Blue Eyes

Blue Eyes
BUJUK RAYUAN114



Intan tak percaya dengan apa yang ia lihat,Aurel tengah berpelukan bersama pria lain ??Siapa pria itu ??


Intan cepat bertindak,ia mengabadikan momen itu dengan video.Hal ini akan ia lakukan untuk memukul mundur si Aurel.Seringai licik tercipta.


"Tidak bisakah kamu kembali secepatnya ??Kau tinggal menuntut cerai dengan alasan perselingkuhan antara pria itu dengan Dokter siapa?"Maulana lupa nama selingkuhan Irwan.


"Intan.."Cahaya menjawab.


"Iya benar, semua masalah selesai kan?"


"Tapi ada yang tidak kita tahu, ternyata Aurel dan Irwan melakukan tanda tangan pra nikah yang isinya mereka tidak akan pernah berpisah dengan alasan apapun"


"Itu urusan gampang,, Yang penting kamu punya bukti tentang kejahatan Irwan. Selain Irwan di penjara kamu juga bisa menuntut cerai karena merasa terancam jika meneruskan pernikahan dengan Irwan"


Cahaya teringat akan semua pengakuan Intan yang sudah direkam oleh Musthofa.


"Yach aku punya ,dan satu lagi.Saat ini aku sedang menyekap Irwan di gudang"


"Hah?-kenapa kamu menyekap nya??Lebih baik kamu usir dia saja"Ujar Maulana .


"Sudah...tapi dia balik lagi dan hampir memperkosa diriku "


"Apa??tapi kamu nggak diapa-apain kan?"Maulana memutar tubuh Cahaya untuk diperiksa.


"Tidak...jangan khawatir,aku bisa jaga diri kok"


"Ya tapi kamu harus tetap hati-hati,saat ini kamu tidak mempunyai kemampuan apapun "


"Iya aku ngerti "Cahaya menjawab kalem.


"Aku kok jadi khawatir ninggalin kamu disini sendiri "Maulana bimbang.


"Aku nggak sendirian kok,ada Musthafa yang menjagaku "


"Oh iya .. mengenai supir itu, sepertinya dia suka padamu"


"Bukan padaku,tapi pada Aurel.Katanya mereka sempat berselingkuh "


"Ohya??terus Irwan tahu ??"


"Intan yang tahu, kalau Irwan hanya mendengar dari Intan saja"


Maulana mengangguk mengerti.


"Ya udah lebih baik kamu cepet pulang gih,, kasihan tubuh aku di sana nggak ada yang jagain. Oh ya.. Gimana keadaan Fajar ??Apa dia sudah baikan?"


"Alhamdulillah udah... mungkin lusa udah boleh pulang, tinggal rawat jalan aja. Aku bisa datang ke rumahnya untuk memeriksa keadaan Fajar lebih lanjut nantinya "


"Aku titip dia yah..."pinta Cahaya .


"Iya..."


*


Cahaya melambaikan tangan saat mobil Maulana keluar dari halaman rumah Aurel.Sesaat kemudian Cahaya masuk ke dalam rumah. Kedatangannya langsung disambut oleh Mustafa,Sedari tadi pria itu asyik mengintip di balik tirai jendela.


"Non..."Seru Musthafa menghentikan langkah kaki Cahaya .


"Ada apa ??"


"Dokter itu siapanya Nona,kenapa anda meluk dia begitu erat?"Tanya penuh selidik.Cahaya mengerutkan keningnya,ia sedikit heran kenapa Musthafa bertanya sampai sedemikian rupa.


Namun Cahaya baru menyadari ketika ia melihat dirinya di dalam cermin.


"Kau cemburu ??"Cahaya tersenyum menggoda.Musthafa tertunduk malu.


"Tenang saja... dia bukan menganggap aku sebagai Aurel tapi sebagai cahaya. Jadi apapun yang dia lakukan itu untuk cahaya bukan untuk Aurel oke??"


"Tapi anda menggunakan tubuh non Aurel untuk memeluk pria itu"


"benar juga"


Cahaya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ya udah aku minta maaf, aku tadi lepas kontrol karena aku ngerasa bahagia banget dia datang menjengukku"


"Ohya.. kamu sudah simpan baik-baik video pengakuan Intan kan??"


Musthofa mengiyakan.


"Cepat ambil!! Kita ke gudang sekarang!! sekalian kita kasih makan orang itu"Cahaya memberikan perintah.Musthofa mengiyakan Tanpa bantahan.


Irwan bergerak agresif saat melihat pintu terbuka.


"Emmhh...Emmhhh"


"Tolong dudukkan dia dan buka lakban nya"


Musthafa mengangguk patuh,Cahaya mengambil sebuah kursi lalu duduk berhadapan dengan Irwan.


