
“Ide bagus!” Balas Luna
“Aku setuju kak!” Aria mendukung.
Bel masuk berbunyi, sesuai pengumuman seluruh siswa harus berkumpul di lapangan sekolah. Karena tempat mereka bertiga berbicara adalah lapangan untuk olahraga jadi mereka bertiga harus segera menuju ke lapangan sekolah.
“Lebih baik kita ke sana dulu.” Ajak Airi.
Luna dan Aria pun mengikuti Airi yang bergegas menuju ke lapangan sekolah. Seluruh siswa juga bersama-sama menuju ke sana. Di lapangan, kepala sekolah beserta semua guru dan beberapa polisi sudah berkumpul. Para siswa juga berbaris sesuai dengan kelas masing-masing
"Eh, kenapa ada polisi?" Batin Luna.
Luna sampai di barisan kelasnya dan sedikit terkejut dengan kehadiran polisi di sekolahnya. Tak lama kemudian kepala sekolah mulai menaiki mimbar dan mulai berbicara.
“Hari ini kami terpaksa mengumpulkan kalian semua di sini, kalian pastinya sudah membaca pengumuman hari ini bukan?” Tanya kepala sekolah ke seluruh siswa melalui pengeras suara.
“Sudah...” Teriak seluruh siswa.
Kepala sekolah melanjutkan apa yang beliau umumkan untuk pagi ini. Tampak kepala sekolah mengambil mikrofon yang terpasang di depan mimbar dan kembali berbicara.
“Kami di sini akan menjelaskan lebih lanjut tentang pengumuman itu agar tidak ada rasa takut atau kepanikan di benak kalian semua. Pagi ini beberapa polisi datang kemari untuk mencari petunjuk hilangnya anak-anak itu dan polisi telah menemukan beberapa fakta..” Ucap kepala sekolah.
Ketika kepala sekolah sedang menjelaskan, terdengar teriakan-teriakan dari para siswa. Mereka menuduh seorang murid yang membuat anak-anak itu dikeluarkan dari sekolah dan juga menghilang.
“Ini pasti salah Tio..”
“Pasti dia yang melakukannya.”
“Keluarkan dia segera!”
“Tenang, tenang.. Kalian semua diam sebentar!” Instruksi kepala sekolah dengan nada cukup tinggi
Seluruh siswa akhirnya diam setelah kepala sekolah bilang untuk tenang. Karena kepala sekolah seolah membentak para siswa yang memperkeruh keadaan, para siswa pun berhenti berteriak. Keadaan kembali kondusif dan kepala sekolah melanjutkan menjelaskan.
“Karena jika saya yang mengumumkan ini akan membuat kalian berpikir yang tidak-tidak jika kami menyembunyikan sesuatu, maka saya persilahkan bapak polisi untuk datang kemari menjelaskan semuanya.” Lanjut kepala sekolah.
Setelah dipersilahkan, seorang polisi datang menghampiri kepala sekolah lalu bergantian tempat di mimbar depan barisan para siswa. Kepala sekolah mengembalikan mikrofon pengeras suara ke tempat semula. Polisi itu kemudian membuat klarifikasi tentang kasus ini.
“Baik saya di sini akan mengatakan suatu hal dan saya di sini tidak ada paksaan ataupun ancaman dari pihak manapun karena kami adalah aparat. Kami datang ke sini pagi ini adalah untuk mencari petunjuk tentang hilangnya anak-anak itu." Polisi itu mulai berbicara.
Kemudian terlihat para siswa saling berbisik-bisik setelah polisi itu bilang mencari petunjuk. Ada yang terlihat senang karena mungkin Tio memang bersalah sehingga polisi datang ke sekolah dan ada pula yang memperkirakan hal lainnya. Polisi itu pun melanjutkan memberi tahu kepada seluruh siswa tentang temuannya pagi ini.
