
Setelah mengantar Aria sampai depan rumah sakit, Luna kembali menuju ke ruangan ICU. Luna kembali ditanyai oleh ibu Tio.
“Kamu tidak pulang juga nak?” Tanya ibu Tio.
“Tadi aku sudah menelpon orangtuaku jika aku akan menginap di sini. Jadi aku menyuruh Aria untuk pulang.” Jawab Luna dengan sedikit takut.
“Loh kenapa?” Ibu Tio kaget mendengarnya.
Luna menjelaskan tujuannya menginap di rumah sakit kepada ibu Tio. Karena jelas tidak mungkin jika dia menginap tanpa ada alasan, Luna yakin ibu Tio tidak akan memperbolehkan dirinya menginap jika tidak memberitahunya.
“Anu.. Melihat ibu yang kelelahan seperti ini aku jadi ingin sedikit membantu. Ibuku sudah mengizinkan aku menginap selama semalam. Jadi malam ini ibu berisitirahat saja, biar aku yang menjaga Tio.” Jelas Luna.
“Tapi kamu tidak perlu sampai melakukan ini nak. Ibu jadi merasa tidak enak.” Ibu Tio keberatan dengan bantuan Luna.
“Tidak, aku tidak apa-apa. Pokoknya ibu malam ini harus beristirahat. Jika ibu jatuh sakit, siapa yang akan menunggu Tio di sini?” Balas Luna.
Ibu Tio pada akhirnya menyerah karena apa yang Luna katakan semuanya benar. Ibu Tio tidak boleh jatuh sakit karena masih entah kapan Tio akan sadar. Ibu Tio menerima bantuan dari Luna.
“Ya sudah, terima kasih banyak nak.” Ibu Tio berterima kasih atas bantuan Luna.
Ibu Tio sungguh merasa senang karena dia bisa beristirahat malam ini. Benar kata Luna, jika beliau memaksakan diri pada akhirnya ibu Tio juga akan jatuh sakit. Hari mulai gelap, ibu Tio dan Luna sudah merasa lapar karena sama-sama belum makan.
“Kamu lapar nak?” Tanya ibu Tio.
“Hmmm.. Lapar sih.” Jawab Luna
“Baiklah, ibu titip Tio lagi. Ibu akan pulang dan membeli makanan.” Lanjut ibu Tio.
“Pulang?” Tanya Luna keheranan.
Ibu Tio menjelaskan kepada Luna kenapa beliau harus pulang. Ibu Tio mengambil sebuah kantong plastik besar yang telah disiapkan beliau sebelum Luna dan yang lainnya datang ke rumah sakit.
“Iya, ternyata baju bersih ibu sudah habis. Ibu harus segera pulang dan mencucinya. Mumpung sekarang masih jam 7 malam, satu jam lagi ibu akan kembali. Ibu juga harus mengambil pakaian bersih untuk ganti, mumpung ada kamu jadi ibu tenang saat pergi nanti.” Jawab ibu Tio menjelaskan.
Luna melihat ke arah kantong plastik besar yang berisi baju-baju milik Tio. Kebanyakan baju Tio memang berlumuran darah akibat dari luka-lukanya. Mungkin karena hari kemarin belum terlalu kering lukanya, namun pada akhirnya Luna paham dengan ibu Tio.
“Oh baik kalau begitu bu, hati-hati. Aku akan jaga Tio.” Balas Luna.
“Lagipula besok kamu masuk sekolah bukan? Ibu akan membawakanmu baju ganti nanti. Agar seragam itu masih bisa dipakai besok.” Lanjut ibu Tio.
“Terima kasih banyak, bu.” Luna berterima kasih.
Ibu Tio membawa semua yang harus dibawa pulang. Kemudian beliau bergegas keluar dari rumah sakit dan mencari taksi, ibu Tio tidak ingin membuang waktu karena Luna juga belum makan.
Ibu Tio mendapatkan taksi dan langsung menyuruh supir agar cepat menuju lokasi yang telah diberitahu. Sesampainya di rumah, ibu Tio meminta supir taksi untuk menunggu sebentar dan memberi uang tips tambahan untuk waktu menunggunya. Karena sudah malam takutnya ibu Tio kesulitan mendapatkan taksi lagi nantinya.
