HYDRA: The Fall of Hydron

HYDRA: The Fall of Hydron
Chapter 80: Simulasi Pertama, Fire Vs. Water



[Skill deck ready]


Di arena duel, skill deck Andreas dan Astrid telah siap digunakan dan terdengar suara dari skill deck masing-masing.


[Duel]


Duel pun dimulai. Saatnya kedua orang yang berduel memanggil monsternya.


“Aku mulai! Aku memanggilmu, sang kesatria assassin pengendali api. Mk II, Lancer.” Andreas memanggil monsternya.


Andreas melempar kartu monsternya ke atas lalu kartu itu menyala merah dengan terang. Muncullah Lancer, sang kesatria assassin beraura api di arena duel. Aura kemunculannya sungguh kuat. Dia juga memiliki pedang api yang besar.


“Aku akan menunjukkan kekuatan monsterku yang sesungguhnya. Aku memanggilmu, sang serigala penguasa es. Mk II, Fenrir.” Astrid memanggil monsternya.


Astrid membalas dengan memanggil monster miliknya. Serigala raksasa bernama Fenrir muncul. Hawa dingin mulai terasa di sekitar arena duel. Monster milik Astrid adalah serigala besar yang berdiri.


Aku hanya bisa terdiam melihat monster milik mereka. Keduanya memiliki aura yang mewakili atribut masing-masing. Kemunculan dari Lancer menunjukkan bahwa dia adalah monster yang sangat kuat. Tidak salah jika dia ditunjuk oleh para dewa untuk menjadi pemimpin dari keenam monster. Kehebatan Lancer bukanlah khayalan belaka, aku bisa merasakan kekuatannya menembus dadaku. Aku sampai sulit bernafas saat dia dipanggil.


Begitu juga Fenrir. Dia juga bukan monster yang bisa diremehkan. Dia adalah penguasa es, hawa dingin ini sedikit menyiksa. Aku hanya bisa melihat kedua monster mereka sambil memegang kartu Hayase. Melihat petir monster Luna saja sudah membuatku ketakutan. Kali ini aku melihat dua monster baru, dan keduanya sama hebatnya dengan Fox. Kali ini panas dan dingin saling menunjukkan kekuatannya satu sama lain.


“Aku mulai, skill aktif: Blade strike.” Andreas mengaktifkan skill.


“Aku akan menebasmu Fenrir! Wahai pedangku, dengarlah suaraku. Tunjukkan kekuatan api yang membara!” Lancer mengambil pedang yang ada di punggungnya.


Lancer menyalurkan kekuatannya ke pedang miliknya. Pedang milik Lancer langsung menyala aura api yang dahsyat menjawab Lancer. Lancer kemudian berlari menuju Fenrir sambil mengayunkan pedangnya.


“Tidak akan kubiarkan. Skill aktif: Ice field.” Astrid membalas.


Astrid menarik kartu skill dari skill deck miliknya lalu langsung dia aktifkan. Fenrir kemudian mengaktifkan kekuatannya setelah skill diaktifkan.


“Aku akan memperlambat gerakanmu Lancer. Muncullah! Dengan kekuatanku muncullah zona es di sekitarku.” Balas Fenrir mengeluarkan kekuatannya.


Lingkaran es tergambar memutari area simulasi. Tiba-tiba zona es muncul yang membuat Lancer menerima efek slow(lambat). Pergerakannya melambat, serangan Lancer sedikit meleset dan hanya mengurangi sedikit HP dari Fenrir.


“Sial, es ini sungguh mengganggu!” Keluh Lancer.


Andreas mencoba menenangkan Lancer. Bagaimanapun zona es yang dikeluarkan oleh Fenrir sangat menggangu pergerakan Lancer. Andreas kemudian memikirkan cara agar tidak terpengaruh dengan area es itu.


“Tenang Lancer, ini baru permulaan. Kita akan balas dengan serangan ini. Skill aktif: Flame arrow.” Lanjut Andreas.


"Wahai pedangku, aku tebaskan engkau dan seranglah dengan tusukan api yang membara." Lancer mengeluarkan kekuatannya.


Andreas membalas mengaktifkan skill, Lancer menebaskan pedangnya ke arah Fenrir. Lalu jarum-jarum api muncul dari pedang Lancer yang kemudian terbang menuju Fenrir.


“Skill aktif: Ice blade.” Astrid mengaktifkan skill.


"Muncullah wahai pedang es milikku!" Fenrir memegang zona es di bawahnya.


