Blue Eyes

Blue Eyes
PENOLAKAN 98



Malam yang dinanti oleh Ella telah tiba,Maulana benar-benar menjemputnya untuk pergi Dinner.


"Kau cantik sekali Ell"puji Maulana saat Ella sudah duduk di sisinya.Ella tersenyum dengan rona merah di pipi.


"Kita akan makan malam di mana?"Sambung Maulana sambil lalu menarik tuas gigi.


"Aku ikut kemana saja yang kamu mau Sayang"jawab Ella tersipu.Maulana manggut-manggut..


"Ok...kita ke tempat yang paling romantis"


Senyuman di wajah Ella semakin melebar.


__


Saat dua sejoli yang tengah menikmati makan malam nya,tanpa sengaja Lana mendengar percakapan beberapa orang dibelakangnya.


"Tumben kau ada waktu makan malam sama kita"suara yang sangat khas bagi kaum benc0n9.


"Iya... karena Dominic lagi ada kepentingan dadakan"


"Ah palingan tetap aja masalah cewek"


"Betul banget,dia tergila-gila dengan perempuan purba"


"Perempuan purba ??"


"He-em...tadi ada yang nelfon tidak tahu dari siapa, katanya cewek kolot itu ada di rumah nya seorang Dokter.Jadi Dominic pergi ke sana sekarang untuk menjemputnya "


"Waaaaahhh so sweet banget "


"Terus Celine gimana??"


"Entahlah...aku sakit kepala mikirin semua hal tentang Dominic "


Maulana diam membatu, ia menatap wanita yang sedang menyantapnya makanan dengan anggun nya.


"Kau membohongiku Ella"


Ella Mengangkat alisnya, ia bingung dengan perkataan sang kekasih.


Maulana bangkit dari duduknya setelah meletakkan beberapa lembar uang.Lalu ia pergi tanpa kata.


"Lan...Lana"Ella terkesiap kaget ,ia segera menyudahi makannya dan berlari menyusul Maulana.Tapi pria itu cepat sekali pergi.Belum lagi Ella sampai di pintu masuk,pria yang dikejarnya sudah mengemudi mobil dengan cepat.


Ella terpinga-pinga,ia masih tidak mengerti apa yang terjadi.Sampai akhirnya ia melihat Dante yang duduk tidak jauh dari tempat duduknya.Pria kemayu itu terlihat sangat asyik ngobrol dengan rekan sesama benc0n9nya.


Kini Ella mengerti, mungkin saja Lana sudah tahu jika dirinya memberitahu Dominic tentang keberadaan Cahaya .


*


*


Cahaya membuka pintu saat ada seseorang yang menekan bel berkali-kali.Kedua bola matanya melebar saat melihat siapa yang datang.


"Ca..."Dominic tersenyum haru melihat sosok wanita yang dicari-cari nya,ia langsung memeluk Cahaya dengan erat.


"Ca... akhirnya aku menemukanmu,aku sudah mencari mu kemana-mana.Tak disangka ternyata kamu disini "


Dominic merenggangkan pelukannya,ia merasa aneh dengan respon Cahaya yang begitu dingin.


"Kamu kenapa?kamu tidak suka ketemu sama aku lagi??"


Cahaya tak bergeming,, Tatapan matanya tak dapat di artikan.


"Ca...aku ingin membawa mu kembali,bukan sebagai pengawal.Tapi sebagai keluarga,kamu mau kan??"


Cahaya menggeleng..


"Kenapa??Apa kamu tidak nyaman dengan Celine ??aku dan Celine udah putus..kami sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi"


Cahaya tetap diam dengan wajah datar.


"Mau ya"Dominic meraih tangan Cahaya dan menggenggam nya lembut.Namun Cahaya tetap menolak..Dominic jadi kecewa berat.


"Apa karena dia menempatkan mu di Villa besar ini??Aku juga punya kalau kamu mau, akan ku berikan semua yang ku miliki padamu Ca..asal kau mau ikut dengan ku"


PLAK!!!


Sebuah tamparan mendarat sempurna di wajah Dominic .Cahaya merasa tersinggung dengan ucapan pria itu.


