
"Oh iya, bagus tidak caraku menyingkirkan hantu-hantu itu?" tanya Anna kembali memulai pertanyaan. Anna memandang Krist yg sedang menghabiskan minumnya, yg ia beli bukan yg hantu tadi berikan. Anna sudah tahu pasti sesuatu yg buruk dan menjijikkan pastinya.
"Bagus apanya?" tanya Krist tidak mengerti.
"Menggunakan mawar berwarna biru, pasti elegan bukan?" kata Anna. Krist menggelengkan kepalanya sambil terkekeh.
"Dasar gila, kalau orang lain yg melihatnya pasti akan ketakutan tahu"
"Kalau kamu?" tanya Anna
"Tidak, walaupun mengerikan bagi orang lain tapi bagiku mawar-mawar biru itu cantik"
"Bahkan jika untuk membunuh?" tanya Anna.
"Kamu membunuh manusia?" Krist terlonjak kaget. Ia menatap ngeri kearah Anna, wanita psikopat dari mana ini?
"Bukan seperti itu bodoh" ujar Anna
"Aku berteman dengan Malaikat Maut, dalam hukum alam Malaikat Maut bisa mencabut nyawa jika sang manusia sudah pasrah akan takdirnya, ia menerima kematiannya... " kata Anna "Tapi bagaimana jika waktu kematiannya telah datang tapi ia menolak untuk mati?" tanya Anna.
"....." Krist hanya diam sambil mendengarkan.
"Malaikat Maut tetap tidak bisa mencabut nyawanya, jadi Aku yg akan diminta untuk mengambil nyawa itu. Aku punya kemampuan untuk membunuh manusia" kata Anna "Mungkin itu awal dimana aku menggunakan mawar biru?" lanjutnya sambil bertanya pada diri sendiri.
"Aku tidak mengerti" kata Krist.
"Naka yg mengurus takdir akan memberikan bunga kematian saat Malaikat Maut membawanya, karena aku yg mengambil nyawanya aku menggunakan perantara bunga mawar sebagai gantinya... " Anna menatap kedepan "Uniknya warna bunganya sama dengan mataku" ujarnya lirih.
"Matamu cantik kok, tidak menyeramkan. Matamu unik" kata Krist.
"Kamu seperti adik dan ibuku, mereka selalu memuji betapa indahnya warna biru pada mataku... "
Mereka hening sejenak tak ada yg saling berbicara, hanya hening.
"Anna aku mau bertanya?"
"Apa?"
"Tubuhmu membawa energi spiritual yg sangat besar, makhluk seperti hantu bahkan aku menginginkan itu... " kata Anna.
"Hantu-hantu tadi mengingingkan energimu agar bisa bersentuhan langsung dengan manusia, biasanya untuk urusan yg belum selesai"
"Kalau kamu?"
"Untuk menghidupkan kembali waktuku agar kamu bisa membunuhku" kata Anna sambil menatap Krist.
"Energimu seharusnya hanya untukku, tapi karena makhluk lain juga menginginkannya kamu harus berhati hati, Krist" kata Anna memperingkatkan kembali.
"Kenapa?" tanya Krist tidak mengerti.
"Jika untukku tak akan bermasalah, tapi untuk mereka tidak. Jika sampai terambil akan bahaya, beruntung jika sedikit kalau sampai banyak? Energinya spiritualmu itu sama dengan tenagamu, kalau sampai terambil banyak kamu bisa mati" ujar Anna "Dan kehidupan kekalku akan terus berlanjut, apa aku harus menunggu seribu tahun lagi agar bisa menemukan cinta sejati lagi?"
"Kamu berharga bagiku Krist, Aku membutuhkanmu jadi aku akan melindungimu semampuku" kata Anna. Krist sudah akan memotong pembicaraan sebelum Anna kembali berkata "Kamu lebih berharga dari segalanya"
"Anna... "
"Iya, kenapa?"
"Bagaimana dengan kencan kita?" tanya Krist.
"Hah sudahlah tidak jadi, moodku jadi rusak karena hantu sialan itu" Jawab Anna jutek.
"Padahal sudah susun jadwal susah-susah, jadi berantakan" keluhnya.
Krist beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Anna yg berteriak kepadanya.
"Dasar lelaki menyebalkan, sudah ditolong tidak tahu diri"
Ada banyak sumpah serapah yg wanita cantik itu ucapkan sampai sebuah es krim ditujukan didepan wajahnya.
"Jangan mengoceh terus, makan es krim ini supaya moodmu kembali baik" kata Krist.