
“Menghindarlah, Lancer!” Teriak Andreas.
Akan tetapi semua itu terlambat, Freezing shot telah mengenai Lancer. Sekarang Lancer tidak bisa bergerak, Lancer membeku akibat efek skill Fenrir.
“Sial, giliranku membalas.” Andreas memegang skill deck miliknya.
Andreas terkejut, tidak ada skill yang bisa ditarik dari skill deck miliknya. Padahal masih ada skill yang tidak cooldown dan belum digunakan.
“Ada apa ini?” Andreas heran.
Astrid tersenyum dan menjelaskan kepada Andreas tentang apa yang telah terjadi. Freezing shot bukanlah skill biasa, skill itu memiliki efek yang luar biasa hebat.
“Freezing shot adalah skill disable. Jika skill ini mengenai monster lawan, selain monster itu tidak bisa bergerak dia juga tidak bisa mengaktifkan skillnya.” Jelas Astrid.
Andreas terkejut mendengarnya! Andreas sangat tidak menyangka jika Fenrir memiliki skill seperti itu. Yang lebih Andreas tidak sangka-sangka adalah sifat kedua Astrid, baru kali ini dia melihat Astrid yang menyeramkan seperti itu.
“Ternyata seperti itu. Aku sungguh tidak menyangka jika di balik sifatmu yang ceria itu kamu juga bisa serius seperti ini.” Balas Andreas dengan menutup matanya.
“Ya aku hanya menyembunyikannya selama ini. Tetapi sifatku yang seperti biasanya juga bukanlah sebuah topeng ataupun kebohongan.” Jelas Astrid.
Sekarang tidak ada lagi yang bisa dilakukan Andreas. Lancer masih dalam keadaan membeku dan dia juga tidak bisa mengaktifkan skill karena masih dinonaktifkan oleh efek skill Fenrir.
“Aku sangat salut padamu. Aku tidak menyangka kalau kamu sehebat ini.” Puji Andreas.
Terlihat Astrid menarik satu kartu dari skill deck miliknya. Kartu dengan warna berbeda telah muncul dan sudah bisa di tebak jika kartu itu adalah skill ultimate.
“Terima kasih pujiannya. Aku akan mengakhiri ini semua. Skill aktif, Ultimate: Ice blizzard.” Astrid mengaktifkan skill ultimate.
Fenrir mengumpulkan kekuatannya. Kemudian di atasnya muncul banyak serpihan es yang saling menyatu satu sama lain.
"Muncullah hujan es! Hancurkan musuhmu berkeping-keping." Fenrir mengeluarkan kekuatannya.
Serpihan es yang melayang di udara tadi membentuk menjadi jarum-jarum es yang sangat banyak jumlahnya. Hujan es yang runcing pun datang menerjang Lancer.
Tidak berhenti di situ, Astrid menambahkan kepada Andreas jika Ice blizzard memiliki efek lain yang sama menyeramkan seperti Freezing shot.
“Asal kamu tahu, Ice blizzard menimbulkan double damage kepada monster yang beku. Jadi persiapkan kekalahanmu.” Tambah Astrid
“Apa..!” Andreas semakin panik.
Andreas hanya bisa pasrah, yang bisa menolongnya sekarang hanyalah keberuntungan. Meskipun HP Lancer masih penuh, tapi jika dihantam dengan double damage HP Lancer juga akan berkurang dua kali lipat.
Hujan es pun mencapai Lancer. Lancer menerima damage yang sangat besar. Lancer terpental ke belakang hingga mencapai posisi Andreas. Di sini Andreas mengira dia akan kalah, namun setelah melihat skill decknya, HP Lancer ternyata masih tersisa sangat sedikit.
“Syukurlah!” Andreas senang.
Ini kesempatan terakhir Andreas, HP Lancer jika tersenggol skill dari Fenrir saja akan langsung kalah. Andreas senang melihat HP Lancer yang tersisa sangat sedikit, Andreas akan membalas dengan serangannya setelah ini.
“Cih.. Beruntung sekali.” Astrid kesal.
Astrid kesal mengetahui Lancer masih bisa bertahan, padahal tinggal sedikit lagi dia akan memenangkan duel ini dan membalaskan kekalahan Fenrir sewaktu di Monster world. Astrid masih tidak mempercayai keberuntungan Andreas kali ini.
“Bangun Lancer! saatnya kita membalas.” Andreas kembali bersemangat.
Lancer bangun setelah tadi dia terlempar akibat serangan Fenrir. Lancer kembali berdiri dan siap bertarung kembali untuk membalas.
