Blue Eyes

Blue Eyes
Blue Eyes : 15



"Kenapa sebentar saja kak liburan dirumah?, jangan pulang dulu" kata Zara sambil merengek manja.


Krist melihat adiknya itu datar, kemudian menjitak kepala adiknya keras.


"Sakit tahu kak"


"Kamu kan minta kakak pulang saja, ya sudah kakak pulang. Kenapa merengek?" tanya Krist.


"Aku tidak peduli soal kakak, aku bertanya pada Kak Anna" jawab Zara.


"Kalau Kakak ada waktu kakak liburan disini lagi, Kamu juga main-main kesana kalau mau. Nanti kakak ajak main ketempat yg asik-asik" kata Anna.


Zara sadar akan satu hal, sejak bangun tidur tadi saat melihat Anna ia selalu merasa sesak dan perasaan senang dalam satu waktu. Aneh, tapi Zara tak terlalu peduli. minuman aneh tadi disimpan Zara, sebelumnya akan ia buang.


"Sudah-sudah. Hati-hati ya, kalau sudah sampai langsung kabari" kata Mama. Anna dan Krist mengiyakan.


Papa hanya berkata singkat "Hati-hati" sebelum keduanya pergi dari kediaman keluarga Rui.


"Kalau kamu mau tidur, tidur saja. Nanti aku bangunkan kalau sudah sampai" kata Krist.


Anna yg memang masih mengantuk jadi langsung saja tertidur, sementara Krist fokus mengemudikan mobil miliknya.


Sempat berhenti sebentar untuk membeli minuman, ada susu pisang dan es krim yg Krist beli untuk Anna jadi ia bisa memakannya nanti ketika bangun.


Singkatlah sampai juga mereka, Krist membangunkan Anna yg sepertinya memang sangat lelah. Tak terbangun sejak keberangkatan mereka tadi.


"Krist... " panggil Anna.


"Bisa kamu bawakan barangku? aku mau pergi dulu" kata Anna.


"Kemana?"


"Ada urusan.. " kata Anna kemudian menatap Krist "dengan Malaikat Maut" lanjutnya.


Krist menatap sekeliling dan tidak menemukan Malaikat Maut seperti yg dikatakan Anna tadi.


"Mana, tidak ada Malaikat Mautnya" kata Krist.


"Didepan mobil, Krist"


"Mana? tidak ada, Anna"


"Malaikat Maut itu berbeda dengan hantu-hantu biasa yg kamu lihat. Kalau sampai ia muncul didepanmu berarti nyawamu sudah siap ia cabut bodoh" kata Anna kesal "Mau kuminta ia menunjukkan dirinya kepadamu?"


"Tidak, tidak, tidak... kapan kamu akan mengambil barang-barangmu?" tanya Krist.


"Hah?"


"Kita akan tinggal satu apartement sekarang" kata Anna, matanya berubah biru yg artinya jika Krist berteriak memanggil namanya sama saja dengan mempermalukan diri sendiri.


"Dasar wanita aneh" kata Krist.


Anna kembali lagi, jadi bagaimana Krist lebih baik yg mana? Anna yg murung dan membuatmu khawatir atau Anna yg menjengkelkan dan membuatmu rindu?


"Sialan... "


-


Krist menatap Anna yg baru saja selesai mandi, sedang memasak didapur dengan tidak tahu dirinya. Seperti rumah sendiri saja pikir Krist.


"Mau makan tidak? atau kumakan semua makanan ini" kata Anna.


"Iya iya, lagipula kamu memasak bahan makanan dari dapurku" kata Krist.


"Pelit sekali" ejek Anna sambil memakan makanan miliknya.


Selesai makan, mencuci piring, mereka memilih untuk menonton televisi. Lumayan lama sampai disaat akan tidur.


"Kamu tidur diruangan itu, aku disini" kata Krist , Anna menatapnya jengah. wanita cantik itu sudah mengantuk sekarang.


"Iya iya... "


"Jangan asal masuk kamarku" ancam Krist.


"Kamu sepertinya sangat tidak ingin tidur denganku" kata Anna.


"Jelas aku tidak mau" tolak Krist.


"Krist, aku sangat seksi kalau kamu mau tahu" kata Anna sambil menngedip nakal kearah Krist.


"Tidur sana, atau kuusir kamu malam-malam begini" kata Krist tegas.


"Galak sekali" keluh Anna.


"Tidur Anna"


"Iya aku tidur sekarang"