
“Kalau begitu ayo keluar dan pulang!” Ajak Andreas.
Kami semua setuju dan kami pun keluar dari Battlefield. Sesampainya di ruang OSIS ternyata hari sudah cukup sore. Andreas pun menyuruh kami semua pulang karena akhirnya apa yang telah kami semua rencanakan telah dilakukan. Aku juga senang karena bisa melihat duel hebat lainnya yang bahkan duel ini lebih penuh kejutan dari dua duel kemarin-kemarin.
Sesampainya kami di gerbang, kami berpisah pulang ke rumah masing-masing. Namun saat aku ingin pulang, Aria mendatangiku setelah tidak ada orang lagi. Dia menanyakan perjanjian semalam padaku.
“Tio.. Aku menang!” Ucap Aria.
“Haaahh.. Oke besok sabtu aku akan ke tempat itu.” Balasku.
Aku harus memegang kata-kataku semalam yang sudah menyanggupi permintaan Aria. Aku tidak ingin membuatnya bersedih sekarang karena tadi dia terlihat sangat berusaha keras dalam berduel dengan Luna.
“Oke terima kasih banyak, kalau begitu aku pulang dulu!” Aria langsung berlari meninggalkanku.
Sekarang tinggal perjuangan Aria yang sesungguhnya. Mulai hari ini dia sangat berniat mengalahkan satu kelemahan terkuatnya. Aria harus segera pulang untuk menemui kakaknya.
"Pulang ah!" Ucapku
Aku juga langsung pulang setelah itu karena hari sudah sore. Aku semalam dimarahi ibu karena pulang kemalaman dan sekarang aku tidak ingin dimarahi lagi karena pulang kesorean. Sudah berulang kali aku melakukan itu, aku tidak ingin hal itu menjadi kebiasaan buruk untukku.
Di sisi Aria, sesampainya dia di rumah ternyata rumah masih terkunci. Aria mencari kunci rumah di tasnya lalu membuka pintu rumah. Dia lalu memanggil-manggil kakaknya karena ada perlu sesuatu.
“Kakak.. Kakak..!” Panggil Aria.
Tidak ada jawaban dari Airi. Aria kemudian mengeluarkan smartphonenya dan bermaksud mengirim pesan ke Airi namun malah Airi sudah mengirimkan pesan ke Aria terlebih dahulu beberapa saat lalu.
[1 pesan baru, Kakak Airi]
Tertera satu pesan dari kakaknya di layar smartphone. Aria membuka pesan itu kemudian membaca isi pesan dari kakaknya.
“Aku sedang mengerjakan tugas di rumah teman jadi kemungkinan aku akan pulang malam. Kalau aku belum pulang dan kamu lapar ada mi instan cup di lemari dapur jadi silahkan di buat ya!” Pesan dari Airi.
“Yah kakak.. Padahal aku ingin minta bantuan dia sekarang!” Aria kecewa.
Aria langsung sedikit murung karena kakaknya sedang pergi. Mungkin Aria harus bersabar sedikit atas apa yang sekarang ingin dia lakukan. Namun mengingat hari sabtu sebentar lagi, Aria takut jika dia gagal dalam misinya itu. Aria pun memutuskan untuk segera mandi sembari menunggu kakaknya pulang. Aria sudah benar-benar tidak bisa menunggu lagi.
Sementara itu di Battlefield..
Dari kejauhan Stalker melihat semuanya. Dua monster terakhir sangatlah hebat baik yang rubah maupun penyihir bagi dia adalah ancaman besar, tidak keenam monster itu adalah ancaman terbesar bagi Stalker.
“Aku tidak menyangka monster dark itu sangat hebat, tapi monster light juga memiliki kekuatan yang besar. Mereka berdua wajib aku waspadai.” Ucap Stalker.
Stalker telah mengumpulkan semua data musuhnya itu dan ternyata mereka semua adalah pengganggu tingkat atas. Dia tidak bisa langsung melawan mereka semua meskipun kekuatannya sungguh luar biasa. Jika Stalker nekat pasti dia akan langsung tertangkap dan itu tidaklah lucu bagi pemegang monster dewa.
Stalker telah usai memata-matai semua duel para monster utusan dewa. Sekarang Stalker berniat kembali ke dunia manusia namun malah bertemu seorang laki-laki aneh.
“Eh ada cewek rupanya!” Ucap seorang laki-laki.
Seorang laki-laki dengan pakaian yang mencolok dan norak itu menggoda Stalker yang memang seorang gadis meskipun wajahnya hanya terlihat sedikit namun dilihat dari badannya semua orang pasti tahu jika Stalker adalah perempuan.