"Pergilah...kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi sejak aku angkat kaki dari rumah mu"


"Aku tidak pernah mengijinkan mu pergi Ca...kamu meninggalkan aku begitu saja"


"Tapi kamu tidak pernah menganggap aku ada selayaknya wanita.Aku hanya di anggap sesuatu kebutuhan saja oleh mu,tapi sekarang Frans sudah tiada.Jadi aku sudah tidak punya alasan lagi untuk berada di sisi mu"


"Kau tidak butuh alasan apapun untuk bersama ku Ca,,, karena aku menyukai mu "


Cahaya tercengang, ia tidak mengira jika Dominic akan mengatakan hal seperti itu.


"Yah!!aku menyukai mu, perasaan itu muncul setelah kau pergi.Hatiku sakit Ca,,,sakit"Dominic mencengkram kerah bajunya sendiri.


Cahaya tidak bisa berkata-kata,saat itu ia baru menyadari jika Maulana berdiri di kejauhan memperhatikan mereka.


Pria itu sama sekali tidak datang menghampiri,padahal ia bisa melakukan nya.


"Aku tidak bisa ikut dengan mu, sekarang pulang lah"Cahaya berbalik hendak masuk,tapi tangan nya di tahan oleh Dominic .


"Kenapa Ca??ha??Apa kamu tidak menyukai ku??"


"Ini bukan tentang perasaan,tapi aku merasa disinilah tempat ku.Sekarang pulang lah..."Cahaya melepaskan pegangan tangan Dominic .Pria itu jadi kehilangan semangat,ia menatap punggung yang menghilang di balik pintu.


Berbeda dengan Maulana,ia tersenyum tipis karena Cahaya menolak pergi bersama Dominic .


Setelah Dominic meninggal kan kediamannya,Maulana keluar dari persembunyiannya.Ia bergegas masuk dan mencari Cahaya .


Begitu tahu keberadaan gadis itu, Maulana langsung berlari cepat menghampiri.Ia menarik Cahaya ke dalam pelukannya.Perasaannya sangat bahagia kala ini.


Cahaya diam saja,tak ada yang dapat mengerti apa yang Cahaya pikirkan dengan wajah datar tanpa ekspresinya.


"Terimakasih... terimakasih kamu Sudi tetap disini"


Cahaya tak bergeming,Maulana membingkai wajah Cahaya saat ia melepaskan pelukannya.


"Aku penasaran, kenapa kamu menolak ikut ??padahal Dominic mengatakan jika dia menyukai mu"


"Dia menyukai ku setelah aku pergi, setelah dia berpisah dengan Celine .Mungkin saja aku hanya dijadikan batu loncatan saja"jawab Cahaya .Maulana cukup puas dengan hasil pemikiran Cahaya .


"Kau cepat sekali pulang, bukankah kamu sedang makan bersama Ella??"sambung Cahaya .


Maulana tak segera menjawab,ia menghela nafas berat.


"Aku kecewa, ternyata Ella yang mengatakan kepada Dominic tentang keberadaan mu"


"Aku tidak kaget,dia sudah pasti akan mengatakannya kepada Dominic "


Maulana mengiyakan..


"Besok...aku akan pulang ke rumah orang tua ku,kamu mau ikut ??"ajak Maulana.Cahaya tak menjawab.


"Orang tua ku sudah meninggal,hanya tersisa adik kembar ku.Akan ku perkenalkan kamu kepada adikku "


"Aku ingin di rumah saja"Cahaya menolak,ia merasa trauma jika harus menghadapi orang-orang baru.Karena selama ini ia mengenal manusia selalu berpikir buruk terhadap dirinya.


"Kenapa ??"Maulana masih tidak bisa memahaminya.


"Malas,,,nanti aku akan dinilai jelek sama mereka.Lebih baik aku tidak kenal dengan siapa-siapa "balas Cahaya .


Maulana mengangguk mengerti.


"Ok!!hari Minggu kita di rumah saja, tidak perlu kemana-mana.Besok aku akan masak spesial untuk mu"


Cahaya mengembangkan senyum, ternyata dia setuju dengan rencana Maulana.