“Aku akan mengalahkanmu sekali lagi Fenrir. Aku percaya penuh kepada Andreas. Ayo Andreas kita aktifkan itu!” Lancer bangun dari tanah.
Tanpa ragu-ragu Andreas menarik skill ultimate dari skill decknya. Ultimate milik Lancer bisa dibilang salah satu ultimate paling berbahaya di antara keenam monster.
“Skill aktif, Ultimate: Assassin's mode.” Andreas dengan semangat mengaktifkan skill ultimate.
Fenrir hanya bisa melihat Lancer yang mengaktifkan ultimate-nya, namun setelah ini entah Fenrir bisa melihat Lancer atau tidak. Fenrir hanya sedikit mengingatkan Astrid tentang ultimate milik Lancer.
“Astrid, ini gawat!” Fenrir memberitahu Astrid.
“Kenapa Fenrir?” Astrid sedikit penasaran.
“Ini adalah skill ultimate yang paling berbahaya di antara kami semua. Dengan skill ini, Lancer akan sulit terlihat karena sangat cepat pergerakannya.” Jelas Fenrir.
“Apa..!!” Astrid terkejut mendengarnya.
Andreas membenarkan peringatan Fenrir. Karena kali ini Andreas tidak akan bermain-main lagi. Andreas yang akan mengakhiri duel ini.
“Benar sekali apa yang dikatakan oleh Fenrir. Assassin's mode tidak hanya memberikan Lancer movement speed yang tinggi. Skill ini juga menambahkan attack speed dan juga attack power yang besar kepada Lancer.” Tambah Andreas.
Tubuh Lancer mengeluarkan aura api. Bahkan semua orang di sini bisa merasakan aura dari Lancer. Lancer lalu bergegas untuk menyerang Fenrir.
“Aku datang Fenrir!” Ucap Lancer kemudian mulai bergerak dan menghilang.
Fenrir dan Astrid melihat sekeliling sambil mencari posisi Lancer. Lancer hampir tak terlihat karena terlalu cepat.
“Di mana dia, di mana dia, Fenrir?” Astrid mulai panik.
“Aku juga tidak tahu.” Balas Fenrir sambil menoleh kesana-kemari.
Terlalu lama mencari keberadaan Lancer yang sulit dilihat, Astrid sampai lupa jika dia harus mengaktifkan skill. Andreas memanfaatkan kesempatan ini untuk membalas Astrid menggunakan dual skill.
“Dual skill aktif: Flame dagger + Blade strike.” Andreas mengaktifkan skill kombinasi.
“Tidak mungkin!” Sahut Astrid.
Astrid tidak percaya jika Andreas akan menggunakan dual skill di keadaan Lancer menggunakan ultimate-nya. Astrid sudah kehilangan arah dan tidak tahu lagi apa yang akan terjadi setelah ini. Meskipun Astrid mengaktifkan skill, belum tentu skillnya bisa mengenai Lancer.
"Aku panggil belati-belati api! Tusuk musuhmu dengan api yang membara." Lancer mengeluarkan kekuatannya.
Kemudian 4 belati api muncul dari atas lalu menerjang Fenrir. Belati itu tepat mengenai tangan dan kaki Fenrir. Fenrir pun terbaring di tanah dan tidak bisa bergerak.
“Terima ini sekali lagi Fenrir. Wahai pedangku, dengarlah suaraku. Tunjukkan kekuatan api yang membara!” Lancer menebaskan pedangnya.
Skill Blade strike aktif. Lancer mengayunkan pedangnya ke Fenrir yang tidak bisa bergerak. Kemudian muncul ledakan api yang besar.
“Tiidddaaaakkk....” Teriak Astrid.
Fenrir terpelanting jauh kebelakang. HP Fenrir habis, dia pun kembali ke bentuk kartu. Astrid berlari dan mengambil Fenrir yang telah menjadi kartu. Lancer pun kembali ke bentuk kartu lalu menjadi bentuk fairy
[Winner: Lancer] (Skill deck mengeluarkan suara)
Andreas dan Lancer pun mendatangi Astrid yang terduduk lemas saat mengambil Fenrir.
“Yah aku kalah.” Astrid kembali ke sifat yang biasa.
“Pertarungan yang hebat, aku hampir saja kalah.” Andreas mengulurkan tangannya.
Astrid mengambil kartu Fenrir lalu melihat ke arah Andreas. Tidak salah memang jika Lancer yang terkuat dan juga Andreas yang hebat. Kombinasi mereka benar-benar sempurna, Astrid mengaku kalah kali ini.
“Sayang sekali aku kalah, lain kali akan kubalas.” Astrid menggapai tangan Andreas dan berdiri.
“Akan kutunggu!” Balas Andreas.