
Soraya heran melihat bekal yang dibawa Poppy,memang hanya sayur dan buah.
"Apa kamu kenyang dengan hanya makan itu?"
Poppy tersenyum getir.
"Apa kamu nanti tidak terkena asam lambung ?"Soraya terus bertanya.
"Ya' biarkan saja dia makan apa yang dia mau"tegur Idris.
"Ku rasa itu bukan yang dia mau,Pop..kamu makanlah seperti biasa.Jangan karena kamu dikatakan gendut,terus kamu menyiksa diri kamu sendiri.Tidak usah dengarkan apa kata mereka,kamu cantik kok meskipun tubuh kamu berisi "
Poppy tertunduk,ia menggigit bibir menahan tangis.
"Pokoknya mulai saat ini, siapapun yang bilang kamu gendut.Kamu makan saja dia sekalian "
Ucapan Soraya memancing Poppy untuk tersenyum.Idris bisa merasakan kehangatan dari sifat gadis ini.Meskipun dirinya sendiri adalah gadis populer,tapi Aya' tidaklah sombong.
"Tapi Ya'... sekolah ini adalah sekolah terbaik,masak siswinya ada yang kayak gentong"
"Gendut tapi cantik...siapa yang bisa seperti itu"Idris menimpali, membuat wajah Poppy langsung merona.
"Tuh denger..Idris aja bilang kamu cantik "Soraya menambahkan.Poppy tertunduk malu.
"Udah...nih makan..jangan menyiksa perut mu"Soraya menyodorkan makanannya.
"Terus kamu makan apa?"tanya Idris.
"Makan dari suapanmu"Soraya menjawab dengan manja,
"Ciyeeeee"goda Poppy.Idris pun menyuapi Soraya dengan senang hati.Mereka menghabiskan sepiring nasi berdua.
*
"Aya'..."Poppy dan Soraya berjalan beriringan menuju kelas.Sementara Idris pergi ke toilet sebentar.
"Hem??"
"Kamu sama Idris pacaran ??"
Soraya menggeleng.
"Kok mesrah amat??"
"Emang pacaran gimana sih?"
"Yaaa setahuku si cowok pernah nembak si cewek gitu"
Soraya mengernyitkan dahinya.
"Nembak ??Dor!!gitu??mati dong gue??"
"Bukan?? maksud nya nembak tu istilah... istilah si cowok bilang cinta sama si cewek.Begitu pun sebaliknya "
"Nggak...aku nggak pernah bilang cinta sama dia,dia juga begitu.. nggak ada..nggak ada kata cinta, sayang.."
"Terus??kalian kok romantis banget ?"
"Emmm entah??kita cuma nyaman aja begini..."
"Oh gitu...kalian udah kenal sebelum masuk sekolah disini ?"
"Iya..udah lama..tapi jarang ketemu gitu "
Poppy manggut-manggut.
___
"Sayang...semalam kamu ngapain dipanggil Yas ke rumah nya?"tanya Seruni.Karena pulang agak larut,jadi Steven kesiangan bangunnya.
"Itu.. ngambil darah sebagai obat nya Nicta "
"Darah sebagai obat ??"
Steven mengiyakan sembari menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
"Darah siapa sayang??"
"Aku kurang tahu.."
Seruni diam berpikir..
"Terus... Nicta sekarang berarti udah sembuh"
"Mungkin..."
"Gadis itu tidak apa-apa kan?"Seruni terus saja memuaskan rasa penasaran nya.
"Dia baik-baik saja,hanya lemas"
*
*
Soraya masuk ke dalam toilet,ia lebih sedikit terburu-buru karena sudah kebelet.Saat ia melepaskan air yang bertakung dalam tubuhnya, samar-samar Aya' mendengar seseorang seperti tengah makan dengan suara rakusnya.
"Siapa sih makan di toilet?"Aya' bermonolog sendiri.
Setelah hajatnya selesai,ia segera keluar.Karena penasaran,Aya' mengecek tiap kamar untuk tahu siapa yang makan di toilet dengan suara rakus.
Saat sebuah kamar yang tidak tertutup menunjuk kan siapakah dalangnya,Soraya segera mencari ember.Ia isi dengan air lalu ia siram kan kepada tersangka.
"Eh eh eh basah basah basah"
Ternyata sosok Kuntilanak yang tengah menjilati bekas darah yang ada di pants.Ia menjeling tajam ke arah Soraya.Dan bersiap menyerang,akan tetapi Soraya justru melempar timba yang dipegangnya hingga menelungkupi kepala si Kuntilanak.
"Woy...kok gelap...udah malam kah??mana anak itu??akan ku makan dia hidup-hidup "Si kuntilanak meraba-raba membuat Soraya tersenyum lucu.Tiba-tiba si Kuntilanak keserimpet baju nya sendiri, membuat ia tersungkur ke lantai.
"Aduh Mak...."Kuntilanak itu membuka timba yang menutupi kepalanya dan membuangnya begitu saja.
"Kau jahat benar ya manusia"sergahnya"Siapa kamu sebenarnya -hah?"
"Aku tidak suka kamu disini.. pergilah.."
"Kalau aku tidak mau pergi,kau mau apa?"
"Apa kamu ingin binasa?"
