Blue Eyes

Blue Eyes
Janji 35



Susah payah pocong itu membalikkan badannya yang tengkurap dalam air.Setelah berhasil terlentang,ia pun bangkit duduk.


"Anj..siapa yang tebang pohon suka-suka ??Tak ada sopan santun.Apa dia tidak tahu aku sedang duduk kelelahan karena terus melompat ?huh"Si Pocong membebel panjang.


__


Sukri menguap..ia terlihat mengantuk sekali.


"Kenapa Mang??Apa Mang Sukri nggak tidur ??"tanya Soraya saat ia sudah bersiap untuk pergi ke sekolah.


"Nggak bisa tidur Non, berisik banyak anjing melolong... akhir-akhir ini, perumahan disini sering diteror pocong Non"


"Pocong ???"


"Iya..itu karena tempo hari di Balai desa ada ritual sumpah pocong ??"


"Hah???emang masih ada begituan Mang??"


"Ya ada non"


"Terus siapa nih yang jadi pocong ??"


"Cerita nya gini Non,si Jamal kehilangan ponselnya.Dia nuduh Pardi,si Pardi nggak ngaku dan nggak terima.Dia ngajak sumpah pocong gitu.Ya Jamal mau, karena dia yakin Pardi emang yang nyuri.Dua hari kemudian,Jamal di temukan tewas di Pos tempat dia kerja.Dan yang jadi pocong sekarang itu si Jamal"Sukri menceritakan semuanya.


"Kok Mamang tahu kalau yang jadi pocong itu si Jamal..Apa Mamang sempat nanyak namanya?"


"Ih Non ini...malah nggak percaya "


"Ya udah yuk buruan,entar Aya' lambat pergi ke sekolah "


"Baik Non.."


Sukri mulai mengemudikan mobilnya dengan perlahan... karena ia merasa sangat ngantuk sekali.Soraya yang menyadari keadaan supirnya, diam-diam menggunakan kekuatannya untuk membantu Sukri mengontrol kemudi.


"Aku harus menumpas si pocong ini agar tidak menggangu ketentraman masyarakat"gumam Soraya.


*


*


Soraya melangkah gontai menuju kelasnya,dari kejauhan ia melihat beberapa anak kelas XII sedang berdiri di depan pintu kelasnya.Poppy juga berada di luar kelas.Soraya mempercepat langkahnya karena sangat penasaran dengan apa yang terjadi.


"Eh...ini dia anaknya sudah datang "ujar salah satu Kakak kelas dengan wajah songong.


"Ada apa ini?"


"Cepat masuk,kamu sudah ditunggu dari tadi"Si Kakak kelas tak perduli dengan pertanyaan Soraya.


Rupanya, didalam kelas ada Luna yang duduk di kursi nya dengan tangan terlipat di dada.Idris juga ada disana,pria itu tersenyum melihat kedatangan nya.


"Ada apa ini?"


Luna bangkit dari duduknya.


"Aku ada perlu sama kamu"Luna menunjuk wajah Soraya.


"Perlu apa?"


"Kamu pacaran sama Idris??"


Dua bola mata Soraya bergulir menatap Idris.


"Kami tidak pernah berikrar kalau kami pacaran"Jawab Soraya tegas.


"Ohya??? licik juga kamu,padahal seantero sekolah pada tahu kalau kamu dekat dengan Idris "


"Arah pembicaraan mu kemana?"


"Ini"Luna menunjukkan selembar foto.Soraya menautkan kedua alisnya.Ia meraih foto yang dipegang oleh Luna.


"Itu foto kamu kan??"


"Yah ini foto aku??terus??"Soraya masih bingung.


"Kenapa ada di kamar Lana?"


"Mana aku tahu??kenapa kamu tidak tanya sama Dia?darimana dia dapat foto aku?"


"Sombong...emang Lana bakal punya foto kamu kalau bukan kamu sendiri yang ngasih "


"Ya iyalah... wong aku aja nggak pernah nyetak foto aku sendiri kecuali foto keluarga"Bantah Soraya sengit.


"Kau..."


"Sudah cukup Luna!!"potong Idris cepat.


"Apa masih kurang jelas apa yang dikatakan oleh Aya'?"


"Kamu jangan mudah percaya sama ular ini RIS...kamu dan Lana sengaja ia permainkan.Sadar dong RIS"


"Dipermainkan gimana ??Aku dan Lana saja nggak pernah cek Cok masalah ini Lun..tapi kamu tetap bersikeras untuk menginterogasi Aya'..lagian kamu dengar sendiri tadi kan??Aku dan Aya' belum ada komitmen pacaran.Kami hanya berteman saja"


"Sudahlah..jangan permalukan dirimu seperti ini"Idris merangkul bahu Luna,lalu ia menggiring Luna untuk keluar.


