paluku untuk menyerangmu." Titan mengeluarkan kekuatannya.
"Bersiaplah Titan! Wahai angin, berikan aku kecepatan." Phoenix mengeluarkan kekuatannya.
Titan melempar palunya dan terbang menuju Phoenix. Sedangkan itu, Phoenix sedang mengumpulkan kekuatan angin untuk melakukan sebuah dash dengan kecepatan tinggi. Lalu di langit muncullah sebuah tornado besar yang ujung tornado itu mengarah ke Titan. Phoenix selesai mengisi kekuatan dan langsung terbang menyusul tornado yang menuju Titan
"Wahai angin puyuh, berikan aku kekuatan dahsyatmu." Phoenix kembali mengeluarkan kekuatannya.
Phoenix memasuki tornado itu dan langsung berhadapan dengan palu milik Titan. Namun palu itu terpental setelah menghadapi serangan kombinasi Phoenix. Phoenix menerjang Titan bersama skill ultimate miliknya dengan kecepatan tinggi. Kombinasi kecepatan dari Cyclone dash dan juga kekuatan besar Tornado trigger sukses memberikan damage besar kepada Titan yang sama sekali tidak bisa menghindar. Titan pun kalah, HP nya habis dan dia berubah ke bentuk kartu.