
Prabu Atmajaya tidak bisa menolak, karena Soraya pun menginginkan hal itu.Mereka menikah secara siri yang hanya dihadiri oleh,Ahmad,Pak Luyo , Kartika dan Prabu Atmajaya sendiri sebagai wali.
Pengucapan Ijab qobul pun berjalan lancar,semua mendoakan pasangan pengantin baru itu dengan doa yang baik.
Namun keributan terjadi usai membaca doa bersama.Para Bodyguard yang mencari Idris menyeret sang pengantin pria tanpa mengatakan apapun.
"Lepaskan!!Apa yang kalian lakukan ?? Lepaskan!!"Idris berontak,namun ia kalah kuat dengan tiga orang berotot itu.
"Lepaskan suamiku"Soraya menarik salah satu Bodyguard tersebut,namun ia justru terdorong ke belakang.Untung Ahmad sigap menangkap tubuh Soraya.
Gadis itu kebingungan,kenapa ia jadi lemah sekali ??.
"Kurang 4jar kau!! berani-beraninya kamu menyentuh istri ku"Idris ingin menghajar pria yang mendorong Soraya,namun tangannya dikunci tidak bisa bergerak bebas.
"Maafkan kami Tuan Muda... tolong jangan menyusahkan kami.Mari.."
Tiga Bodyguard itupun Mengangkat tubuh Idris masuk ke dalam mobil Fortuner hitam.Lalu pergi meninggalkan area kantor urusan agama.
Soraya bisa melihat bayang-bayang suaminya yang memukul-mukul kaca mobil.
"Ma...ayo kita susul suamiku"Pinta Soraya memohon.
"Kita pulang saja, tunggu di rumah jangan kemana-mana"Pak Luyo cepat menjawab.Prabu Atmajaya dan istrinya bingung, mereka tidak tahu harus bagaimana.Karena yang mereka hadapi bukan orang sembarangan.
"Tapi Pak?"
"Kau lemah Aya'..."Tanggapan Pak Luyo membuat Soraya tercekat."Pulanglah dulu"Pak Luyo merangkul putrinya dengan hangat,dadanya sebak menahan sedih karena ia tahu Sepertinya telah terjadi sesuatu kepada Soraya.
"Iya sayang..kita pulang dulu.Kita tunggu Idris di rumah"Sambung Prabu Atmajaya .
Soraya bingung,ia menatap jauh jalan yang baru saja dilalui mobil yang membawa Idris pergi.
"Ada apa dengan diriku??"
*
*
Begitu melihat Idris datang dan ditinggalkan oleh para punggawa.Ilyas menghantamkan cahaya merah kehitaman ke leher putranya.Hingga cahaya itu mencekik leher Idris sampai kedua kakinya Tak menapak lantai.
"Pa...pa.."Idris memegang lehernya yang tercekik,ia berusaha melepaskan diri namun tak bisa.
"Kau tahu kenapa Kecubung kembali padaku ???"
Idris tak bisa menjawab, wajahnya mengembang karena saking kuatnya cekikikan di leher nya.
"Mas!!!Kau ingin membunuh anak kita"Nicta histeris saat melihat tubuh Idris mengejang.Ilyas menghempaskan tubuh Idris ke lantai.Ia tersengal-sengal karena hampir saja kehabisan nafas.
Nicta meluruh memeluk putra semata wayangnya.Ia menangis sembari menciumi wajah Idris.
"Tega kau mas"
Ilyas membelakangi mereka, sebagai seorang Ayah.Ia juga tidak tega melihat anaknya dalam keadaan begini.Tapi Ilyas terlalu kecewa kepada Idris disebabkan tidak bisa menjaga pantangan penjaga Kecubung.
"Pergilah Nicta...aku harus bicara dengan Idris antara sesama pria"
"Tidak !!Kau sudah gila,anak sendiri mau kau bunuh"Nicta berucap dengan penuh penekanan.
Ilyas membalikkan badannya,ia mendekat.
"Kau tidak tahu apa yang sudah anak kita lakukan Nicta"
"Aku tidak perduli,ini semua juga salah mu karena menikah kan Idris dengan wanita yang tidak ia cintai.Kalau kau ada diposisi nya? pasti kau juga akan menentang bukan?"
"Keadaan nya sekarang berbeda Nicta,dan kau tahu itu"
Nicta menggeleng perlahan.
"Apapun itu aku tidak akan membiarkan kau melukai Idris..."Nicta memeluk Idris, menggunakan tubuhnya sebagai tameng putranya.
"Akh.."Ilyas berteriak menahan amarah"Kau sudah melampaui batas Idris "Kepalan kuat di tangan menunjuk kan betapa marahnya Ilyas saat ini.
"Ma-maaf kan Aku Pa...A-aku mencintai Aya''Suara Idris terdengar lirih.
"Tapi tidak seharusnya kau berzina dengan nya..."Balas Ilyas penuh penekanan.
"Aku...Aku sudah menikahinya Pa"
"Apa??"Nicta tercengang,ia merenggangkan pelukannya "Kau menikah dengan Soraya?"
Idris mengiyakan.
"Iya...Para bodyguard ku menemukan dia di Kantor Urusan Agama"Ilyas memperjelas.
"Lalu bagaimana dengan Halimah disini?"Nicta bingung dengan keadaan yang diciptakan oleh putranya.