"Cuih .."Si Kuntilanak meludah, untung Soraya bisa menghindar"Kencing masih bau kencur udah mau melawan ku"
Soraya Mengangkat tangannya,dan si Kuntilanak itu terangkat juga hingga tubuhnya tergencet di atap.
"Woy...woy..aku belum siap"
Soraya menghempaskan tangan nya, tubuh Kuntilanak pun ikut terhempas ke lantai sampai pipih.
"Cu-curang kau ..."
"Masih kurang ???"balas Soraya,si Kuntilanak menggeleng dan langsung melenyapkan dirinya.Soraya menghela nafas,ia melangkah keluar dari dalam toilet.Dan agak terkejut karena Idris berdiri di depan pintu.
"Hanya berjaga-jaga takut kamu kalah"
Soraya tersenyum tipis
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pulang sekolah dan habis makan, Soraya pergi ke kamar Pak Luyo .Pria itu sudah sepuh,sudah sakit-sakitan.Kartika membayar seorang perawat laki-laki agar bisa menemani beliau.
"Bapak ...."Aya' duduk melantai di sebelah Pak Luyo yang tengah menyelesaikan sholat nya.Usai salam ia tersenyum ke arah putrinya.
"Sudah makan?"
Aya' mengangguk...
"Bapak dengar kamu kemarin malam pulang malem.Katanya main di rumah sultan,ngapain Sampek malam ??"
"Emmm bukan main..tapi Aya' menolong istri sultan itu.Dia seorang Kunyang yang ingin sembuh, katanya darah Aya' adalah obatnya.Jadi Aya' ngasih darah Aya' sama dia"Soraya menjelaskan secara jujur kepada Pak Luyo dan tidak menceritakan hal ini kepada kedua orangtuanya.
"Ohhh begitu rupanya,Bapak pikir kamu sudah aneh-aneh disana?"
"Aneh-aneh gimana Pak??Ohya keadaan Bapak gimana ??Bapak nggak lupa minum obat kan??"
"Alhamdulillah..Bapak masih diberi tambahan umur Nak...semoga sampai kamu menikah "
"Semoga sampai Aya' punya anak hahahaha"
Pak Luyo tersenyum tipis.
"Emang udah ada rencana mau nikah ni?"goda Pak Luyo .
"Ah Bapak... nggak kok..emang mau nikah sama siapa?"
"Ya siapa tahu kan?"Pak Luyo tertawa ringan,Soraya merebahkan kepalanya ke pangkuan Pak Luyo .Pria tua itu membelai rambut putrinya dengan lembut.
*
*
Soraya berdiri di balkon kamar sambil menikmati indahnya bulan purnama.Lolongan anjing terdengar bersahut-sahutan.Biasanya kalau seperti itu pasti ada makhluk gaib menampakkan diri.Tapi Soraya tidak perduli.
Tiba-tiba terdengar suara ponsel berdering,Soraya masuk ke dalam kamarnya karena ponsel nya ia tinggalkan di atas nakas.
"Hallo..."Soraya menerima panggilan dari Idris sambil lalu melangkah keluar balkon.
"Hay lagi apa?"
"Menikmati cahaya rembulan"
"Sama dong..."
"Masak sih??"
"He-em...aku lihat bulan jadi teringat sama kamu.Jadi iseng-iseng aku nelfon "
"Ohhh iseng ternyata "gumam Soraya.
"Ya nggak bukan gitu"
"Lah katanya iseng..."
"Ya udah deh..aku ngaku...ya aku rindu"
Soraya tersenyum tipis,senyum yang tak dapat dilihat oleh Idris.
"Emmm kamu rindu aku nggak ??"
"Nggak tuh"jawab Soraya singkat.
"Kok jahat sih??"
"Lah besok udah ketemu.. ngapain rindu"
"Iya sih...rindu itu memang berat,biar aku aja...kamu nggak bakalan kuat"
"Ya ileh..ngegombal..."
HIHIHIHIHIHIHI.....
Soraya mendongak begitu mendengar suara ketawa pihak ketiga.Ternyata ada sosok pocong sedang duduk di dahan pohon.
"Ya udah ku ngantuk ya..."
"Ok met bobok... sampai ketemu besok di sekolah ya sayang..."
"Eh...kamu manggil aku apa?"sergah Soraya.
"Sayang..."
"Kok tiba-tiba mesra gitu sih?"
"Lah kita kan emang mesrah"
"Sejak kapan??"
"Sejak aku cium kamu"
Soraya senyam-senyum.
"Tapi kita nggak pernah pacaran ya..inget!!"
"Rasa sayang ku melebihi orang pacaran "
Soraya mencebik..
"Ciyeeeee ciyeeee jadi iri gue"
Makhluk di atas pohon itu kembali mengusik.
"Ya udah ah...aku ngantuk..Bay!"Soraya mengakhiri talian tanpa persetujuan.
Tanpa ba-bi-bu ia mengibaskan tangannya ke atas lurus dengan dahan pohon yang diduduki oleh si pocong.
CRASSSS
Pohon itu tertebang dengan aneh,dan alhasil si pocong jatuh bersamaan dengan dahan yang tumbang.
Ia terguling-guling,karena posisi tubuh terbungkus kain seperti lemper.Si pocong jadi susah untuk menahan tubuh nya sendiri.
"Tolong woy... tolong....."
BYUUUUR
Ia masuk ke dalam kali yang penuh dengan air selokan.