Blue Eyes

Blue Eyes
ANCAMAN BALIK79



"Namanya Cahaya ,dia gadis sebatang kara yang tinggal di tepi hutan.Aku diselamatkan oleh jaring perangkap rusa yang ia pasang.Sungguh luar biasa bukan?"Dominic menjawab pertanyaan dari wartawan.Cahaya hanya tersenyum tipis ke arah wartawan.


"Lalu kenapa kamu membawa nya kemari??Apa kamu ingin menikahi nya??"


Pertanyaan seorang wartawan mengundang tawa.Dominic tersenyum tipis,ia menggenggam tangan Cahaya .


"Kalau jodoh tak akan kemana ?"


DEGH


Cahaya terkejut mendengar jawaban Dominic , semua tertawa tapi tidak dengan Cahaya . Seketika itu ia merasakan hal aneh dalam dirinya untuk pertama kalinya.Wajah Dominic yang ditatapnya begitu menggetar jiwa.Tawanya memberikan sensasi yang luar biasa.


Sedang kan Celine yang berdiri di lantai atas dengan sembunyi-sembunyi menguping sesi wawancara dadakan itu.Ia menggenggam erat teralis besi,rasa cemburu menyakiti hatinya.


"Apa maksud kamu mengatakan hal demikian kepada wartawan ??"Pekik Celine meluapkan emosi nya saat ia dan Dominic berada di ruangan khusus miting para tim Dominic Entertainment.


"Sayang itu hanya Gimik"bantah Dominic .


"Gimik?semudah itu kau mengatakan hal yang menyakiti hatiku ??Kau anggap aku apa Dom??Lima tahun kita bersama,tidak pernah aku komplain meskipun kau menyembunyikan aku bagai seorang simpanan.Dan sekarang ??kau mengatakan jika kau dan gadis purba itu kalau jodoh tak akan kemana?"Suara Celine lantang sekali,hingga siapapun yang melewati ruangan miting akan mendengar nya.


KHEM KHEM..


Belum sempat Dominic menjawab,suara seseorang berdehem mengalihkan perhatian keduanya.


Frans datang dengan beberapa anak buahnya.Ia tersenyum sambil melambaikan tangannya.


"Hay Dom... ternyata,kau memiliki sembilan nyawa.Sayang sekali aku terlalu meremehkan mu"Frans mendudukkan dirinya dengan kaki terangkat di atas meja.


"Aku tidak menyangka kau begitu jahat Frans "


"Kalimat itu sudah kau ucapkan sebelum ku lempar kau dari pesawat "


"Apa yang kau inginkan sebenarnya ??"bentak Dominic .


"Sudah aku katakan,aku menginginkan semua yang kamu miliki.Dan itu adalah niatku sebelum aku menjadi manager mu.Tapi kau terlalu pintar,semua pembayaran mu kau masukkan dalam perlindungan HAM dan dibawah pengawasan kuasa hukum mu.Jadi aku tidak bisa mengambil keuntungan lebih.Kecuali kau mati dan membuat surat wasiat "


"Kau tidak mempunyai keluarga selain Murry yang sudah meninggal,Jadi hanya Raul kerabat terdekat mu.Jika kamu mati dan Raul masih dibawah umur.Maka aku sebagai Manager mu lah yang akan menjadi orang tua asuh nya.Otomatis semua harta mu akan bisa berada di bawah kendali ku"


"Hahahhahahaha kau terlalu bodoh Frans,aku tahu aku sudah tidak memiliki siapapun di dunia ini selain Raul.Jadi...jika aku mati,maka semua aset ku akan dibekukan di bank.Raul akan dimasukkan ke panti asuhan, karena aku tidak bisa mempercayai siapapun di dunia ini.Jadi meskipun kamu sudah membunuh ku?kau tidak akan mendapatkan apapun "


Frans tercengang mendengar penuturan Dominic .Ia tidak tahu jika artisnya mempunyai rencana sematang itu.


Dominic menyeringai sinis melihat perubahan wajah managernya.


"Sekarang, aku akan putuskan kontrak dengan manajement mu"sambung Dominic .


Dominic terdiam, kini ia sudah tidak bisa berkutik lagi.Kesalahannya dulu sangat lah fatal.Ia terlalu percaya kepada Frans sehingga dia merasa akan aman-aman saja jika bekerjasama dengan Frans.


"Ohya Celine ...jangan lupa besok kau ada jadwal pemotretan di Bali.Jadi berangkat lah sore ini ke Bali"Frans melirik Celine yang sejak semula memilih diam.


Celine mengangguk,ia melangkah pergi untuk bersiap-siap.


"Cel...Celine ...kenapa kau tidak bilang kalau mau ke Bali ??"Seru Dominic yang tak ditanggapi oleh Celine .Gadis itu masih kesal dengan sikap Dominic saat sesi wawancara.


"Begitulah jika hati seorang gadis sudah disakiti,kenapa kamu tidak berpikir panjang sebelum membawa gadis lain ke rumah ini??"sindir Frans.


"Apakah gadis lain itu aku?"


Cahaya muncul dari balik pintu,ia tetap setia bersama dengan Raul.


"Papa..."Raul berlari ke pelukan Dominic.


"Eh panjang umur,apa kau sengaja membawa nya untuk menyenangkan hatiku Dom??Dia terlalu cantik untuk ukuran seorang gadis desa "


"SEPPPP!!"Cahaya mengatupkan bibirnya.Spontan Frans kaget karena bibirnya terkatup rapat tidak bisa menganga.


"Em em em"Dia panik dengan keadaan anehnya.Dan meminta anak buahnya untuk melakukan sesuatu.Tapi apa yang bisa mereka lakukan ??Membedah bibir yang sudah menyatu sama lain?


Dominic tersenyum tipis melihat situasi yang sangat panik.


"EM EM EM"Frans marah,kedua matanya memelototi anak buahnya yang tak melakukan apapun.


"Baru segitu aja sudah panik ??"cetus Cahaya "Bagaimana kalau aku lakukan ini??"Cahaya menggeretakkan telunjuknya dengan garis ke bawah.


Kedua mata Frans melebar melihat celananya sobek seperti tersayat sesuatu.


"UPS!!kurang ke atas deh kayaknya "Goda Cahaya .Dominic tertawa kecil,namun ia segera menghentikan aksi yang dilakukan Cahaya .


"Ca...jangan..ada Raul..."


Cahaya mengangguk patuh.


"Sekarang kamu tahu kenapa aku bisa mempunyai sembilan nyawa??"Dominic berdiri tepat di hadapan Frans.


"Kalau kamu masih berani macam-macam dengan ku??lain kali aku takkan segan untuk membuat burung mu terpenggal "


Frans meneteskan keringat dingin mendengar ancaman Dominic .