Blue Eyes

Blue Eyes
Blue Eyes : 7



Krist bingung dengan kondisi sekarang, apakah harus terus melanjutkan acara kencan mereka atau tidak karena melihat kondisi Anna yg semakin pucat, wanita cantik itu hanya diam dari tadi tanpa mengeluarkan sepatah kata.


"Mau aku antar kamu ke rumah sakit?" tanya Krist. Sedikit pemikiran bodohnya sempat muncul, memangnya Anna perlu rumah sakit? Ia kan punya kekuatan super.


Anna hanya menggelengkan kepalanya membuat Krist semakin bingung. Entah karena apa, Krist melihat spion yg berada disisi Anna yg membuatnya terkejut bukan main adalah sosok disampingnya itu bukan Anna yg sesungguhnya. Krist ditipu rupanya, Mobil yg dikemudikan itu perlahan-lahan berhenti membuat sosok Anna disampingnya itu menatapnya tajam.


"Kenapa berhenti?" tanya sosok ini sambil menggeram. Krist sangat takut melihatnya, hantu yg menyamar sebagai sosok Anna itu.


"KENAPA BERHENTI?, LANJUTKAN MENGEMUDINYA KRIST.. " teriaknya "AKU BILANG JANGAN BERHENTI BODOH"


"Aku akan mengambil berkahmu kalau begitu, mati sekalian kamu" ucap sosok itu. Sosok Anna sudah berganti dengan sosok yg sangat menyeramkan.


Tangannya yg berdarah, kotor dan bau itu mendekat kearahnya. Bagi Krist, jika terkena tusukan dari kukunya yg panjang dan hitam itu mungkin Krist akan mati.


Tangannya beberapa centi dari leher Krist sebelum tangannya tertusuk setangkai mawar biru. Perlahan-lahan tangan itu terbakar yg sampai keseluruh tubuh sosok mengerikan itu. Bayangkan harus semobil dengan sosok hantu yg terbakar disebelahnya, orang lain tak akan bisa mendengarnya tapi bagi Krist ini adalah hal paling mengerikan baginya, lebih mengerikan dari permintaan Anna agar ia membunuhnya.


Jeritan yg sangat keras itu memekakkan telinga Krist membuatnya harus menutup kedua telinganya. Sosok itu kemudian menghilang, Krist akan menghela nafas lega sebelum sebuah suara mengejutkannya.


"Jadi kamu tidak menyukaiku karena lebih ingin bersama dengan hantu itu, cihh" Anna terduduk dibagian belakang sambil menatapnya kesal, tapi Krist bisa melihat tatapan khawatir dari wanita aneh itu.


Krist langsung bisa tahu jika sosok kali ini adalah Anna yg asli, apalagi jika melihat benang merah yg terikat dikedua jari mereka.


"Kita isitirahat dulu, Ayo tenangkan dirimu.. "


"Aku tidak apa-apa sungguh" kata Krist.


"Kamu tahu, kukira kamu meninggalkanku saat aku melihat mobilmu pergi tadi.. " kata Anna


"Aku tidak tahu kalau yg masuk kedalam mobil ternyata bukan dirimu, sungguh. Jika tahu kenapa aku harus mengemudikan mobil tadi... " jawab Krist tak terima seolah dituduh bahwa ia tak menginginkan kencan ini. Padahal hanya ia yg berpikir sampai sejauh itu.


"Itulah guna aku memperlihatkan benang merah kita, mulai sekarang kamu harus hati-hati Krist" peringat Anna


"Awalnya tadi kukira kamu memang meninggalkanku, tapi saat kulihat ada sosok lain di mobilmu aku tahu ada yg salah. Jadi kamu kuikuti, dan ternyata benar kamu yg bodoh ini bahkan tertipu oleh tipu daya hantu" lanjut Anna.


"Kamu tahu Krist, aku khawatir tadi takut terjadi apa-apa denganmu" kata Anna sambil menatap Krist.


Krist terhenyak, wanita cantik didepannya itu mengkhawatirkannya. Ada suatu hal yg entah apa tapi Krist tidak tahu, satu hal yg menarik Krist suka itu, dadanya berdetak kencang.


Aku memberikanmu sepetah kebun mawar tapi penjaga kebunnya sangat menyeramkan, jadi luluhkan penjaga kebunnya terlebih dahulu.


Perkataan perempuan tua waktu malam itu Krist ingat kembali, Ia tersenyum.


"Maaf membuatmu khawatir, lain kali hal ini tak akan terjadi lagi... "