HYDRA: The Fall of Hydron

HYDRA: The Fall of Hydron
Chapter 104: Pengumuman Penting



“Maaf aku terlambat.” Teriak Airi dari kejauhan.


Airi berlari menuju anggota klub yang telah berkumpul di lapangan. Hari ini adalah hari yang penting bagi klub tenis. Setelah tiba, Airi langsung berdiri di depan barisan para anggota.


“Baik, hari ini akan berbeda daripada biasanya. Aku akan mengumumkan sesuatu yang cukup penting untuk klub kita. Untuk Rin, silahkan ke depan.” Ucap Airi.


Semuanya saling berbisik, ada apa sebenarnya. Rin pun langsung menuju ke depan setelah dipersilahkan Airi lalu berdiri di samping Airi.


Ini waktunya Airi melepaskan jabatannya dan meresmikan Rin sebagai ketua baru klub tenis. Airi yang sudah kelas 3 sudah tidak memiliki waktu lagi untuk mengurus klub, lalu hari ini adalah hari di mana Airi akan bebas melakukan apapun setelahnya.


“Untuk semuanya, mulai hari ini aku mundur dari posisi ketua klub tenis. Aku sudah kelas 3 dan aku harus mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian akhir. Dan inilah penggantiku, Rin. Aku memilihnya dengan pertimbangan yang sangat matang. Aku harap kalian semua kedepannya akrab dengan Rin untuk kedepannya.” Airi mengumumkan ketua baru klub tenis.


Rin maju beberapa langkah ke depan setelah kak Airi mengumumkan dirinya sebagai ketua baru. Rin berdiri sambil melihat ke semua anggota klub yang sedang berbaris.


“Semuanya, mohon bantuannya.” Rin menundukkan kepala.


Semuanya kaget mendengarnya kecuali anggota kelas 3. Tidak ada yang menyangka bahwa Airi akan mundur menjadi ketua. Memang sebelumnya pemilihan Rin menjadi ketua baru sekedar diskusi para anggota kelas 3 dan mereka juga setuju dengan pilihan Airi. Sedangkan untuk anggota kelas 2 dan anggota baru, hal ini sungguh mengejutkan.


“Anu.. Apakah kakak juga akan keluar klub?” Tanya anggota kelas 1 dengan sedikit sedih.


“Tidak, aku masih akan tetap di klub hingga saatnya aku harus fokus belajar. Rin juga masih harus belajar untuk menjadi seorang ketua. Jadi kalian tidak usah khawatir, aku masih di sini untuk membimbing kalian semua.” Jawab Airi.


Para anggota yang lain pun menjadi sedikit tenang dan mereka mulai tersenyum menerima mundurnya Airi. Di sini Rin menjadi sedikit canggung, dia kebingungan karena malu berada di depan barisan para anggota. Melihat itu, Airi menyuruh semua anggota untuk mengucapkan selamat kepada Rin.


“Baiklah kalian semua silahkan berikan selamat kepada Rin, ketua baru kita.” Ucap Airi.


Semuanya berdiskusi untuk mengucapkan sesuatu dengan serentak, kemudian semuanya berkumpul mengelilingi Airi dan Rin. Rin menengok ke sekeliling dan dirinya menjadi sedikit gugup.


“Selamat datang ketua baru, mohon bimbing kami kedepannya!!” Ucap semuanya serentak.


Rin merasa terharu. Dia sangat tidak menyangka jika dirinya akan diterima dengan hangat seperti itu. Mata Rin berkaca-kaca, dia pasti akan meneruskan semangat kak Airi ke depannya untuk klub tenis.


“Baik semuanya, aku pasti akan mengurus klub ini sebaik kak Airi!” Rin terharu.


Semua bertepuk tangan dan menyambut serta menerima kehadiran Rin. Para anggota lain sudah benar-benar menerima keberadaan Rin, Airi dan juga para anggota kelas 3 hanya bisa tersenyum melihat semua ini. Airi kemudian menyuruh Rin untuk segera memulai kegiatan klub.


“Ayo segera mulai kegiatan sore ini!” Ajak Airi.


“Ya sudah kak, kakak mulai saja.” Balas Rin.


