
Aku dan Reza pun tiba di Battlefield. Kami sekarang berada di sebuah pulau kecil yang dikelilingi oleh air, entah ini di danau atau di tengah laut aku juga tidak tahu. Yang jelas ini adalah tempat yang menguntungkan bagi monster beratribut air sedangkan atribut api di sini akan sedikit turun atributnya.
Aku penasaran dengan tipe atribut monster Reza. Jangan-jangan monster miliknya beratribut air, aku pun langsung memastikan langsung kepada Reza.
“Reza, jangan-jangan monstermu beratribut Water ya?” Aku memastikan.
“Tidak kok, monsterku beratribut Fire seperti milik kakak!” Jawab Reza sambil memegang kartu monsternya.
“Oh jadi kita sama-sama beratribut api ternyata.” Aku sedikit lega mendengarnya.
Lalu kenapa kami harus berduel di tempat yang dikelilingi air seperti ini jika sama-sama beratribut api? Meskipun sama-sama turun atributnya tapi tetap saja membuat monster beratribut api tidak maksimal di tempat ini.
“Kalau begitu ayo segera mulai kak!” Ajak Reza yang sudah selesai persiapan.
“Baiklah, aku juga sudah siap.” Balasku.
Kami berdua mempersiapkan skill deck masing-masing. Terdengar suara dari skill deck dan kami pun memulai duel ini.
[Skill deck ready]
“Duel!” Ucapku dan Reza bersamaan.
“Aku memanggilmu, monster berkaki seribu. Mk I, Hayase.” Aku mengucap kalimat pemanggil.
Aku memulai pertama dengan memanggil Hayase. Hayase keluar dari kartu lalu muncul di depanku. Aku menunggu Reza mengeluarkan monster miliknya karena aku sebenarnya penasaran kenapa dia malah menyimpan monster miliknya di gudang.
“Sebelum aku memulainya, aku minta maaf sebelumnya kepada kakak. Untuk detailnya akan aku jelaskan nanti.” Ucap Reza padaku sebelum memulai duel.
“Heh?.. Apa maksudmu?” Aku bingung.
Reza membuatku kebingungan dengan apa yang baru saja dia katakan kepadaku. Memangnya dia salah apa tiba-tiba meminta maaf kepadaku? Tak lama kemudian, Reza melanjutkan dengan memanggil monsternya, inilah saat-saat yang aku tunggu.
“Aku memanggilmu, sang anjing api. Mk II, Hound.” Reza mengucapkan kalimat pemanggil.
Sungguh di luar dugaan, kali ini aku paham kenapa tiba-tiba Reza meminta maaf tadi sebelum memulai duel. Ternyata monster miliknya adalah monster Mark 2, itu cukup mengejutkanku.
“Apa! Mark 2?” Aku terkejut.
Kobaran api muncul setelah Reza memanggil monsternya. Monster miliknya adalah Hound, monster berwujud anjing yang beraura api dan ekornya juga merupakan ekor dengan api yang menyala. Aku bisa merasakan perbedaan kekuatan yang dikeluarkan oleh Hound, mengingat dia monster Mark 2 jadi aku sudah tidak heran lagi.
“Agar pertarungan adil, aku akan mengurangi 1 kartu skill yang akan aku gunakan agar skill yang kita gunakan nanti sama banyaknya.” Ucap Reza sambil memegang satu kartu skill.
Tiba-tiba Reza membuatku terkejut dengan niatannya mengurangi skill monsternya. Mendengar itu aku langsung tidak setuju dengan Reza. Aku pun menyuruh Reza mengurungkan niatnya.
“Tidak, aku tidak ingin seperti itu.” Balasku ke Reza.
“Loh kenapa kak?” Tanya Reza.
Aku tidak ingin merasa direndahkan, meskipun aku hanya memiliki monster Mark 1 tapi aku tidak ingin menang dengan cara dikasihani seperti itu. Aku ingin menang dengan duel yang benar-benar adil apa adanya.
“Aku tidak ingin kamu memandangku remeh walau ini hanyalah sebuah simulasi. Aku sendiri akan menemukan musuh yang hebat kedepannya, aku tidak ingin diperlakukan dengan keadaan latihan maka kita juga harus serius. Lagipula jika kamu juga akan kehilangan skill kombinasi jika kamu melakukan itu.” Jawabku sambil memberi Reza saran.
