
Luna menunggu Idris dengan menyandarkan tubuhnya di Moge milik pria itu.Ia sudah semangat sekali untuk pergi makan siang bersama Idris, sampai menolak untuk pulang bersama Lana.
Kelibat Idris terlihat,Luna tersenyum senang.Namun senyum itu cepat memudar saat melihat Soraya berpegangan tangan dengan pria yang ia nanti.
"Hey...Lana mana?"Sapa Idris.Luna tak menyahut,ia menatap Soraya dengan sinis.
"Lun...Lana mana?"Idris mengulang pertanyaannya.
"Dia sudah pulang"Luna menjawab dengan Ketus.
"Loh bukannya kita mau makan siang bersama?"
"Maksud kamu apa Ris?"
"Ya kita makan siang bersama, aku, kamu, Lana dan Aya'"
"Bukannya cuma kita berdua aja"tegur Luna.
"Ya nggak seru dong kalau cuma kita berdua aja Lun"Idris menjawab.
"Kamu memang keterlaluan RIS"Luna sangat kesal,ia menghentakkan kakinya lalu pergi dengan marah.
Soraya tersenyum tipis melihat kemarahan Luna.Iya yakin wanita itu pasti sangat kecewa.
"Terus sekarang gimana nih?"tanya Soraya.
"Ya udah kita makan siang berdua aja"
Soraya mengangguk setuju, dengan menaiki Moge milik Idris.Mereka pergi kencan untuk pertama kalinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat Idris mengantar Soraya pulang.Mereka berpapasan dengan Dinar dan suaminya yang baru saja hendak pulang.
"Aya'???"Dinar mengernyitkan keningnya, ia tidak segera masuk ke dalam mobil karena ingin tahu pergi dengan siapa gadis itu.
"Hah?? Bukankah itu anak sultan"Pekik Indra.Dinar membulat kan matanya, apalagi melihat kedua sejoli itu sangat mesra dengan saling menggenggam tangan.
"Hay Tante..."sapa Soraya.
"Aya' dari mana??ini bukannya anak sultan itu?"balas Dinar.Soraya tersenyum, cahaya matanya berbinar saat menatap Idris.
"Iya Tante..saya Idris "Dengan sopan Idris menyalami Dinar dan Indra.
"Kalian satu sekolah ??"
Soraya mengiyakan.
"Ya udah Tante,Aya' ke dalam dulu"Soraya pamit,namun Dinar seperti terpana melihat Idris.Dalam otaknya timbul berbagai rencana.
"Sayang...kita kecolongan"gumam Indra di sisi istrinya.
"Nggak Mas ..kita masih punya kesempatan.Cepat urus kepindahan sekolah Fitri.Buat dia satu sekolah,kalau perlu satu kelas sekalian.Agar dia bisa dekat dengan Idris"
"Ok sayang..."Indra menyetujui rencana istri nya.
*
*
Jam sudah menunjukkan jam sebelas malam, Soraya menyelinap keluar dari rumahnya.Iya ingin tahu bagaimana si pocong yang diisukan oleh supir pribadinya itu.
Saat mendengar lolongan anjing,Soraya bisa tahu dimana posisi pocong itu sekarang.Ia menyelinap dibalik pohon akasia yang tumbuh di pinggiran jalan.
Dari kejauhan terlihat sosok putih melompat-lompat.Sifat jahil Soraya muncul,ia menjentikkan jarinya.Pocong itu melompat tanpa perasaan apa-apa.Saat ia akan menerobos palang pintu sekuriti sebuah rumah mewah, tubuhnya terbentur hingga membuatnya jatuh.
Si Pocong meringis kesakitan,tidak berhenti disitu saja.Si pocong jadi susah berdiri karena tubuhnya yang terlilit kain seperti lemper.
"Aduuuh gini nih kalau jadi setan pocong,sudah nggak bisa jalan, kalau jatuh jadi susah berdiri.Bergerak pun susah...apes banget lah nasib aku Cong....Cong"
Soraya menakup mulutnya menahan tawa.Setelah bersusah payah, akhirnya si pocong bisa juga berdiri.
"Aduh gimana nih??aku kok nggak bisa nembus palang sih?? kemarin-kemarin bisa..."