“Apa maumu?” Tanya Stalker ketus.
“Wah, wah, tunggu! Jangan galak-galak begitu.” Jawab laki-laki itu.
“Jawab atau aku akan pergi!” Tegas Stalker.
“Bagaimana kalau kamu jalan denganku malam ini?” Ucap laki-laki itu.
Sungguh laki-laki, mereka tidak dapat sedikit saja melihat gadis yang cantik apalagi memiliki dada yang besar. Stalker sangat benci dengan situasi seperti ini. Dengan mentah-mentah, Stalker langsung menolak ajakan laki-laki itu.
“Mimpi apa kamu semalam? Aku sama sekali tidak tertarik denganmu!” Stalker berjalan menjauh.
“Tunggu sebentar!” Laki-laki itu mengejar Stalker.
Laki-laki itu belum menyerah untuk mendapatkan mangsanya. Dia langsung mengejar Stalker yang berjalan menjauhinya dan kembali berniat mengajak Stalker kembali.
“Aku bilang aku tidak tertarik denganmu!” Tatap Stalker tajam.
“Aku ini anak orang kaya, uangku banyak dan apapun yang kamu akan minta pasti akan terkabul!” Laki-laki itu menyombongkan diri.
Laki-laki itu memberi informasi dirinya yang bahkan tidak Stalker hiraukan sama sekali. Stalker tidak membutuhkan uang, yang hanya dia butuhkan sekarang hanyalah kekuatan semata.
“Aku tidak butuh hartamu!” Stalker berjalan menjauh lagi.
Stalker menjadi emosi karena laki-laki itu. Kali ini dia berjalan tanpa menghiraukan lagi keberadaan laki-laki itu. Jika memang dia masih mengejar, mau tidak mau dia akan langsung pergi ke dimensi milik monsternya tempatnya bersembunyi.
“KALAU BEGITU AYO KITA DUEL! JIKA AKU MENANG MAKA DENGAN PAKSA KAMU HARUS MENGIKUTI APA KATA-KATAKU!” Ucap laki-laki itu dengan nada tinggi.
Stalker berhenti setelah mendengar laki-laki itu dengan percaya dirinya menantang duel. Apakah laki-laki itu belum tahu siapa sebenarnya Stalker? Apakah dia tidak takut padanya? Stalker tidak habis pikir lagi, dia langsung berbalik badan dan langsung membalas laki-laki itu.
“Oh, berani kamu melawanku?” Tanya Stalker.
“Selama sepuluh duel aku hanya kalah tiga kali saja. Aku percaya diri dengan monsterku!” Laki-laki itu memegang kartu monsternya.
“Oke kalau begitu, aku terima tantanganmu.” Balas Stalker.
Stalker kemudian mengeluarkan skill deck miliknya yang berwarna ungu lalu memasangnya di tangan kanannya. Stalker kemudian mengecek skill-skill yang ada di skill decknya lalu mulai bersiap dalam mode duel.
[Skill deck ready]
Terdengar suara dari skill deck Stalker yang menandakan dia siap untuk berduel. Sementara itu, laki-laki yang menantangnya sudah siap sedari tadi.
[Duel]
Duel pun dimulai, laki-laki itu memanggil monsternya lalu diikuti Stalker. Aura kegelapan mulai terasa meskipun Stalker belum memanggil monsternya ke arena duel.
“Aku memanggilmu, sang naga kegelapan. Mk II, Hydra.” Stalker memanggil Hydra.
Awan hitam muncul menyelimuti Battlefield, petir kegelapan pun menyambar di sekitar tempat duel. Aura kegelapan yang dahsyat terasa hingga para monster yang menghuni Battlefield lari terbirit-birit ketika monster milik Stalker dipanggil. Sekarang Battlefield berubah menjadi sangat gelap dan mencekam.
Sang pecahan dewa akhirnya muncul, namanya adalah Hydra. Kabut hitam yang selama ini menyelimuti Hydra menghilang setelah dirinya dipanggil secara normal oleh Stalker. Sosok Hydra yang merupakan naga kegelapan berkepala satu kemudian mengaum ke langit sebagai tanda kebangkitannya.
"Mari kita bersenang-senang Hydra. Hahaha... Hahahahaha..!" Stalker tertawa jahat.
Mulai saat ini Stalker tidak perlu lagi menyembunyikan identitas Hydra yang sesungguhnya. Karena telah mendapatkan informasi tentang musuh-musuhnya, sekarang sudah waktunya sang dewa bangkit.
TO BE CONTINUED...