Blue Eyes

Blue Eyes
BUKAN SORAYA 21



Usai mendapatkan buku yang dicari, Soraya gegas pulang.Ia menaiki lift untuk turun ke lantai bawah.Di dalam lift tersebut, Soraya hanya sendiri.Karena jarang orang naik turun pakai lift, cenderung mereka naik eskalator.Tapi Soraya lebih nyaman di lift, karena tidak begitu ter-ekspos .


HU...HU....HU...


Saat pintu lift tertutup, Soraya justru menyadari jika dia tidak sendiri.Ada seorang gadis duduk berjongkok membelakangi dirinya.Gadis itu menangis sesenggukan.


"Kak... kakak kenapa ??"Soraya sedikit membungkuk karena penasaran.Tangisan itu terhenti, kepala gadis itu bergerak pelan.


HAAAA!!!


Gadis itu menampakkan wajah dengan mata hampir lepas.Soraya kaget,ia refleks memukul kepala gadis itu dengan keras menggunakan buku yang dipegangnya,hingga terjelopoh ke lantai.


"Aduh..."


Gadis itu menggosok kepalanya.


"Sakit tauk!!"ia membenarkan kembali dua bola matanya.


"Salah siapa ngagetin"balas Soraya.


TING!


Pintu lift terbuka, Soraya langsung melangkah keluar.


"Hey tunggu!"gadis yang merupakan makhluk tak kasat mata itu berlari mengejar.Soraya tidak menggubrisnya, ia terus saja pergi.


"Eh jangan cepat-cepat dong..."


Pupil mata Soraya membulat,gadis hantu melayang cepat seperti orang yang tengah menaiki skateboard.Ia tersenyum menggoda dengan menaik-turunkan kedua alisnya.Dan..


BRAK...


Gadis hantu menabrak pilar beton besar,ia merasa banyak sekali bintang di atas kepalanya.


Soraya tersenyum menahan tawa melihat adegan itu.Ingin rasanya ia tertawa lepas,tapi berhubung ini tempat umum.Ia tidak bisa melakukannya.


"Kasian..."Aya' geleng-geleng kepala,dan melangkah pergi.


"Eh tunggu wey..."Gadis hantu gegas menyusul.


Soraya cepat-cepat menutup pintu mobil,dan meminta supirnya untuk segera pergi.Rupanya gadis hantu tidak kehilangan akal,ia masuk ke dalam mobil Soraya dengan menembus pintu.Dan duduk di kursi samping supir.


"Hee😁.."ia tersengeh menatap Soraya yang duduk di kursi tengah.Soraya menghela nafas kesal, bagaimana cara mengusir gadis hantu yang tidak tahu malu ini.


*


Pak Luyo yang tengah menyiram tanaman heran melihat sosok wanita mengikuti putrinya.Ia segera menyelesaikan pekerjaannya,lalu masuk dengan langkah panjang menyusul Soraya.


"Kau mau apa sih ngikutin aku ?"Soraya mengeluarkan uneg-uneg nya setelah masuk ke dalam kamar.


"Aku mau temenan sama kamu"Dengan entengnya gadis hantu duduk di bibir kasur.


"Aya'..."Pak Luyo muncul dari balik pintu"Siapa dia?"Pak Luyo menutup pintu dibalik punggungnya.


"Entahlah Pak..."Soraya berkacak pinggang,ia benar-benar kesal.


"Kalian Bapak sama anak?hah??-hahhahahahaha kok nggak sama?salipan dimana?hahahahaha"


Soraya mendekat dengan wajah serius..


"Kau mau pergi atau ku paksa kau pergi mengikuti caraku"ancam Aya'.


😳gadis hantu langsung diam.


"Maafkan aku...aku cuma pengen punya temen "


"Manusia dan hantu tidak bisa berteman "potong Soraya cepat.


"Ya aku tahu,tapi kamu manusia pilihan.Kamu bisa melihat ku"


"Banyak yang punya kelebihan untuk bisa melihat makhluk nyasar seperti kamu,kenapa justru kamu ikut aku?"


"Karena cuma kamu yang mau bertanya dan menyapaku"


"Aku tidak mau mendengar apapun alasan mu, sekarang juga kamu pergi dari rumah ku"Soraya menunjuk ke arah pintu dengan lantang.


"Jangan sok melas,aku tidak akan kasihan padamu"tegas Soraya,gadis hantu turun dari perbaringan.Ia berjalan dengan lesu ke arah pintu.