"Rel... tolong lepaskan aku... tolong..."Rintihannya terdengar pilu.


"Kau kenapa ??baru semalam kamu ku tinggal disini Mas, sudah seperti sangat menderita sekali.. Padahal ini belum apa-apa loh"


"Rel... tolong ampuni aku rel ,aku mohon ...aku sadar aku salah . Aku telah jahat sama kamu.. tapi jangan siksa aku seperti ini rel ,,,lihat tangan dan kakiku !!!semalaman aku digigitin sama tikus"


"Apa??hahahahaha baguslah Mas,jadi tidak perlu aku mengotori tangan ku menyiksamu.Karena tikus-tikus itu menggantikan pekerjaan ku"


"Rel...jangan gitu..aku mohon, Bukankah selama ini aku baik sama kamu. Sebelum kamu memergoki perselingkuhanku dengan Intan. Tapi percayalah ...Sebenarnya aku mencintaimu. Aku hanya menggunakan Intan agar aku bisa dekat denganmu.Aku sama sekali tidak mencintai nya"Irwan mengeluarkan Bujuk rayunya.


"Ohya?? Bagaimana jika Intan tahu tentang hal ini ??"


"Aku tidak perduli... tolong lepaskan aku,aku akan menuruti semua permintaan mu.Kalau kau ingin kita bercerai, baiklah!!akan aku lakukan...asal kau Sudi melepaskan aku.Aku akan pergi sejauh mungkin dari kehidupan mu, selamanya!!Aku janji"Ucapan Irwan sangat meyakinkan sekali.Cahaya terdiam, ia mulai terpengaruh.


"Oh..jadi disini kamu menyembunyikan Mas Irwan ??"


Tiba-tiba Intan datang secara mengejutkan.Cahaya bangkit lalu menepi ,tak lupa ia menarik Musthafa agar tidak terlalu dekat dengan Sandra.


"Intan..."Irwan sumringah sekali melihat kedatangan Intan.Bak Seorang penolong yang sangat diharapkan,Intan menyelamatkan Irwan.


Cahaya memberi kode agar Musthafa cepat bergerak mengunci pintu.Musthofa melakukan semua yang diperintahkan.


"Apa yang kau lakukan ?? cepat buka pintunya!!"Intan berteriak histeris.


"Sabar sayang... jangan emosi..ini justru baik buat kita.Jadi kita bisa satu lawan satu"Irwan tersenyum licik.Intan mengiyakan,ia jadi senang sekali.Akhirnya ia punya kesempatan untuk menyerang Aurel.


"Bukan main...hahahahahaha "Cahaya justru tertawa lepas membuat dua lawannya keheranan.


"Musthafa...kerasukan volume nya!"


Musthafa membuka video hasil rekaman nya dengan volume penuh.


Rel...jangan gitu..aku mohon, Bukankah selama ini aku baik sama kamu. Sebelum kamu memergoki perselingkuhanku dengan Intan. Tapi percayalah ...Sebenarnya aku mencintaimu. Aku hanya menggunakan Intan agar aku bisa dekat denganmu.Aku sama sekali tidak mencintai nya"


Pupil mata Intan melebar, refleks ia menjeling Irwan dengan nyalang.


"Ah sayang..itu aku hanya pura-pura agar ia mau melepaskan aku... sungguh!!"Irwan melancarkan rayuan mautnya.


"Jadi kau memang pintar berpura-pura Mas"timpal Cahaya .


"Diam kau!! perempuan Lak-nat"pekik Irwan murka.Ia Mengangkat tangannya untuk menyerang Cahaya , namun Musthafa maju menjadi garda terdepan.Keduanya saling hantam dan saling pukul.Namun karena tangan Irwan banyak terluka disebabkan gigitan tikus,jadi pukulannya tak seberapa kuat.


"Aurel...aku lah lawan mu"seru Intan.Ia menyingsingkan lengan bajunya dan bersiap menyerang.


"Kau ingin menyerang ku kenapa??hah??kalau kamu menginginkan Mas Irwan, ambillah!!asal kau buat dia bercerai dengan ku"


"Kau pikir aku bodoh,jika dia bercerai dengan mu?kami tidak akan mendapatkan apapun,tapi jika kamu mati?maka Mas Irwan akan menjadi pewaris tunggal dari semua kekayaan mu"


Cahaya tersenyum miring..


"Itu sebelum kalian mencelakai ku, sekarang ??jika aku mati,maka Papa akan mendonasikan seluruh hartanya ke panti asuhan "


Intan tercengang, begitu juga dengan Irwan.Serangannya tertahan tiba-tiba mendengar ucapan Cahaya .


BUK...


Musthafa memukul balik Irwan saat pria itu terdiam, sehingga membuat Irwan terjungkal.