HYDRA: The Fall of Hydron

HYDRA: The Fall of Hydron
Chapter 133: Tak Dapat Dihubungi



Bel istirahat berbunyi, Luna segera mengeluarkan smartphone miliknya lalu mengecek apakah ada pesan masuk. Di layar smartphone tidak ada notifikasi apapun namun setelah dicek lagi, ternyata pesan Luna tidak terkirim ke Tio. Luna langsung menelepon nomor Tio, namun...


“Nomor tidak aktif, silahkan tinggalkan pesan.” Suara operator.


“Loh kok tidak aktif?” Luna kaget.


Luna kaget mendapati nomor Tio tidak aktif dan hanya mendapatkan balasan dari operator yang memberi tahu jika nomor yang dia telepon tidak aktif. Luna mencoba menelepon lagi tetapi sama saja, nomor Tio memang tidak aktif. Berkali-kali Luna mencoba akhirnya dia meninggalkan sebuah pesan suara.


“Tio, kamu kenapa tidak berangkat? Apa kamu sakit?” Ucap Luna


Luna begitu khawatir sekarang dengan keadaan Tio. Luna teringat dengan Aria, dia langsung berlari ke kelas 2D untuk memastikan lagi.


“Aria..!” Teriak Luna.


Luna sampai di kelas Aria lalu berteriak. Sontak Luna menjadi pusat perhatian karena teriakannya, semua siswa kelas 2D yang berada di kelas langsung melihat ke arah Luna.


“Maaf, maafkan aku!” Luna menundukkan kepalanya di depan pintu kelas Aria.


Aria melihat Luna yang tiba-tiba datang dan memanggilnya. Aria yang sedang ingin makan siang itu langsung mendatangi Luna yang ada di depan pintu. Aria tidak ingin Luna terus-terusan menjadi pusat perhatian.


“Ada apa kamu Luna, sampai teriak begitu?” Tanya Aria


“Maaf aku sedang panik tadi, aku ingin tanya apa kamu bawa smartphone sekarang?” Luna berbalik bertanya.


“Bawa sih, memangnya kenapa?” Jawab Aria.


“Cepat ambil, kita akan bicarakan sesuatu di belakang sekolah. Ini penting!” Balas Luna tergesa-gesa.


Aria sangat heran dengan tingkah laku Luna sekarang. Aria pun menatap Luna dengan rasa penasaran setelah Luna menyuruhnya dengan cepat mengambil smartphonenya. Aria kemudian menanyakan apa maksud Luna sebelumnya, dia juga penasaran ingin tahu kenapa Luna bisa sampai terburu-buru seperti itu.


“Tunggu Luna, ada apa sih?” Aria penasaran


“Sudah ambil dulu, aku belum ke kantin juga ini keburu waktu istirahat berakhir. Ini ada hubungannya dengan Tio soalnya.” Lanjut Luna.


“Tunggu, aku akan segera kembali. Sekalian aku bawa bekalku saja.” Aria langsung berlari meninggalkan Luna.


Mendengar itu, Aria tidak berpikir dua kali dan langsung bergegas untuk mengambil smartphonenya. Aria dengan cepat mengambil smartphone di tas dan juga bekal makanan yang belum dibuka di atas meja. Dia berlari kembali menuju Luna.


“Ayo..!” Ajak Aria.


Mereka berdua kemudian bergegas menuju ke belakang sekolah seperti yang dikatakan Luna. Luna dan Aria berlari menuju ke pohon yang biasanya Tio bersantai. Setelah sampai, Luna menyuruh Aria untuk mencoba menghubungi nomor Tio.


“Coba kamu hubungi nomor Tio, kamu punya nomornya kan?” Tanya Luna.


“Puuunnyaaa sihh..” Jawab Aria.


Aria sedikit gugup untuk menjawab pertanyaan Luna. Memang dia memiliki nomor Tio, tapi Aria sebenarnya tidak ingin Luna mengetahuinya. Namun untuk saat ini berbeda, Aria harus tahu kenapa Luna seperti itu dan ada apa dengan Tio sebenarnya.


“Hubungi cepat..! Pesanku tidak terkirim soalnya dan juga aku telepon tidak aktif nomornya.” Luna memberi tahu Aria keadaan yang sebenarnya.


“Hah? Iyakah?” Aria memastikan.


Karena penasaran, Aria membuka smartphone miliknya lalu mencari kontak Tio. Aria tidak berani menunjukkan kontak Tio di smartphone miliknya karena ada rahasianya, lalu dengan cepat Aria menghubungi nomor Tio, hasilnya..