"Ma..mereka bilang pernikahan ini hanya sebuah status,jadi tidak apa-apa bukan jika aku menikahi Soraya"Idris membela diri.
"Hari ini Zubair akan kembali ke Brunei"Gumam Ilyas kemudian.
"Baguslah"Idris lega mendengarnya.
"Halimah akan tetap disini"
Idris mengernyitkan keningnya mendengar sambungan kalimat dari Ayahnya.
"Apa?kenapa dia disini ??"
"Dia istri mu Ris.. Seorang istri akan selalu berada dimana suami nya tinggal"
"Tapi???"
"Tidak ada kata tapi-tapian"Ilyas memotong kalimat anaknya.
"Cepat atau lambat kau pun juga akan pergi ke Brunei untuk penobatan "
"Tidak Papa!!Mereka hanya menginginkan sebuah status pernikahan,agar tahta kesultanan tetap di tangan kubu mereka.Jadi aku tidak perlu pergi ke sana dan menerima penghormatan seperti itu "
"Tahta akan bertahan jika kau duduk di Singgasana dan Halimah sebagai permaisuri nya"
"Tidak ada kesepakatan seperti itu yang mereka ucapkan Papa..Mama dengar sendiri kan Paman Sultan bilang apa?"
"Tapi itu prosedur nya Idris..."Timpal Ilyas,"Apapun yang dikatakan oleh Zubair ataupun Permaisuri ?Semua tidak berlaku setelah kau menikahi Halimah "
"Berarti mereka menipu ku Papa.. Pernikahan ini tidak sah,aku akan menceraikan Halimah "Idris berontak,ia bangkit namun tangan Ilyas memegang pundaknya.
"Pernikahan bukan untuk dipermainkan Idris"
"Tapi mereka yang mempermainkan pernikahan Pa.."Mata Idris sudah pun berkaca-kaca.
Ilya mencoba menarik nafas dalam-dalam, ia ingin mengatur segala perasaannya.
"Jadilah laki-laki sejati,Ijab qobul adalah janjimu kepada Allah.Cukuplah kau mengecewakan aku sebagai penjaga Kecubung..Aku restui pernikahan mu dengan Soraya.Dan kau... selamatkan lah rakyat Brunei"
Idris tercenung, pupil matanya menatap sang Ayah dengan lekat.Nicta mengusap punggung putranya,ia bisa memahami perasaan Idris saat ini tengah terguncang.
"YAS!!YAS!!"
Seluruh rumah dibuat geger oleh teriakan seorang wanita.
"ILYAS KELUAR KAU!!! KURANG 4JAR KAU YA!!KAU MENIKAHKAN ANAK MU TANPA MEMBERI TAHU KU...KAU ANGGAP AKU APA?!HAH!!!"
Ilyas berdecih,
"Dari mana Aunty tahu???ma-ti lah aku kenak maki"
"ILYAS!!! SEMBUNYI DIMANA KAMU!!!"
Zubair dan Zulaikha yang berada di dalam kamar gegas keluar begitu mendengar suara ribut-ribut.Halimah pun sama,ia merasa penasaran siapa yang berani teriak -teriak di rumah seorang sultan.
"Aunty..."Ilyas keluar beserta anak istrinya.Rupanya Seruni datang bersama Luna.
"Oh disini rupanya kau.."Seruni menyingsingkan lengan bajunya,ia menghampiri Ilyas dan tanpa segan langsung menampar nya.
Semua yang melihat adegan tersebut sampai menganga.
"Ajaran siapa kamu melakukan hal ini kepada orang yang sudah membesarkan mu!hah?? Seingat ku,aku tidak pernah mendidik mu seperti itu"Seruni berucap dengan nada penuh penekanan.
"Meskipun aku bukan orang yang melahirkan mu,tapi aku sudah menjaga dan merawat mu sampai kau dewasa.Setelah kau bisa berdiri di kaki mu sendiri, setelah kau bisa terbang dengan sayap yang tangguh.Kau melupakan aku!! mengesampingkan diriku!! Kurang 4jar kau"
PLAK!!
Seruni kembali melayang kan tamparan,tapi Ilyas menerima pukulan itu dengan wajah tertunduk tanpa perlawanan.
"Mana istri Idris ??"Seruni mengedarkan pandangannya.Ia menemukan sosok gadis bercadar dengan pasangan suami istri di samping nya.
"Oh itu rupanya,eh kau!!Aku tahu kau sultan Brunei,tapi disini!kau bukan siapa-siapa.Jangan mentang-mentang ya kau punya harta dan kekuasaan mu hingga kau melupakan adab.Aku...aku orang yang telah membesarkan Ilyas"Seruni menepuk dadanya sendiri "Seharusnya jika ada situasi seperti ini, kalian harus mencari siapa orang yang dituakan dalam keluarga MITRA MEDICAL.Jangan seenaknya begini "
"Aunty..."Ilyas memberanikan diri untuk bersuara.
"APA?!!"bentak Seruni,kedua tangannya terpacak di pinggang.
"Ma-maaf kan Ilyas"
"Sudah seharusnya kamu minta maaf"
"Ini kami lakukan secara rahasia, karena Idris masih harus sekolah"
"Oh jadi kamu pikir aku mu-lut comberan sehingga kamu tidak mempercayai ku?begitu??"
"Maaf Aunty "