“Kamu bagaimana sih, aku kan sudah bukan ketua. Karena aku bukan ketua, jadi ketua baru yang harusnya menginstruksi.” Goda Airi.


Kebiasaan Airi muncul, dia memang suka menggoda orang lain seperti itu bahkan terlalu sering kepada adiknya. Rin pun hanya bisa pasrah, memang sudah tugasnya menjadi ketua adalah memimpin.


“Haaahh.. Dasar kakak ini. Baru juga dilantik langsung di suruh bekerja.” Keluh Rin.


“Baik semuanya, kembali ke barisan awal.” Instruksi Rin.


Semua berbaris seperti awal seperti yang diinstruksikan. Para anggota yang berbaris mengambil sikap siap untuk mendengarkan ketua klub yang sedang berbicara di depan. Airi dan juga para anggota kelas 3 juga ikut berbaris mengikuti instruksi Rin.


“Marilah kita mulai kegiatan sore ini. Silahkan kalian berpartner 2 orang dan segera latihan. Aku dan Kana akan latihan bersama kak Airi karena aku juga harus menjadi lebih baik lagi. Untuk yang tidak kebagian tempat berlatih, nanti gantian dengan yang lain. Sekian dari saya dan silahkan bubar.” Instruksi Rin di depan para anggota.


Para anggota pun saling mencari partner untuk berlatih. Keadaan lapangan cukup gaduh setelah barisan dibubarkan. Sedangkan para anggota kelas 3 mendatangi Airi dan mengobrol dengannya.


“Akhirnya kamu bebas juga!” Ucap salah satu anggota kelas 3.


“Yah akhirnya aku bisa lepas dari posisiku. Aku lega, aku jadi bisa fokus belajar.” Balas Airi.


“Kita juga harus berjuang sendiri setelah ini. Ujian sudah dekat.” Ucap anggota lain.


“Baiklah, ayo kita juga latihan. Sudah mundur jadi ketua bukan berarti kita harus santai bukan.” Ajak Airi.


Airi dan para anggota kelas 3 juga ikut berlatih bersama. Namun Airi akan lebih fokus untuk melatih Rin dan Kana kedepannya. Mereka adalah ketua dan wakilnya, Airi harus membuat mereka berdua menjadi cikal bakal yang bagus untuk klub.


Di sisi lain, di ruang OSIS semuanya telah siap. Kami telah mengenakan skill deck kami masing-masing. Waktunya kami semua berangkat menuju Battlefield.


“Semuanya, silahkan ke Battlefield dan mulai simulasi kedua ini.” Ucap Andreas.


“Kamu juga, semoga sukses!” Balasku menyemangati Andreas


“Kalau begitu, kami pergi dulu!” Balas Ryan.


Kali ini Ryan yang memimpin kami berenam menuju Battlefield karena Andreas tidak ikut masuk bersama kami. Kemudian kami bergegas menuju tempat duel kedua ini.


“Battlefield, In.” Ucap kami berenam.


Setelah mereka berenam masuk ke Battlefield, Andreas kemudian berdiskusi dengan Lancer. Dia mulai menjalankan rencana yang sudah dibuatnya.


“Kamu siap Lancer?” Tanya Andreas.


Lancer keluar menjadi bentuk fairy menjawab panggilan Andreas. Lancer sudah sangat siap karena memang mencari keberadaan pecahan dewa itu sudah merupakan tugas yang harus dia jalankan. Lancer sudah tidak ragu lagi untuk melangkah bersama Andreas.


“Aku akan melindungimu dengan seluruh kekuatanku nanti. Meskipun kita harus berduel dengan dewa itu, aku tidak akan menyerah begitu saja.” Jawab Lancer.


Mendengar jawaban Lancer, Andreas sudah benar-benar yakin untuk menghadapi si ranking 1 itu. Berbekal kemenangannya di simulasi kemarin, Andreas percaya dengan kekuatan Lancer. Skill dan kombinasi skill milik Lancer sudah Andreas pahami. Yang ingin Andreas pastikan hanyalah kemenangan yang bukan karena keberuntungan, kali ini Andreas harus menang secara mutlak.


“Oke, waktunya kita beraksi!” Andreas juga bergegas.