"Nanti kita makan siang bareng yah"Sambung Idris lagi sembari melepaskan pelukannya.Luna mengangguk setuju,ia pun mengajak teman-temannya untuk pergi.


Idris kembali masuk ke dalam kelas, diikuti oleh teman-temannya yang tadi di perintahkan untuk keluar dari kelas sama Luna the gank.


SORAYA duduk di bangkunya,ia mengelak untuk bertembung mata dengan Idris.Pria itu hanya tersenyum melihat sikap Soraya.


Saat pelajaran berlangsung,Soraya terus saja bungkam.Sampai bel istirahat berbunyi pun ia tetap bungkam.


"Ya' nggak mau ke kantin ??"tanya Poppy,Soraya menggeleng.


"Aduh aku lagi laper nih...ya udah aku beli makanan dulu ya.Nanti aku bawa kesini,kamu nggak mau nitip ??"


Lagi-lagi Soraya menggeleng.


"Es jeruk dua ya"seru Idris..


"Ok!!"Poppy Mengangkat ibu jarinya.


Idris menarik kursi yang didudukinya merapat ke meja Soraya.


"Kayaknya ada yang marah nih"Goda Idris,Soraya membuang muka.


"Kenapa Neng??Kok mukanya kayak kanebo kering,keras banget.Perlu dibasahi apa?"


Sedikitpun Soraya tidak tersenyum.


"Jangan ngambek gitu dong..."Idris melangkahkan jemarinya di atas meja mendekati tangan Soraya.Tapi gadis itu mengelak.


"Kok segitu nya marah sama aku"


"Siapa juga yang marah?? kalau aku marah sama orang,akan ku BU-NUH orang itu biar mampus"Soraya menekan kan kata BU-NUH mengikuti perasaannya yang kesal.


"Wuih ..seram juga.."Idris memeluk tubuh berakting ketakutan.


"Jangan ngeyel.. pergi sana... katanya mau makan bareng "ketus Soraya membuat Idris tersenyum.


"Jadi karena itu kamu marah??"


Soraya mendengus..


"Aku juga kesel loh tadi denger dari mulut kamu sendiri, bahwa kita tidak pernah berikrar pacaran"


Soraya mengernyitkan keningnya.


"Emang kapan kita ber- ikrar ??"


"Emmm iya sih...tapi kamu tahu kan aku sayang kamu"Idris menatap dalam anak mata berwarna biru indah itu.Soraya memalingkan wajahnya,ia merasa tak bisa melawan Tatapan Idris.Perlahan Idris menggenggam tangan Soraya dan mengecup nya lembut.Dari sentuhan bibir pria itu seperti ada sengatan aliran listrik yang menjalar ke seluruh tubuh.


"Aku nggak suka Lo Ya' kamu mengingkari perasaan mu di depan semua orang"


"Kapan aku begitu ??"balas Soraya.


"Contoh nya tadi??saat Luna bertanya "


"Dia nanya kita pacaran,bukan perasaan ku..aku menjawab seadanya, sesuai fakta.Karena kita memang tidak pernah berikrar sebuah kata pacaran.Tapi tentang perasaan..."


Kini Soraya melawan tatapan Idris,mata pria itu mengerut karena sebuah sunggingan senyum.


"Haruskah perasaan terjalin karena sebuah pacaran?"


"Ok !!Mulai sekarang kamu bukan pacar ku,tapi kamu milikku..ingat!!!kamu milikku Soraya"


Gadis itu tersenyum tipis.


"Kamu juga harus ingat Muhammad Idris...jika kamu berani membuat ku sakit dan marah...aku tidak akan segan membunuh mu"


"Mulai saat ini,detik ini...aku serahkan nyawa ku di tangan mu"Idris menggenggam erat tangan Soraya.Gadis itu semakin tersipu.


Poppy yang baru saja masuk, terpaku melihat kedua sahabatnya saling menggenggam tangan begitu mesrah.


"Apa aku salah tempat ?"serunya.


"Eh...come on.. duduk lah"Soraya melepaskan genggaman tangan Idris.Ia menarik kursi untuk Poppy.


"Kalau masih butuh waktu berdua..aku keluar"ucap Poppy.


"Isy..kok gitu sih... cepatlah..aku haus nih"tambah Idris, Poppy tersenyum.Ia pun mendekat dengan menenteng kresek yang penuh dengan makanan.


"Banyak sekali...ini kamu mau makan semua ??"Soraya terpana dengan makanan yang dibeli oleh temannya itu.


"Kamu sendiri yang bilang agar aku makan semua makanan yang aku mau.Kalau ada yang negur,akan aku makan dia sekalian hehehe "


Soraya turut tertawa..


"Aku belikan makanan untuk kalian juga..biar enak ngobrol nya.Nggak usah hiraukan aku,anggap aja aku lalat pengganggu "Seloroh Poppy yang disambut tawa oleh Idris dan Soraya.