
Halimah kebingungan,antara mengejar tubuh Idris yang melayang-layang.Atau ia biarkan saja.Tapi??kalau dikejar ia sendiri ketakutan,nggak dikejar ?semua akan gagal total.
"Ah ngeri banget"Halimah menutup pintu rapat-rapat.Ia menyembunyikan diri di balik kamar nya.
Ilyas menarik tubuh anaknya secepat kilat.Ia menggunakan kekuatan Kecubung untuk menolong Idris dari rencana licik Halimah.
**Saat itu Ilyas baru saja menandatangani kontrak dengan salah satu perusahaan di Jepang.Ia juga bertandang ke rumah orang tuanya.Disanalah Ia bertemu Kujang.Jadi selama ini Kujang jarang menampakkan diri karena pindah ke Jepang.Bahasanya mungkin sudah pakai bahasa Jepang kali ya???😅😅😅
"Kau harus cepat pulang Ilyas,,Jaga Idris dari Putri Halimah.Wanita itu menyembunyikan kejahatannya dibalik cadar"
Mendengar hal itu, Reyhan memerintahkan putranya untuk segera pulang.
Ilyas patuh!! Setelah tiba di rumah,Ilyas langsung menuju kamar sang menantu kedua.
Disanalah ia melihat Idris mabuk dan dipeluk oleh Halimah dibawa ke kamarnya.
*
Perlahan ia baringkan tubuh Idris di kamarnya sendiri.Ilyas menatap wajah putranya yang terlelap.Ia menyadari jika Idris masih terlalu kecil untuk menghadapi konflik dan politik.Rasa sesal mengganggu pikiran Ilyas.Kalau saja ia dengarkan kata hatinya dari pada welas asihnya,makan saat ini mungkin Idris masih menikmati masa pubernya bersama Soraya.
Masalah pantangan kecubung, mungkin Idris melakukannya karena terlalu mencintai Soraya dan tidak ingin mengkhianati wanita itu.
Ilyas membelai lembut pucuk kepala anaknya.
"Semoga kau kuat nak menghadapi segala problem kehidupan di kemudian hari.Selama Papa masih hidup,Papa tidak akan pernah membiarkan kamu terluka.Begitu juga anak istri mu"
*Pyta menonjok dinding batu di sebelahnya.Ia marah sekali sebab rencana untuk mengikat Idris dengan Halimah gagal total.
"Perempuan pengecut!!begitu saja takut.. Bo-doh!!"Umpatnya kasar.
KHEMMMMM
Suara dengungan serak nan menggelegar menjadi tanda akan kedatangan Betarakala.Pyta mengusap punggung tangannya yang memar.
"Ini"Betarakala menyerahkan sesuatu berupa guci mini yang mungil.
"Apa ini??"Pyta menimang guci tersebut.
"Suruh wanita bercadar itu memasukkan ke dalam makanan semua orang di rumah itu.Tanpa terkecuali, nanti akan bereaksi saat Soraya akan melahirkan.Itu adalah racikan sihir ku"
"Sekarang ??"
"Iya..."
Pyta tersenyum tipis, ia sudah mempunyai ide agar bisa menyampaikan benda tersebut kepada Halimah.Karena tidak mungkin dia datang di saat Ilyas ada di rumah.
Bisa-bisa ia berubah jadi debu oleh kekuatan Kecubung dan Jimat pengasihan pengantin.
*
*
Idris terkejut saat ia baru saja membuka mata.Karena ia tidak menemukan Soraya.
"Sayang... sayang.."Idris berkeliling di kamarnya,tapi tak menemukan sang istri.
Barulah disaat ia memperhatikan dengan seksama dekorasi kamar.Ia menyadari jika itu kamar nya,bukan kamar Soraya.
"Astaga...kenapa lah aku ini?"Idris menepuk jidatnya sendiri.Gegas ia berlari keluar menuju kamar istrinya.
"Sayang..."
Mendengar suara Idris,Soraya langsung berbalik memunggungi.
"Sayang maaf ya...aku ketiduran di kamar"Idris sangat menyesal kenapa ia bisa tidur di kamarnya.Padahal??sejak Soraya tinggal di rumah nya ia tidak pernah tidur di kamar pribadinya.Ia selalu tidur di sisi Soraya.
"Dikamar bokongmu"Gerutu Soraya kesal,ia tetap di posisi yang sama.
