
Putri Delia bersimpuh Mencium lantai ubin,,,
"Ampuni hamba Gusti Ratu...."
GGGGGEERRRRRHHHH
Suara erangan serau terdengar mengerikan.Cahaya meniupkan udara dari dalam mulutnya, tiba-tiba tubuh Putri Delia ambruk tidak sadarkan diri.
Pangeran Arif yang berada di balik tembok pun lemas tak berdaya.Ia tertidur tanpa sadar.
Seutas rambut putih membolak-balik tubuh Putri Delia.
"Eh...kau pingsan apa tidur ??Apa karena kau sangat ketakutan sampai tidak sadarkan diri??"Roh Ibu Pangeran Arif bicara pada dirinya sendiri.
Cahaya melayang menapak lantai,Roh Ibu Pangeran Arif terkejut melihat kedatangan Cahaya . Rambutnya serta merta melesat masuk menutup pintu.
Tapi tangan Cahaya bergerak cepat mengeluarkan kekuatan nya menahan pintu yang tinggal seinci lagi akan terkunci.
Roh Ibu Pangeran Arif menarik sekuat tenaga daun pintu, disini terjadi lah tarik menarik dengan menggunakan tenaga dalam.
"Kau mau apa??"tanya Roh Ibu Pangeran Arif sambil lalu mengeran kuat menarik pintu.
"Aku ingin bicara dengan mu"jawab Cahaya ,ia santai saja menahan pintu.
"Aku tidak punya waktu "
"Akan ku buat waktu agar kau memiliki nya"
"Ih apaan sih,maksa banget "
"Mau bicara atau mau ku hantam pintu ini"Cahaya memberikan pilihan,Roh Ibu Pangeran Arif terpegun.
"Kau tidak memberikan pilihan yang baik bagiku"
"Kau tidak punya hal untuk request"
"Siapa yang menyuruhmu ??"
"Tidak ada...tapi aku tahu kau disuruh Putri Delia untuk membunuhku"
Roh Ibu Pangeran Arif terdiam, akhirnya pelan-pelan ia melepaskan daun pintu kastil nya agar terbuka.
Cahaya masuk ke dalam,dan menutup pintu tanpa menyentuh.
"Kau Iblis dari mana?"tanya Roh Ibu Pangeran Arif ,Cahaya tersenyum tipis.Ia mendudukkan dirinya di kursi dan kaki menyilang.
"Aku manusia biasa, seperti mu juga sebelum kau mati.Katanya aku adalah anak yang diculik oleh Putri Halimah "
"Apa???kau keturunan Sultan agung ??"
Cahaya mengiyakan..
"Sungguh kah???"Roh Ibu Pangeran Arif duduk di sebelah Cahaya .
"Kenapa Sirat matamu sangat bahagia bertemu dengan ku??"
Wajah yang semula menyeramkan berubah memucat dan seperti layaknya manusia biasa.
"Aku Syahira, Istri pertama Sultan Abdul Jailani .Aku adalah Ratu yang diangkat langsung oleh Kakekmu.Jujur aku sangat menghormatinya,ia seseorang yang berwibawa dan bijaksana.Pantas Ratu Elisa memandatkan Brunei Darussalam kepada nya"
"Tapi suamiku,Sultan Abdul Jailani tidak sepaham dengan ku.Dia sangat membenci Sultan agung,karena hubungannya dengan British harus terputus.Padahal aku pun tidak setuju Sultan Abdul Jailani bersekutu dengan British, karena aku tahu British sangat menginginkan hasil minyak bumi kami"
"Karena sering terjadi perbedaan pendapat,Wa'isyah Ibu Pangeran As'ad .Masuk ke dalam istana dan menjadi salah satu selir Sultan Abdul Jailani .Dia sangat licik,dia mendukung setiap keinginan Sultan Abdul Jailani sehingga dia menjadi selir kesayangan.Ditambah lagi,dia bisa memberikan keturunan laki-laki selain dari Pangeran Arif,anakku"
"Dan kau pun mati"potong Cahaya .Roh Ibu Pangeran Arif mengiyakan.
