
“Ternyata mereka mengundur simulasi terakhirnya.”,l Ucap seorang gadis berhoodie.
Gadis itu sedang menunggu kedatangan para pemegang monster utusan dewa di Battlefield. Di atas sebuah bukit, gadis itu masih melihat kesana-kemari untuk memastikan dia tidak melewatkan duel terakhir itu. Informasi mengenai semua monster itu adalah hal penting bagi gadis itu.
“Mereka memang tidak datang!” Ucap gadis itu setelah melihat sekeliling.
Gadis itu melihat skill deck yang berada di balik lengan hoodie bagian kanannya. Di skill decknya terlihat statistik tentang dirinya.
[Stalker, Win 39 Lose 0, Rank 1, Monster: ???]
“Aku bosan melawan monster lemah, padahal aku selalu menantikan duel sengit. Namun belum saatnya aku keluar untuk saat ini.” Ucap Stalker.
Dia adalah Stalker, sosok berhoodie yang selama ini sangat misterius. Dia menarik sedikit penutup kepalanya lalu memperlihatkan sedikit wajahnya. Yang terlihat hanyalah sebagian wajahnya meliputi mata ungu sebelah kanan, bibir dan hidungnya, sedangkan mata kirinya tertutup oleh pony rambutnya.
Stalker selalu mencari tahu apa yang sedang keenam orang dan monsternya itu lakukan. Sama seperti namanya, dia memanglah sosok penguntit yang haus akan informasi musuh yang akan dia hadapi. Apalagi yang akan Stalker lawan tidak hanya satu tapi melainkan enam monster sekaligus. Meski kekuatannya mumpuni, Stalker tidak ingin bertindak gegabah.
“Jika memang mereka tidak datang, sekarang ada hal yang lebih penting yang aku harus lakukan. Ke mana laki-laki itu pergi selama dua hari ini? Aku harus mencari tahu sendiri tentang itu.” Ucap Stalker sambil memejamkan matanya.
Setelah Stalker memejamkan mata, entah bagaimana caranya dia bisa menembus pikiran targetnya melalui mata kiri miliknya. Dia pun bisa mendengar suara targetnya meskipun hanya di dalam hati.
“Aku ingin pergi dari sini untuk sementara.”
“Aku punya sebuah kemungkinan.”
“Kami saat ini tengah menyelidiki seseorang. Di battlefield sekarang ada seseorang yang misterius memata-matai kegiatan kami. Orang itu juga kami duga membawa kepingan dewa yang telah bangkit kembali.”
Setelah mendengar suara suara itu, Stalker kembali membuka matanya lalu memuji anak laki-laki itu. Dia sama sekali tidak menyangka insting laki-laki itu begitu tajam.
“Hebat sekali dia! Dia bahkan bisa lebih dulu memiliki pemikiran itu jauh sebelum yang lainnya.” Stalker bertepuk tangan.
Setelah mengetahui dari suara suara yang dia dengar, Stalker memiliki beberapa hal yang harus dia pertimbangkan. Ternyata percobaan yang dilakukannya kemarin begitu mencuri perhatian laki-laki itu. Meski Stalker berniat membantunya, namun dia malah membuat laki-laki itu pergi jauh dari jangkauan pengawasannya. Itu merupakan kerugian untuknya karena salah satu targetnya telah pergi entah ke mana.
“Jadi itu alasan dia pergi. Dia mengkhawatirkan keselamatan teman-temannya. Refleksnya sangat baik namun ini menjadi kerugian untukku sendiri. laki-laki itu adalah pengendali dua atribut yang sangat langka. Dia adalah aset yang berharga untukku dan jika aku kehilangan dia maka itu akan menjadi hal yang sangat buruk." Ucap Stalker.
Stalker kembali mengingat kejadian hari itu, di mana dia berada di Battlefield melihat laki-laki itu dihajar hingga babak-belur. Stalker merasa jijik dengan kelakuan orang-orang itu yang melakukan duel dengan cara keroyokan. Itu tidak bisa dibilang hebat sama sekali, bahkan orang-orang yang telah dia hilangkan semuanya hanyalah pengecut. Sekarang Stalker harus berhati-hati dengan apa yang akan dia lakukan setelah percobaannya berhasil.
"Memang salahku melakukan percobaan itu kepada delapan anak yang lalu, itu juga karena aku sedikit geram dengan kelakuan mereka. Jadi untuk sekarang aku tidak akan menggunakan kartu pembuka dimensi graveyard ini kecuali untuk menghilangkan para pengganggu dalam misiku membangkitkan sang dewa kegelapan. Memang kartu ini sudah berhasil, namun karena ini hasil modifikasi dari lubang menuju dimensi kegelapan, jadi aku tidak bisa membukanya dari dalam jika sudah terlanjur masuk karena aku sendiri tidak memiliki kuncinya. Maka dari itu aku juga tidak bisa mengeluarkan delapan anak sial itu.” Ucap Stalker panjang lebar.
Stalker langsung berpikir keras bagaimana agar laki-laki itu segera kembali ke kota ini agar dia bisa kembali mengawasi perkembangan kekuatan dari laki-laki itu. Stalker sangat penasaran dengan kekuatan itu, bagaimana laki-laki itu bisa memiliki kekuatan langka mengendalikan dua atribut seperti itu? Stalker telah melihat laki-laki itu beberapa kali dan dia sangat yakin bahwa pandangan dari mata kanannya tidak mungkin salah jika didalam tubuh laki-laki itu ada dua elemen yang saling berebut satu sama lain untuk mendominasi kekuatan dari laki-laki itu.
“Jadi namanya Tio ya? Ini sangatlah menarik, aku sangat penasaran kejutan apa yang akan dia dapatkan dari kekuatannya itu." Ucap Stalker.
Bahkan Stalker bisa mengetahui nama dari laki-laki itu. Tio, orang yang diincarnya menjadi terlihat menarik akibat monster kelabang miliknya itu. Memang apa yang dilihat Stalker tidak memberi tahu jika monster itu kuat, namun tetap saja monster itu begitu unik. Monster level bawah namun memiliki dua atribut hanya baru kali ini dia temukan. Jika monster hebat, Stalker sudah melihat empat di antaranya pada dua simulasi lalu, namun kelabang itu benar-benar mencuri perhatiannya.
"Yang terpenting adalah apakah dia bisa mengendalikan atribut kegelapan atau tidak, karena itu yang terpenting untukku. Untuk sekarang aku mau pulang, aku sudah bosan menunggu mereka yang tak kunjung datang. Aku sangat menantikan kepulanganmu Tio! Hihihi..” Stalker tertawa menakutkan.
Stalker terlihat merencanakan sesuatu, dia lebih fokus dengan atribut dark yang dimiliki oleh Tio. Entah apa yang ada di benak Stalker mengawasi anak lemah itu dan dia juga menantikan apakah anak itu bisa mengendalikan atribut dark miliknya. Semuanya masih misteri dan hanya Stalker saja yang tahu tentang apa yang sebenarnya dia rencanakan kepada anak itu.
Setelah Stalker selesai menunggu ketidakdatangan keenam orang itu dan juga mengetahui nama laki-laki bernama Tio tadi. Stalker kemudian keluar dari Battlefield setelah itu masih dengan cara yang misterius. Dia menghilang dengan diselimuti aura kegelapan. Stalker akan mulai hati-hati mulai hari ini dan tidak akan menimbulkan keributan untuk sementara hingga Tio kembali. Dengan itu maka dia akan kembali mengawasi Tio sekembalinya ke kota nanti.