"Delapan orang anak yang hilang di saat orangtuanya melapor kepada kami pada hari jumat kemarin lusa, mereka bilang anak-anaknya tidak pulang ke rumah sejak hari rabu kemarin lusa. Syarat untuk melaporkan seseorang hilang telah dipenuhi yaitu 2x24 jam atau 2 hari jika seseorang tidak pulang ataupun terlihat lagi. Setelah kami tanya lebih lanjut para orang tua bilang jika anak-anak mereka baru saja dikeluarkan dari sekolah. Laporan mereka kami terima, karena pelaporan tercatat di hari jumat lalu kami melakukan pencarian selama 8 hari terhitung dari sabtu hingga sabtu kemarin namun tidak menemukan hasil." Lanjut polisi itu.
Semua siswa terlihat sangat antusias mendengarkan apa yang sedang diumumkan oleh pak polisi di depan mereka. Para guru pun ikut menyimak klarifikasi yang sedang diumumkan pihak kepolisian itu karena masih ada guru yang belum mengetahui tentang hal ini.
"Kami menghubungi pihak sekolah kemarin jika kami akan datang ke sekolah untuk urusan penyelidikan tapi kepala sekolah menyarankan untuk datang besok karena ada agenda hari ini sekaligus mengumumkan kepada seluruh siswa jadi kami datang pagi ini. Kami juga telah bertemu dengan para komite sekolah dan menanyakan perihal pengeluaran anak-anak itu dari sekolah. Setelah kami selidiki ternyata anak-anak itu dikeluarkan karena telah mem-bully, tidak lebih tepatnya menganiaya seorang siswa. Kami diberikan surat medis oleh kepala sekolah yang isinya mengatakan jika di minggu kejadian itu terjadi, korban tengah berada di rumah sakit dan tak sadarkan diri. Anggota kami yang lain juga sudah memastikan ke rumah sakit dan surat medis ini benar adanya. Jadi kami pastikan jika anak yang menjadi korban penganiayaan itu tidak bersalah dalam hal ini." Tegas polisi itu.
Sontak seluruh siswa terkejut karena apa yang mereka salahkan kepada seorang siswa terpatahkan oleh pengumuman dari kepolisian. Ada beberapa siswa yang mulai tidak terima dengan apa yang baru saja polisi itu tegaskan. Namun polisi itu kembali melanjutkan pengumuman itu.
"Beserta pengumuman ini, kami dari kepolisian juga akan mengumumkan jika pencarian ini kami tutup dan untuk berat hati bagi keluarga yang kehilangan anaknya jika anak-anak itu sudah tidak bisa ditemukan lagi. Satu hal dari saya pribadi yaitu berhentilah mem-bully, itu merupakan hal yang sangat tidak manusiawi. Mungkin hukum alam telah membalas perbuatan mereka, namun jika mereka akhirnya ditemukan maka mereka semua akan terancam hukuman penjara karena bukti telah kami kantongi. Sekian dari saya, jaga diri kalian dan tidak perlu panik atas kejadian ini.” Polisi itu selesai menjelaskan.
Setelah polisi itu menjelaskan, seluruh siswa yang tadinya saling berteriak akhirnya sekarang terbungkam diam. Mereka semua jelas tidak berani berkata kasar kepada polisi setelah mendengar akan dihukum penjara semua anak yang menghilang itu. Polisi itu mempersilahkan kepala sekolah untuk berbicara kepada para siswa kembali lalu polisi itu kembali ke belakang ke barisan para komite dan polisi yang lain
“Dari saya juga cukup demikian, silahkan kembali ke kelas masing-masing setelah ini.” Tutup kepala sekolah.
Seluruh siswa pun dibubarkan, mereka kembali ke kelas masing-masing untuk melanjutkan belajar. Tidak sedikit dari mereka yang tidak mempercayai klarifikasi yang baru saja diadakan. Ada juga yang semakin menyalahkan Tio atas kejadian ini. Namun tidak sedikit dari mereka yang merasa ketakutan setelah itu, mereka bahkan tidak berani mem-bully lagi karena takut menghilang dan juga dihukum oleh kepolisian.