HYDRA: The Fall of Hydron

HYDRA: The Fall of Hydron
Chapter 164: Duel Sengit



"Keluarlah wahai bola kegelapan" Mage mengeluarkan kekuatannya.


Mage mengarahkan tongkatnya ke arah Fox. Energi kegelapan terkumpul di ujung tongkat milik Mage, lama kelamaan energi itu berubah menjadi bentuk bola. Bola itu meluncur ke arah Fox setelah energi penuhnya tercapai.


Di sisi Luna, skill accelerate milik Fox hampir habis. Luna mau tidak mau harus melawan dengan agresif sebelum kesempatannya benar-benar menghilang.


“Skill aktif: Lightning dash.” Luna mengaktifkan skill.


"Wahai petir, menyatulah denganku." Fox mengeluarkan kekuatannya.


Dengan adanya skill accelerate, dash milik Fox menjadi tak terlihat. Tiba-tiba Fox sudah berada di belakang Mage serta bisa menghindari serangan Mage yang menuju ke arahnya tadi. Lalu Mage pun jatuh dan tubuhnya kaku tidak dapat bergerak. Sekujur tubuh Mage diselimuti listrik-listrik kecil efek dari serangan Fox.


“Loh kok aku tidak dapat mengaktifkan skill!” Tanya Aria.


Ketika Aria ingin membalas serangan, sayangnya dia tidak bisa menarik skill apapun dari skill deck miliknya. Kemudian Luna menjelaskan kepada Aria apa sebenarnya yang baru saja terjadi.


“Saat Fox menggunakan lightning dash dan saat itu juga accelerate aktif, maka serangan dash dari Fox akan mengakibatkan stun dan kamu tidak bisa mengaktifkan skill untuk kali ini!” Jelas Luna.


“Aduh gawat kalau begitu!” Aria mulai panik.


Wajah Aria berubah menjadi panik ketika Luna memberi tahu jika dia tidak dapat mengaktifkan skill untuk satu kali. Ini merupakan kerugian karena di samping Mage tidak dapat bergerak, Aria juga tidak bisa membalas serangan dari Luna tadi. Sedangkan sekarang Luna bersiap untuk kembali menyerang.


“Aku akan mengakhiri ini, kekuatan monstermu sangatlah unik dan baru kali ini aku melihatnya. Aku tidak ingin duel ini lebih panjang lagi, aku ingin menambah kemenanganku lagi setelah menang dari Tio dulu. Skill aktif, Ultimate: Lightning strike.” Luna langsung mengaktifkan ultimate.


"Terimalah kemurkaan sang langit." Fox mengeluarkan kekuatannya.


Langit kemudian bergemuruh keras. Petir ultimate Fox turun menuju Mage. Di sini Aria mulai ketakutan, rasa takutnya dengan petir akhirnya muncul. Aria menutup mata dan telinganya. Ultimate Fox langsung menerjang Mage yang saat ini tidak berdaya.


“Tttiiiddaaaaakkkk....” Teriak Aria.


Duarrrr... (Suara ledakan petir)


Kabut debu menyelimuti tempat Mage berada. Serangan dahsyat yang telah membuatku kalah duel dengan Luna dulu akhirnya berakhir sama pada Aria, kekuatan dahsyat Fox memang benar-benar sakit. Setelah beberapa lama, kabut debu itu perlahan menghilang, aku sedikit penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya.


“Aku menang!” Ucap Luna.


Namun kejadian sebaliknya terjadi. Saat kabut debu benar-benar hilang, Mage masih bisa berdiri dengan pelindung yang mengelilingi tubuhnya. Sebuah kartu skill juga menyala di tangan Aria dan itu cukup mengejutkan semuanya.


“Ini tidak mungkin, bagaimana bisa Mage masih bisa bertahan?” Luna kembali tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


“Aku harus berterima kasih dengan orang yang memberiku saran semalam!” Ucap Aria.


Mengingat semalam..


Aria yang sedang di dalam rumah bersama kakaknya dikejutkan oleh suara smartphone miliknya. Ternyata ada sebuah pesan yang masuk, Aria pun langsung mengeceknya.


“Tio mengirim pesan?” Aria bertanya-tanya.


Aria langsung membuka pesan dari Tio, dia kemudian membaca isi pesan tersebut. Aria cukup penasaran karena Tio baru saja pulang dari rumahnya dan sekarang dia mengirimkan pesan.