"Mati dengan siksaan yang pedih "
FLASH BACK\=>>>
Ratu Syahira baru saja selesai mandi,ia hendak mengganti pakaiannya dengan baju tidur.Saat membuka pintu lemari, tiba-tiba seekor ular Derik melompat dari dalam lemari hingga membuat Ratu Syahira menjerit kaget.Kakinya terkilir, tubuhnya terjungkal ke belakang.
Ular Derik itu merayap cepat ke kaki sang Ratu,Ratu Syahira membatu.Matanya membulat lebar,ia takut, wajahnya pucat pasi.Apalagi saat Ular itu berada di depan wajahnya,lidah Si ular Keluar dengan getaran.Ekornya terus mengeluarkan bunyi seperti gelang kaki yang dimainkan.
Ratu Syahira menahan nafas, berharap ular itu tidak menggigit nya.Karena ia tahu ular yang berasal dari gurun pasir ini sangatlah berbahaya.
Tapi alih-alih menggigit,ular itu justru masuk ke dalam mulut Ratu Syahira.Mata sang Ratu semakin melebar,dari sudut matanya mengalir darah segar.
Ular itu terus masuk hingga lenyap tak bersisa.Ratu Syahira membuka Bathrobe yang dikenakan, perutnya menampakkan bentuk ular yang melingkar disana.
Ratu Syahira tak bisa berkata apa-apa, nafasnya tersengal-sengal.Ia masih tidak percaya dengan apa yang ia alami.
Tetiba Perut beliau membesar dan semakin membesar.Ia mengerang,tapi suaranya tertahan di tenggorokan.
Sakit,panas menjalar ke seluruh tubuh nya.Ratu Syahira merangkak menahan sakit, berusaha untuk keluar dari kamar mencari pelayan nya.Tapi baru beberapa langkah, perutnya mengencang menciptakan sakit yang luar biasa.
Sang Ratu menjerit kuat, jeritannya di dengar oleh pelayan nya yang sedang menuju kamar sang Ratu.
Si pelayan gegas mempercepat langkahnya,ia mendorong pintu tanpa mengetuk nya.
THAR..
Nampan yang dibawa oleh si pelayan jatuh berkecai.
"Ratu..."ia berlari menghampiri, keadaan Sang Ratu sangat memprihatinkan.Perutnya sangat besar sampai terlihat urat-urat halusnya yang merah.
Si pelayan menjerit minta tolong,Pangeran Arif yang masih berumur 7 tahun saat itu.Tak mengerti apa yang terjadi hingga ada suara orang minta tolong.
Para penjaga datang membantu Ratu mereka berbaring di katil.Si pelayan pergi cepat memanggil Dokter istana.
Anehnya,saat diperiksa sang Dokter tidak menemukan penyakit apapun,ia mengira Sang Ratu masuk angin hingga perut nya kembung.
"Tidak Dokter,aku tidak masuk angin.Ada ular Dokter...ular...masuk ke dalam perut ku"Sang Ratu menjelaskan dengan rasa sakit yang tertahan.
"Ratu...jika ada ular masuk ke dalam perut manusia,pasti manusia itu akan mati Ratu"
"Dok... tolong periksa menggunakan sinar X-, mungkin saja benar ada ular dalam tubuh Ratu "
Sang Ratu senang pelayan nya percaya padanya.
"Hemmm baiklah "Akhirnya sang Dokter setuju,ia membawa Ratu Syahira ke rumah sakit agung yang memang khusus untuk keluarga kerajaan.
Semua tambah membingungkan, setelah diperiksa melalui sinar X.Tak ditemukan satu pun benda asing dalam tubuh Sang Ratu.
Ini semakin menguat kan asumsi jika Sang Ratu mengalami tekanan batin.
Hanya pelayan Ratu yang mempercayai seratus persen bahwa memang ada ular dalam tubuh Sang Ratu.
Tiga hari tiga malam,Sang Ratu tersiksa oleh rasa sakit di perutnya yang semakin membesar.
Kulit perutnya semakin tipis, seolah-olah siap untuk meledak.Pada malam berikut nya,Sang Ratu merasa mual.Ia meminta pelayan nya untuk mengambil kendi besar karena ia tidak kuat untuk pergi ke kamar mandi.
Saat Ratu muntah, muntahannya membuat pelayan nya tak tahan dan turut muntah melihat banyak sekali bayi ular yang keluar dari mulut Sang Ratu.
Ratu Syahira pingsan setelahnya,