"Serius sayang...aku justru kaget,kok bisa aku tidur disana"
"Kamu nggak tidur disana,tapi kamu tidur di kamar Halimah"ketus Soraya.
"Di kamar Halimah ??masak??tapi nggak ada Halimah di sana"Idris menggaruk kepalanya yang tidak gatal."Nggak kok Sayang,aku tidur di kamar ku sendiri,aku yakin!!dan kalau kamu tidak percaya ayo lihat kamar aku,pasti masih berantakan"
Barulah Soraya membalikkan badannya.
"Kamu nggak bo-ong ??"
"Beneran!!"Idris meyakinkan.
"Ah masak sih??masak aku mau?? nggak percaya aku"
"Serius sayang.. Serius!!!
Idris berusaha mengingat apa yang terjadi,tapi otaknya nggak nyampek.
*
*
Seorang pembantu menghampiri Halimah yang tengah membaca buku di taman.Ia menyerahkan sebuah paket kiriman.
"Buat saya?"tanya Halimah.
"Iya Putri"jawab sang pembantu.
"Ok! Terimakasih"Halimah menerima paketan tersebut,dan pembantu itu memohon undur diri.
Dengan hati-hati Halimah membuka isi di dalam paket.Ia berpikir mungkin Anastasya yang mengiriminya barang.
"Baca dan bakar
Masukkan isi di dalam guci ini ke dalam makanan semua orang.Nanti kau akan tahu saat Soraya melahirkan"
Pupil mata Halimah melebar,ia memperhatikan ke sekeliling dengan rasa takut.
Lalu ia masuk ke dalam dengan membawa semua barang-barang nya karena khawatir ada yang melihat.
Halimah melaksanakan perintah dari si pengirim paket.Diam-diam dia memasukkan bubuk sihir ke dalam semua menu makan malam ini.
Dan disaat makan malam, Halimah sengaja hanya makan roti dan selai dengan alasan perutnya begah.
Tak ada satupun penghuni rumah yang curiga.Mereka menyantap makanan dengan lahap.
Hari berganti hari,Soraya mulai merasakan perutnya sakit sekali.Ia menjerit minta tolong,Tapi tak ada satupun orang yang datang.
Ia melihat jam di dinding, biasanya Idris jam segini sudah pulang dari sekolah.Tapi kenapa belum datang.Padahal udah sore...
"Tolooooooong...tolooong"
Tak ada siapapun yang datang,tapi serigala penjaga mulai berdatangan.
Soraya menahan sakit yang luar biasa, mungkinkah dia akan segera melahirkan ???
KRETEK...
Soraya lega karena ada juga orang yang datang.Tapi wajah Soraya pias saat melihat Halimah datang dengan mendorong kursi roda.
"Halimah..."
Putri Halimah tersenyum tipis.
"Sakit ya???"
"Mana Idris??..Mana Mama??Papa mana??"
"Ckckck mereka sudah tidak perduli lagi padamu..mereka sedang bobok cantik.Semua penghuni rumah ini tengah istirahat karena lelah menjaga mu.Cuma aku yang perduli sama kamu,jadiiii??kamu harus ingat sampai kapanpun kebaikan aku ini ya...Ayo..aku antar ke rumah sakit "
Soraya merasa kurang yakin,tapi tubuhnya tak berdaya saat Halimah membantunya duduk di atas kursi roda.
Para serigala mulai panik,tapi mereka tidak bisa berbuat banyak karena Halimah manusia biasa bukan jin ataupun sebangsa nya.
Saat Soraya melewati ruang tamu,ia memang melihat hal aneh.Seluruh bodyguard, asisten rumah tangga,Idris, Nicta, tergeletak begitu saja seperti orang yang tidak sadarkan diri.
Soraya panik, ia ingin melepaskan diri tapi Halimah mendorong kursi roda dengan cepat.
Ia membawa Soraya ke suatu tempat yang sudah dibisikkan oleh Pyta dari kejauhan.
Halimah tidak menyadari,jika Serigala penjaga terus mengikuti mobilnya.
Soraya semakin melemah,ia sudah hilang kesadaran.Perutnya tiba-tiba membusung besar.
Halimah masuk ke jalan setapak yang menuju hutan belantara.Disana Pyta sudah menunggu,ia membantu Halimah mengeluarkan tubuh Soraya.
Saat Hendak Mengangkatnya,karena jalanan yang berbatu jadi tidak bisa memakai kursi roda.Tetiba tubuh Soraya terasa berat.