“Nomor tidak aktif, silahkan tinggalkan pesan.” Suara operator


Hasilnya sama saja, saat Aria menelepon pun nomor Tio tetap tidak aktif. Aria jadi ikut merasa khawatir kenapa nomor Tio tidak aktif. Mereka berdua pun terlihat berpikir keras ada apa sebenarnya.


“Kira-kira dia kenapa ya? Apa dia sakit lagi?” Tanya Luna.


“Aku harap dia baik-baik saja.” Aria mulai khawatir.


Pada akhirnya, mereka berdua pun tidak dapat mengira-ngira lagi apa yang sebenarnya terjadi. Di sisi Aria pun dia tidak menginginkan Tio kenapa-kenapa, dia terlihat berpikiran positif seperti halnya Luna. Kemudian terdengar suara perut Luna yang sudah kelaparan.


“Aku lapar, ayo ke kantin dulu.” Ajak Luna.


“Ayo deh.” Balas Aria setuju.


Luna dan Aria berjalan menuju ke kantin. Di sini Aria mulai memikirkan lagi kenapa nomor Tio tidak aktif. Jika Tio sakit bukan berarti nomornya harus nonaktif, itulah yang ada di benak Aria. Aria merasa ada kejanggalan saat mengetahui nomor Tio tidak aktif, tapi yang jelas Aria berani menjamin jika Tio tidaklah sakit lagi.


Aria kemudian mengeluarkan smartphonenya lagi untuk mengirim pesan ke kakaknya. Aria takut jika nantinya Airi mencarinya ke kelas, akan lebih baik jika Aria memberi tahu di mana dia sekarang.


“Aku ke kantin di ajak Luna. Jika kakak mencariku ke kantin saja.” Tulis Aria.


Pesan terkirim ke Airi, berarti memang nomor Tio tidak aktif untuk saat ini. Aria semakin kepikiran hingga dia sedikit kehilangan mood-nya hari ini. Smartphone Aria berbunyi namun dia tidak mengeluarkannya lagi. Aria tahu pasti itu balasan dari kakaknya, bukan Tio.


Sesampainya di kantin Aria dan Luna langsung duduk di meja kosong. Mbak waitress datang untuk menanyakan pesanan, Luna memesan makanan serta lemon tea sedangkan Aria tidak memesan apapun karena sudah membawa bekalnya.


"Silahkan pesanan anda!" Mbak waitress menurunkan pesanan Luna.


"Akhirnya aku bisa makan juga." Ucap Luna senang.


Pesanan Luna datang, karena sudah lapar Luna langsung menyantapnya. Berbeda dengan Aria, dia malah memainkan bekalnya tanpa memakannya. Sama seperti kemarin namun sekarang beda di permasalahannya.


“Kamu kenapa Aria?” Tanya Luna.


Luna melihat Aria yang hanya memainkan bekalnya dan tidak memakannya. Luna menanyakan apakah Aria baik-baik saja sampai-sampai hanya bermain dengan bekalnya itu.


“Tidak, aku tidak apa-apa.” Jawab Aria.


Aria memakan sesuap bekalnya agar Luna tidak curiga jika dia sudah kehilangan nafsu makannya. Saat Luna mulai makan, smartphone miliknya berbunyi.


Kling.. (Bunyi notifikasi)


"Siapa sih yang mengirim pesan? Aku kan sedang makan." Gerutu Luna.


Luna pun segera membuka smartphone miliknya lalu membaca pesan yang baru saja masukm


“Apa Aria bersamamu sekarang? Aria tidak membalas pesanku soalnya.” Pesan dari Airi.


Ternyata Airi mengirim pesan ke Luna. Dia menanyakan Aria karena tidak membalas pesan. Luna kemudian menyampaikan pesan dari Airi itu kepada Aria.


“Kakakmu tanya nih apa kamu bersamaku sekarang. Katanya kamu tidak membalas pesannya.” Luna memberi tahu Aria.


Aria yang sedikit melamun itu kaget dengan Luna yang memberi tahu jika kakaknya menanyakan dirinya. Memang tadi Aria tidak membalas pesan dari kakaknya namun Aria tidak menyangka jika dia akan dicari kakaknya seperti itu.


“Oh maaf, biar aku saja yang balas.” Balas Aria.


Aria kemudian mengeluarkan smartphonenya lalu membaca pesan dari Airi.