HYDRA: The Fall of Hydron

HYDRA: The Fall of Hydron
Chapter 40: Anggota Baru



“Sudah mau pulang?” Tanya ibu ke Luna.


Ibu datang ke kamar sambil membawa sebuah kantong plastik yang berisi sesuatu.


“Iya bu, aku sudah pergi dari tadi pagi. Hari sudah semakin siang, pekerjaan di rumah masih banyak yang belum aku kerjakan." jawab Luna


Luna berpamitan kepada ibu, tidak lupa dia membawa baju olahraganya yang ditaruh di dalam plastik. Aku dan kemudian mengantar Luna sampai ke depan rumah. Ini adalah pengalaman pertamaku, akhirnya ada juga teman yang mau mampir ke rumahku. Saat sudah di depan, kemudian ibu memberikan Luna bingkisan.


“Ini untukmu nak." Ibu memberikan Luna sekantong cemilan.


“Eh, tidak usah repot-repot bu." Luna keberatan.


“Tidak, tidak apa-apa. Kebetulan tadi ibu beli terlalu banyak jadi lebih baik nak Luna bawa pulang sebagian. Sekalian untuk orangtuamu di rumah." Lanjut ibu.


Luna menerima bingkisan dari ibu Tio. Dia merasa senang ibu Tio telah baik kepadanya. Sekali lagi, Luna mengucapkan terima kasih.


“Terima kasih banyak bu. Terima kasih juga karena sudah diperbolehkan membersihkan diri di sini dan juga untuk baju ini. Aku pamit dulu bu dan juga Tio, aku pulang dulu.” Luna menundukkan kepalanya dan juga berpamitan.


“Iyaz sama-sama nak." Balas ibu.


“Anu..” Lanjutku.


Aku menghentikan Luna, aku ingin menyampaikan sesuatu namun saat mengingatnya aku malah malu sendiri.


“Anu apa Tio?” Balas Luna.


“Hati-hati di jalan." Ucapku.


“Iya terima kasih, aku duluan ya." Balas Luna.


Luna menaruh baju olahraga dan bingkisan yang diberi oleh ibu di keranjang sepedanya. Dia kemudian mulai menaiki sepeda dan mengayuhnya. Luna bergegas pulang ke rumahnya. Aku dan ibu melambaikan tangan kepada Luna. Saat Luna sudah menjauh, kami pun masuk kembali ke dalam rumah. Saat aku kembali ke kamar, aku baru tersadar. Kenapa kamarku rapi sekali?


“Bu, sewaktu aku ke minimarket apakah tadi ibu merapikan kamarku?” Tanyaku ke ibu.


“Tidak, ibu dari tadi di dapur." Jawab ibu.


“Lah lalu kenapa kamarku rapi sekali?” Tanyaku lagi.


“Oh mungkin nak Luna, dia anak yang baik lho nak.” Jawab ibu.


“Dasar anak itu, selalu saja semaunya sendiri." Aku menggeleng kepala.


Di saat perjalanan pulang, Luna berhenti sesaat di taman yang tadi dia lewati. Luna mengeluarkan smartphone miliknya dan membuka aplikasi sosial media. Dia memilih kontak ketua OSIS dan menulis sesuatu


“Ketua, aku sudah mendapat anggota baru." Tulis Luna.


Ternyata Luna memberitahu ketua OSIS jika dia telah mendapatkan orang yang akan menemaninya bertugas di OSIS. Luna mengirim pesan itu ke ketua OSIS.


Kling.. (Bunyi notifikasi)


Pesan Luna di balas oleh ketua OSIS. Dia segera membuka pesan itu dan langsung membacanya.


“Oh ya, ini berita bagus. Terima kasih atas kerja kerasmu Luna." Balas ketua OSIS.


Luna melanjutkan percakapannya dengan ketua OSIS di smartphone.


“Lalu apa lagi yang kita butuhkan?” Tulis Luna.


Kling.. (Bunyi notifikasi)


“Sudah aku ajak tadi, dia bilang akan datang besok. Oh iya jangan lupa siapkan badge untuknya." Tulis Luna.