TIBA-TIBA...


Akh!!!


Soraya merasakan jantungnya seperti dihujam belati.Ia tersungkur ke lantai,Pak Luyo refleks berlari menghampiri.


"Nak...kenapa?"


"Pak....da-da-ku...."Soraya menahan sakit yang teramat sangat.Gadis hantu berdiri kebingungan,ia tidak tahu apa yang terjadi.


"W)ooi ada gerhana matahari...ada gerhana matahari"


Terdengar teriakan dari arah luar,


"Pak...."wajah Soraya pucat pasi,Pak Luyo bingung harus bagaimana ??Ia belum tahu jika Soraya lemah saat terjadi gerhana matahari.


"Eh....eh... siapa yang menarik ku?"Gadis hantu panik karena wujudnya seperti ketarik secara paksa masuk ke dalam tubuh Soraya.Sontak tubuh Soraya menegang saat gadis hantu merasukinya.


Dadanya terangkat ke atas,lalu dilepaskan bersamaan dengan ruh baru yang merasuki.


THARRRR


Suara petir menyambar ,Pak Luyo sampai kaget.Perasaannya jadi tidak enak, apalagi sekarang Soraya sedang kerasukan.


"Eh..."


Aya' terkejut melihat tubuhnya dipangku oleh Pak Luyo .Ia refleks menjauh..


"Ngapain situ peluk-peluk saya,hah??gatel banget,udah tua juga"


"Eh sadar,kamu itu ditubuh siapa sekarang ??"


Aya' terpelongo,ia bangun dan berdiri di depan cermin.


"Hah??kok aku jadi cantik banget sih?? waaaaahhh mataku biru "Aya' meraba wajahmu sendiri.


"Itu bukan wajahmu..."


"Yah aku tahu,tapi sekarang sudah menjadi wajah ku...aku pergi dulu ah..."Soraya berjalan penuh semangat.


"Eh kau tidak boleh kemana-mana"Pak Luyo mencegah cepat.


"Kenapa kamu ngelarang-larang...itu kan terserah aku mau kemana ?"


Pak Luyo malas banyak bicara,ia menarik lengan gadis hantu lalu diseret nya.


"Eh...eh kamu mau ngapain pak tua??? lepasin!!! tooolong... tooolong..."Gadis hantu berontak,ia menolak untuk dimasukkan ke dalam kamar mandi oleh Pak Luyo .


"Pak Luyo !!!"


Suara Kartika terdengar, keduanya sama-sama mengalihkan perhatian.Kartika yang berdiri di ambang pintu keheranan melihat Pak Luyo bersikap kasar kepada Soraya.


"Apa yang Pak Luyo lakukan kepada Soraya??"Kartika melangkah mendekat.Gadis hantu bingung, karena ia tidak tahu siapa wanita paruh baya yang begitu anggun.


"Di-dia bukan Aya' Nyonya..."Pak Luyo sangat gugup.


"Aku Aya'...Bapak sudah gila apa?"Gadis hantu membela diri.Ia menepis tangan Pak Luyo lalu berlari ke belakang tubuh Kartika.


"Kamu nggak apa-apa sayang??"Kartika begitu sangat perhatian,gadis hantu menggeleng.


"Nyonya...jangan percaya,dia bukan Aya'"


Kartika menggeleng perlahan, ia merasa iba dengan pria tua pengasuh anak sambung nya.


"Apa Pak Luyo kecapean ??,kan saya sudah bilang,bapak tidak perlu kerja,Bapak akan tetap digaji.Lihat sekarang ??Pak Luyo sampai nyak-nyok tidak bisa mengenal Soraya"


"Nyonya... Nyonya harus percaya kepada saya,tubuh Soraya dirasuki.."


Kartika terpegun,kali ini ucapan Pak Luyo mampu mempengaruhi.Dia menoleh menatap putri sambung nya itu.Gadis hantu menggeleng,ia tidak tahu harus berkata apa??karena khawatir takut salah bicara.


"Sudah... sudah...Pak Luyo , lebih baik Bapak istirahat ya...Aku mau bawa Aya' keluar karena ada yg mencarinya..Ok!!"Kartika membawa Soraya keluar kamar tanpa bisa dicegah.Pak Luyo jadi kesal sendiri,bagaimana jika gadis hantu melakukan sesuatu yang bisa membahayakan tubuh Aya'?Itu tidak boleh terjadi,Pak Luyo gegas keluar kamar menyusul Kartika dan Soraya.