“Aku lupa bilang padamu tadi jika aku memiliki saran. Kemarin aku berduel dengan saudaraku di desa dan aku memiliki sebuah strategi. Jangan kamu menggunakan skill pertahanan di awal ataupun di serangan yang hanya sedikit mengancam HP monstermu. Gunakan saat lawanmu mengaktifkan skill terhebatnya atau skill ultimate. Aktifkan skill pertahanan setelat mungkin atau saat terkena skill lawan tapi jangan telat juga. Aku yakin monstermu akan bertahan walau dengan HP yang sangat sedikit.” Pesan dari Tio.


Aria langsung tersenyum karena dia tidak menyangka jika Tio begitu peduli kepadanya. Aria merasa ini adalah sinyal positif dan juga Aria harus melakukan apapun itu besok agar bisa menang dari Luna. Semua itu demi tujuan Aria sendiri.


“Oh begitu rupanya, terima kasih banyak Tio!” Ucap Aria.


Itulah yang terjadi semalam yaitu Aria mendapatkan sebuah alasan tambahan untuknya agar bisa memenangkan duel. Aria benar-benar sudah siap menghadapi semuanya.


Aria menjelaskan ke Luna bagaimana bisa Mage masih bertahan. Dan sekarang HP Mage benar tersisa hanya sangat sedikit, satu serangan saja maka Mage akan kalah.


“Aku mengaktifkan skill pertahanan sesaat Mage terkena ultimate Fox karena saat aku terkena serangan darimu maka stun yang tadi ada pada Mage menghilang dan saat itu juga aku menyelamatkan HP Mage dengan skill pertahanan: Magic guard, sebuah perisai kegelapan milik Mage.” Jelas Aria sambil memegang kartu skill.


Luna semakin menggelengkan kepalanya. Duel ini sungguh berbeda dengan apa yang telah dia menangkan atas Tio. Di duel ini sama sekali tidak ada perbedaan kekuatan yang mencolok, justru menurut Luna dia yang sedikit terpojok.


“Tapi tetap saja HP Mage tinggal sedikit dan aku masih memiliki satu skill serangan.” Luna juga memegang kartu skill.


Keuntungan lain ada di pihak Aria karena tadi tidak menggunakan satu skill. Karena skill yang lain masih cooldown dan hanya tersisa lightning arrow saja untuk menyerang sedangkan satu skill lain adalah lightning barier skill pertahanan Fox, Luna sedikit lebih optimis karena terkena sedikit saja maka dia akan menang.


“Sebelum kamu mengaktifkan skill itu biarkan aku mengaktifkan skillku terlebih dahulu agar jumlah skill serang kita sama. Sekarang skill serangan milikku masih ada dua dan mungkin itu cukup membuatku unggul.” Sahut Aria.


Sudah Aria bilang bukan jika dia akan melakukan apa saja untuk menang hari ini? Aria pun berniat menantang Luna demi meningkatkan kesempatan menangnya. Sekarang Aria memiliki satu skill ultimate dan satu skill serangan.


“Boleh, silahkan saja!” Luna menjawab tantangan Aria.


Luna terprovokasi oleh tantangan Aria. Luna sedikit meremehkan skill apapun yang akan di aktifkan Aria akan berakhir sama saja selagi skill serangan Luna mengenai Mage, maka kemenangan akan Luna langsung dapatkan.


“Kalau begitu silahkan tebak ini, karena jika kamu bisa menebaknya maka kamu akan langsung otomatis menang. Skill aktif: Magic illusion.” Aria mengaktifkan skill.


“Apa maksudmu untuk menebak?” Tanya Luna penasaran.


“Lihat saja!” Jawab Aria sambil tersenyum.


"Keluarlah wahai bayangan diriku." Mage mengeluarkan kekuatannya.


Tiba-tiba Mage menjadi banyak. Tubuh mage seperti membelah diri dan memunculkan Mage yang lainnya dengan jumlah banyak. Fox dan juga Luna langsung dibuat kebingungan dengan skill milik Mage. Fox berputar-putar melihat semua Mage yang ada.


“Mage yang asli hanyalah satu, jika kamu bisa menemukannya serang dan kamu akan menang Luna.” Ucap Aria.