"Aduh bajunya habis, bagaimana ini?" Ibu Tio kebingungan.
Setelah beberapa lama mencari, ternyata baju yang seukuran Luna telah habis. Yang tersisa hanya sebuah dress yang seukuran Luna. Meski bagian pundak terbuka, mau tidak mau ibu Tio harus membawanya. Opsi terakhir adalah memakaikan Luna jaket saat di rumah sakit nanti, ibu Tio juga membawa jaket milik Tio untuk Luna pakai.
"Bawa ini saja, sekalian jaket Tio nanti untuk dipakai Luna." Ibu Tio telah menentukan pilihan.
Cucian pun selesai, ibu Tio segera menjemur cucian itu. Ibu Tio mengambil semua yang telah dipersiapkan, ibu Tio bergegas keluar dan mematikan semua lampu serta tidak lupa mengunci pintu lagi. Ibu Tio segera kembali ke rumah sakit.
Supir taksi masih berada di depan rumah, ibu Tio segera masuk ke dalam taksi dan kembali menuju rumah sakit. Sebelum sampai rumah sakit, ibu Tio berhenti di kedai nasi goreng dan membeli 2 nasi goreng telur. Ibu Tio menunggu pesanannya, jam sudah menunjukkan 7:50 malam. Pesanan pun jadi, ibu Tio membayar dan melanjutkan perjalanan.
Sampai di rumah sakit, ibu Tio membayar taksi itu dengan uang tambahan lagi. Ibu Tio mengucap terimakasih kepada sang supir.
"Terima kasih banyak pak sudah membantu saya malam ini." Ucap ibu Tio berterima kasih kepada supir taksi.
"Sama-sama, bu. Senang bisa membantu." Balas supir taksi.
Taksi itupun segera pergi. Kemudian ibu Tio masuk menuju ruang ICU. Ibu Tio melihat Luna yang sedang duduk menunggu Tio.
“Aduh.. Maaf kalau ibu terlalu lama.” Ucap ibu Tio.
“Oh selamat datang. Tidak kok bu, tidak lama. Malahan ibu terlalu cepat pulangnya.” Balas Luna.
Ibu Tio meletakkan tas yang beliau bawa dan juga kantong plastik berisi makanan di atas meja. Ibu Tio membuka tas lalu mencari baju ganti untuk Luna yang telah disiapkan tadi.
“oh iya ini baju gantimu.” Ibu Tio memberikan Luna sebuah dress.
“Loh tapi ini kan...” Luna ragu.
Luna sedikit ragu dengan dress yang diberikan oleh ibu Tio. Meskipun Tio belum sadar, tapi dress itu cukup terbuka di bagian pundaknya.
“Ibu minta maaf, setelah ibu cari ternyata baju seukuranmu tinggal itu. Sebagai gantinya, nanti pakai jaket Tio yang ibu bawa untuk menutupi pundakmu. Ibu juga membawa selimut untuk tidur nanti, jadi kamu tenang saja.” Jelas ibu Tio.
Akhirnya Luna mengerti dan mau mengenakan dress yang di berikan ibu Tio. Karena baju seragam Luna masih harus dikenakan besok jadi mau tidak mau daripada bajunya kotor atau bau keringat nantinya.
Setelah berganti baju, Luna melipat dan merapikan seragam sekolahnya karena besok masih dia pakai. Ibu Tio kemudian memanggil Luna, makan malam sudah disiapkan.
“Sini makan dulu, ibu beli nasi goreng tadi.” Panggil ibu Tio.
“Aku segera ke sana!” Jawab Luna.
Mereka berdua melanjutkan dengan makan malam bersama. Setelah makan, karena jam sudah menunjukkan pukul 9 malam mereka pun harus segera tidur. Luna harus pulang pagi-pagi sekali karena dia harus pulang mengambil buku untuk pelajaran besok. Kemudian ibu Tio tidur lelap di sofa sedangkan Luna tidur di tempat duduk samping tempat tidur Tio.