“Baiklah kalau begitu, kakak memang sudah bisa menerima keberadaan monster Mark 2 rupanya. Aku tidak akan sungkan meskipun ini hanya latihan, jadi jika kakak kalah maka bersiaplah!” Balas Reza.
“Aku sudah terbiasa kalah, maka dari itu aku harus mencoba untuk menang. Jika aku kalah lagi maka aku akan mencobanya lagi, begitu seterusnya!” Lanjutku.
Terlihat Reza memegang skill deck miliknya dan mengambil kartu skill. Aku bersiap untuk meng-counter serangan Reza.
“kalau begitu aku mulai. Skill aktif: Fire power”, Reza menarik kartu skill dan mengaktifkannya
Aura api pada Hound semakin membara. Suasana pun bertambah panas, benar-benar kalau monster Mark 2 tidak bisa diremehkan.
“Fire power meningkatkan kecepatan gerak dan sedikit kekuatan api Hound, jadi bersiaplah untuk skill berikutnya.” Reza mengingatkan.
Ternyata skill Reza mirip seperti Accelerate milik Luna yang membuatku kalah duel. Skill itu lebih ke skill pendukung karena tidak langsung memberikan efek serangan ke monsterku.
“Oke kalau begitu, sekarang giliranku. Skill aktif: Heat poison.” Aku menarik kartu skill lalu mengaktifkannya.
Hayase menyemburkan api dari mulutnya untuk menyerang Hound. Jika kena, maka Hound juga akan terbakar meskipun atributnya api.
“Hound, menghindar!” Ucap Reza.
Hound berhasil menghindari skill dariku karena Reza telah menambah kecepatan gerak milik Hound. Namun hound terkena sedikit api dari skillku, dia terkena efek burn dari skill yang baru saja aku aktifkan.
“Sial, ternyata monster kakak memiliki efek burn damage. Itu bukanlah efek dari monster lemah!” Reza salut dengan efek dari skillku tadi.
Ternyata Reza menyadari efek spesial dari skill Hayase. Aku melihat skill deck milikku. Memang HP Hound turun sekitar 10% karena efek burn dari Heat poison tadi.
“Aku sudah mempercayai monsterku sekarang ini. Aku akan terus berjuang selama aku masih ada dia. Aku juga tidak ingin terus kalah!” Balasku.
“Oh, aku hargai semangat kakak kali ini.” Reza memujiku.
Aku kemudian bersiap untuk serangan yang akan dilancarkan Reza. Tanganku terus aku letakkan di skill deckku. Aku sudah mempelajari selama dua simulasi kemarin, aku harus bisa meng-counter skill musuh seperti yang sudah mereka ajarkan selama simulasi.
“Dual skill: Fire smash + Fire claw.” Reza mengaktifkan skill kombinasi.
Sungguh di luar dugaan, Reza ternyata mengaktifkan dual skill untuk sekarang. Hound mengumpulkan kekuatan, aku masih meletakkan tanganku di atas skill deck. Kemudian cakar kedua kaki depan Hound menyala api yang berkobar. Tiba-tiba, Hound dengan cepat menerjang Hayase karena efek dari skill Fire smash miliknya. Kaki Hound juga siap mencakar Hayase akibat dari skill Fire claw miliknya.
Braaakkk.. (Suara tabrakan)
Hound tiba-tiba terpukul kebelakang dan juga serangan kombinasinya gagal. Kali ini akan kutunjukkan apa yang selama ini telah aku pelajari.
“Skill aktif: Shield.” Aku mengaktifkan skill pertahanan di saat-saat terakhir.
Reza hanya bisa tercengang melihatnya. Dia benar-benar tidak menyangka skill kombinasinya akan gagal oleh skill pertahanan yang tiba-tiba aku aktifkan tadi. Aku belajar banyak dari Ryan saat Phoenix diserang oleh Titan, lalu ini adalah duplikasi versiku sendiri.
“Seranganku gagal..! Kakak hebat, juga kakak terlihat seperti menikmati duel ini.” Reza terkejut lalu memujiku.
“Tidak kusangka jika duel bisa menyenangkan seperti ini!” Balasku pada Reza.