"Ih jadi pengen garuk kepala,tapi gimana caranya ???"Pocong melihat kondisi tubuhnya.
"Masak aku mau kayang sih biar bisa melewati palang ini...hemmm mau lompat nggak mungkin.Aduh puyeng aku..."
Si pocong maju mundur, melompat kesamping kesana kemari.Membuat Soraya tertawa terpingkal-pingkal.
Si pocong mendengar dengan jelas tawa yang berasal dari semak-semak.Ia pun melompat mendekat.
"Haaa"Si pocong berniat menakut-nakuti manusia yang tengah tertawa itu dengan wajah seramnya.Ia tidak menyadari jika sebenarnya, dirinya lah yang jadi bahan tertawaan.
Soraya tercengang, tawanya terhenti.Si pocong tetap mempertahankan wajah seramnya itu.
"Ahahahahahahahahaha"Soraya tertawa lagi melihat mimik wajah si pocong.
"Eh kok malah makin ketawa??"
"Kamu...kamu...lucu .kayak badut Hahahahahahahah"Soraya memegangi perutnya yang sakit akibat tertawa.
"Masak sih aku kayak badut??jadi insecure deh nggak bisa serem"Si pocong merengut sedih.
"Sini..."Soraya menepuk sisi samping sebelah.Si pocong menatap heran.
"Sini...duduk"
"Kamu benar nggak takut sama aku?"
Soraya menggeleng.
"Aku pocong loh??"
"Udah ah sini duduk,aku mau ngobrol sama kamu "tandas Soraya.
"Gabut bener nih manusia,masak mau ngobrol sama aku yang nyata-nyata aku ini setan"
"CK kamu jadi setan kok bawel banget sih?? cepat duduk sini...nama kamu Jamal kan?"
Si pocong terbelalak..
"Dari mana kamu tahu namaku, kita kan belum kenalan"
"Kamu mau duduk atau terus berdiri?"
Si pocong akhirnya memilih untuk duduk.
"Kamu mau ngapain ke rumah itu?"
"Mau gangguin si Pardi"
"Kenapa ??kamu masih dendam masalah hp kamu yang hilang ?"
Si pocong menggeleng.
"Dia yang bunuh aku"
"Hah??? bunuh kamu??kok bisa??"
"Ya bisalah... buktinya aku udah mati sekarang ??"
"Nggak.. maksud aku, gimana caranya dia bunuh kamu??kok nggak ada yang curiga tentang kematian kamu?? Seharusnya kan kalau emang kamu dibunuh, pasti polisi akan menemukan kejanggalan "
"Aku dibekap pakek bantal saat aku tertidur "
"Ohh pantas....pinter juga si Pardi.Tapi kenapa kamu juga ganggu supir ku?"
"Siapa ??"Si pocong kurang paham siapa yang dimaksud.
"Mang Sukri..."
"Aku bukan ganggu dia,aku mau minta tolong sama dia ...tapi dia malah ketakutan lihat aku"
"Ohhhh gitu..."Soraya membulat kan bibir nya.
"Jadi kamu majikannya Sukri ??"
Soraya mengiyakan...
"Boleh bantu aku nggak ??untuk membuktikan bahwa aku mati bukan karena sumpah pocong,tapi karena ada unsur kesengajaan "
"Emang di post nggak ada CCTV ?"
"Ada ..tapi Pardi udah menghapusnya...dia licik dan pintar "
Soraya manggut-manggut mengerti.
"Ok ..aku akan bantu kamu,asal kamu harus janji sama aku"
"Janji apa?"
"Kamu harus berhenti gentayangan gangguin orang-orang,biarkan suasana tenang.Agar Pardi bisa lengah dan melakukan kesalahan "
"Begitu ya??"
Soraya mengangguk yakin.
"Baiklah...tapi kamu harus janji untuk membantuku?"
"Aku janji"
Si pocong tersenyum senang.
"Ya udah...aku akan pulang dulu,aku akan cuty sampai kamu bisa menguak perbuatan Pardi"
"Bukan hanya cuty,tapi kamu harus berhenti "
"Aku akan berhenti kalau Pardi sudah tertangkap "
"Ok...kita deal??"
"Deal..."