Dari zona es, muncul banyak es berbentuk pedang. Pedang-pedang yang menjulang tinggi itu lalu menghalau Flame arrow milik Lancer.


“Apa..! Meleset!” Andreas terkejut.


Andreas tidak menyangka jika serangannya hanya akan menabrak pedang-pedang yang dibuat oleh Fenrir itu. Namun Andreas masih bersyukur karena pedang es itu tidak digunakan untuk menyerang Lancer dari bawah. Karena jelas itu akan menyebabkan damage yang sangat besar apalagi semua skill milik Fenrir bisa menyebabkan efek slow yang sangat menganggu.


“Aku tidak akan memberimu kesempatan untuk melukai Fenrir. Di awal tadi aku hanya sedikit terlambat mengaktifkan ice field. Kecepatan Lancer tidak bisa diremehkan. Aku harus membuatnya tetap lambat.” Jelas Astrid.


“Akan kutunjukkan kecepatan assassin yang sebenarnya. Skill aktif: Flame javelin." Andreas mengaktifkan skill.


"Wahai pedangku, berubahlah menjadi tombak api dan seranglah musuhmu!" Lancer mengeluarkan kekuatannya.


Pedang Lancer berubah menjadi tombak. Lancer melompat ke atas untuk melempar tombak ke Fenrir. Karena Lancer melompat, jadi Lancer tidak terpengaruh dengan efek Ice field milik Fenrir. Tombak api yang dilempar Lancer melesat dengan kencang.


“Skill aktif: Ice barrier.” Astrid mengaktifkan skill.


"Wahai es, muncullah dan lindungi aku." Fenrir mengeluarkan kekuatannya.


Kristal es muncul di sekitar Fenrir, namun sebelum pelindung es milik Fenrir terbentuk dengan sempurna ada sesuatu yang terjadi.


“Lambat!” Balas Andreas.


Tombak Lancer berhasil mendarat sebelum kristal es membentuk pelindung. Fenrir terpukul ke belakang.


“Uwaaahhhh..” Fenrir terpental.


Astrid benar-benar ketakutan dengan kecepatan Lancer. Tidak salah memang apa yang diceritakan Fenrir kepadanya tentang Lancer dan kecepatannya.


“Benar-benar assasin, kecepatannya menakutkan!” Astrid kagum.


“Bagaimana? HP Fenrir sudah berkurang seperempat. Di sini aku buktikan jika kecepatan akan mengalahkanmu.” Balas Andreas.


Astrid melihat ke skill deck miliknya dan memang benar sekarang Lancer lebih unggul dari Fenrir. Astrid tidak boleh tinggal diam, dia juga ingin memenangkan duel ini.


“Oh jadi begitu. Kalau begitu apa boleh buat!” Astrid berubah menjadi serius.


Fenrir pun kembali berdiri. Dia pun berubah menjadi serius. Fenrir mengeluarkan kembali aura dingin dari tubuhnya.


“Kamu siap Fenrir?” Tanya Astrid.


"Aku akan mengalahkannya!" Jawab Fenrir.


Astrid lalu mengambil 2 kartu dari skill deck miliknya. Dia berencana untuk melakukan Dual skill, yaitu serangan beruntun yang menggunakan skill lebih dari satu.


“Inilah kengerian dari es. Dual skill: Ice spike + Freezing shot.” Astrid menatap tajam Andreas.


"Duri-duri es, muncullah dan tusuk musuhmu!" Fenrir mengeluarkan kekuatannya.


Kombinasi skill aktif. Di sekitar Lancer muncul duri-duri es yang siap menikam. Andreas tidak boleh membiarkan Astrid berhasil mengeluarkan skill kombinasinya itu.


“Sial dia mengeluarkan kombinasi skill. Skill aktif: Flame shield.” Andreas mengaktifkan skill pertahanan dengan perasaan panik.


"Wahai api, lindungilah aku." Lancer mengeluarkan kekuatannya.


Andreas memilih untuk bertahan. Pelindung api muncul di sekeliling Lancer namun Andreas tidak tahu pasti seberapa kuat Lancer bisa bertahan. Flame shield berhasil menangkis ice spike milik Fenrir, namun..


“Kamu melupakan sesuatu Andreas.” Lanjut Astrid.


"Muncullah tombak es! Terjang dan bekukan musuhmu." Fenrir mengeluarkan kekuatannya.


Setelah Flame shield menghilang, masih ada skill Freezing shot yang aktif. Fenrir mengeluarkan sebuah es tajam yang menerjang Lancer dan membuatnya beku sehingga tidak dapat bergerak lagi.