Kling.. (Bunyi notifikasi)


“Oke, nanti akan aku buatkan. Kebetulan aku juga mau keluar malam nanti. Sekalian kasih tahu namanya.” Balas ketua OSIS


“Namanya Tio. Baiklah kalau begitu, aku mau lanjut pulang. Aku baru saja pulang setelah berdiskusi dengannya." Tulis Luna.


Kling.. (Bunyi notifikasi)


“Baiklah kalau begitu, sampai jumpa besok." Balas ketua OSIS.


Luna mengantongi smartphone miliknya dan kembali melanjutkan perjalanannya pulang. Sungguh hari ini hari yang sangat buruk untuknya, tapi Luna sedikit senang karena keluarga Tio cukup baik dengannya.


Sesampainya di rumah, Luna merasa sedikit takut sekarang. Bagaimana tidak, Luna pergi seharian dan pulang ke rumah sudah hampir sore. Mana dia belum mengerjakan tugas hari minggunya di rumah. Luna berharap agar tidak di marahi ibunya.


“Aku pulang." Luna sampai di rumah.


“Dari mana saja kamu? Loh itu baju siapa?” Ibu Luna bertanya-tanya.


"Ceritanya panjang bu." Jawab Luna.


"Duduk dulu." Ajak ibu Luna.


Luna dan ibunya kemudian duduk di ruang depan untuk membicarakan tentang ada apa dengan pagi ini. Sampai-sampai Luna pulang sesiang ini. Setelah duduk, Luna mulai menjelaskan kepada ibunya.


“Tadi aku ke rumahnya Tio bu. Dan ini adalah baju ibunya." Jelas Luna.


“Astaga kamu ini, belum mandi malah datang ke rumah anak laki-laki." Ibunya menggeleng kepala.


“Ibu jangan bahas itu lagi. Aku sudah mandi di sana tadi. Aku malu saat ibu Tio mengetahui aku belum mandi." Luna menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Ibu Luna terheran-heran dengan kelakuan anaknya hari ini. Ada perlu apa Luna pergi ke rumah anak laki-laki sampai dia lupa mandi begitu.


“Dasar kamu ini, memangnya kenapa tadi?” Tanya ibunya.


“Tadi aku melihat Tio dan guru olahraga ke sekolah saat pulang dari toko sayur. Aku penasaran, jadi aku mengintip mereka. Ternyata mereka melakukan pengambilan nilai karena saat pelajaran olahraga, Tio tidak pernah mengikutinya. Karena aku ingin memastikannya, jadi aku memutuskan untuk mengikutinya sampai ke rumahnya. Dan juga karena OSIS butuh anggota baru, jadi aku ingin mengajaknya." Jelas Luna.


Mendengar penjelasan Luna, ibunya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ibu Luna melanjutkan pertanyaannya.


“Memang kamu ini ya. Lalu bagaimana, dia mau masuk OSIS?” Tanya ibunya lagi.


“Syukurlah dia mau, karena mencari anggota untuk OSIS sangatlah susah. Banyak siswa yang menolaknya langsung." Keluh Luna.


“Ya sudah kalau begitu, segera bantu ibu. Pekerjaan rumah masih menumpuk." Balas ibunya.


“Baik bu. Eh iya, ini ada camilan dari ibu Tio." Luna menyodorkan kantong yang dibawanya.


“Aduh kok repot-repot." Ibu Luna menerima bingkisan dari Luna.


“Aku hanya bisa berterima kasih pada mereka, Tio dan ibunya sangat baik padaku. Baiklah aku mau mencuci dulu bu." Luna bergegas menuju ke belakang.


Sesampainya di rumah, ternyata pekerjaan rumah masih banyak. Ibu Luna baru saja selesai memasak, menyapu dan membersihkan rumah karena Luna pergi sejak pagi. Sementara cucian baju yang harusnya ibu Luna yang cuci masih menumpuk di tempatnya. Terpaksa Luna mencuci semuanya bersama cucian Luna sendiri nanti. Karena piring dan peralatan dapur yang digunakan ibunya memasak masih menumpuk di dapur, sekarang Luna mencuci piring terlebih dahulu.


Dengan ini semua yang Luna ingin tahu sudah terjelaskan. Hari ini adalah hari yang buruk serta sangat baik bagi Luna, apa lagi keluarga Tio sangat baik padanya. OSIS juga mendapat anggota baru dan besok, rapat akan dimulai.