Blue Eyes

Blue Eyes
DILEMA 141



"Sebenarnya ini sungguh diluar nalar dan tidak bisa diterima oleh akal sehat saya Pangeran.Bisa kah anda menceritakan lebih detail tentang kejadian yang menyebabkan anda bisa hidup kembali dari coma?"


"Karena,jika benar apa yang dikatakan oleh Kak Caca.Berarti hidupnya anda kembali betul-betul berhubungan dengan kematian Kakek saya,Maulana"


Fajar ,Cahaya dan Pangeran As'ad duduk berhadapan diantara celah dua tempat tidur.


"Aku sebenarnya tidak tahu apakah yang membuat aku hidup kembali adalah disebabkan masuknya roh orang lain. Tapi yang jelas saat itu mungkin aku sudah benar-benar mati"


"Aku ditabrak oleh seseorang yang mungkin adalah salah satu pendukung Pangeran Arif. Sejak saat itu ,aku sudah tidak bisa mengingat apapun. Tapi kata pelayananku aku sudah hampir 6 bulan mengalami coma.Dokter pun sudah angkat tangan,mereka berdiskusi untuk melepas semua alat-alat medis yang membantu ku untuk bertahan hidup"


"Hanya itu yang aku tahu tentang kejadian yang menimpaku, tahu-tahu saat aku bangun aku melihat begitu banyak makhluk mengerikan di sekeliling ku.Aku sudah seperti orang gila,malah mereka benar-benar menganggap aku sudah gila"


"Hingga suatu hari,aku melihat roh Sultan Zubair. Beliau turut hadir dalam pertemuan acara haul Ratu Elisa. Dan beliau tahu jika aku bisa melihat nya, Sultan Zubair berpesan kepada Ayahanda ku.Yang mana pesan itu adalah rahasia antara Sultan Zubair dengan Ayahanda ku ketika sultan agung masih hidup.Aku diminta menyampaikan nya dengan cara membisikkan,agar supaya rahasia itu tidak bocor"


"Dari saat itu lah, Ayahanda tahu jika aku tidak gila.Aku benar-benar bisa melihat makhluk tak kasat mata "


Pangeran As'ad menyudahi cerita nya.Cahaya tersenyum simpul, sedari tadi pandangan nya tertuju kepada sang Pangeran.Ia bahagia bisa melihat Maulana kembali meskipun itu dalam wujud orang lain.


"Tapi Pangeran,, Tidak kah hal ini akan mengundang kontroversi jika anda menjalin hubungan dengan kakak saya"


Pangeran As'ad menghela nafas panjang, ia pandangi wajah Cahaya yang menggetarkan jiwanya.Ia genggam erat tangan Cahaya ,lalu diciumnya hangat.


"Aku tahu...tapi mungkin ini sudah jalanku"


"Maksud Pangeran ??"


"Aku akan melepaskan gelar bangsawan ku,dan aku akan hidup seperti rakyat biasa "


"Itu tidak akan mudah pangeran..."Fajar jadi ragu.


"Aku tahu..."Pangeran As'ad menganggukkan kepalanya"Tapi percayalah padaku,aku takkan meninggalkan Kakakmu lagi"


Tatapan mata Pangeran As'ad yang begitu meyakinkan membuat Fajar manggut-manggut.Ia bergulir menatap sang Kakak,cahaya kebahagiaan terpancar indah dari dua mata hazel nya.Mana mungkin Fajar tega menghapus cahaya itu.Sedangkan ia tahu, bagaimana kehidupan sang Kakak sejak kepergian Maulana .


"Baiklah... lebih baik sekarang kita istirahat terlebih dahulu.Besok kita kembali ke rumah,Dan Hari Kamis kita kembali untuk melanjutkan misi membantu arwah Sikin "Fajar berucap selayaknya seorang pemimpin.


"Jadi aku tetap diikut sertakan dalam misi ini??"tanya Pangeran As'ad ,Fajar mengiyakan.Senyuman lebar tersungging, akhirnya kedua Kakak beradik itu bisa menerima kehadiran Pangeran As'ad .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Apa??!"Damar terkejut mendengar berita mengenai Pangeran As'ad dari Karna, pelayan si Pangeran.


"Ada apa Damar?"


Sontak Damar terkejut untuk kesekian kalinya,ia memutar tubuhnya.Ternyata dugaannya tidak meleset, Sultan Abdul Jailani sudah berdiri di sana.


"Su-Sultan"Ponsel yang melekat di cuping telinga melorot perlahan.Sultan Abdul Jailani menjulurkan tangannya,Damar tertunduk.Tubuhnya gemetar,ia tidak ingin sang penguasa kerajaan Brunei Darussalam itu mengambil alih ponselnya.


Melihat Damar tak bergeming,Sultan Abdul Jailani tidak tinggal diam.Ia merampas ponsel dari tangan Damar.Pria itu menggigil seluruh tubuhnya.


Sultan Abdul Jailani mendail nomor yang baru saja pelayan nya hubungi.


"Hallo,Tuan Damar.. Apakah Sultan sudah pergi -?"


"Ada apa??"Sultan Abdul Jailani menjawab yang otomatis membuat Karna terkejut bukan main"Kenapa diam?? katakan padaku ada apa?"


Mulut Karna menganga,ia tidak bisa menjawab apapun.


"Kalau kamu tidak memberi tahu ku,jangan salah kan aku jika ku jatuhi kau hukuman gantung"Ancam Sultan Abdul Jailani .


"Aku tanya sekali lagi!Ada apa?Apa yang terjadi di Indonesia ?"Suara Sultan Abdul Jailani sangat datar dan tegas.Siapapun yang ditanya oleh beliau,akan merasa terintimidasi hebat.


"A-anu Sultan...Pa-Pangeran..hi-lang"


"Apa?? Kenapa kalian begitu ceroboh ??"bentak Sultan Abdul Jailani emosi.Suaranya memenuhi spiker ponsel dan hampir saja memecahkan gendang telinga si pendengar di seberang.


"Aku tidak mau tahu, cepat temukan dia dan bawa dia pulang segera!!!"


"Ba-ba-baik Sultan "


Sultan Abdul Jailani mematikan sambungan telepon,ia meremas ponsel milik Damar dengan kuat.


"Bisa-bisanya kamu menyembunyikan berita penting ini dari ku Damar"


Damar menjatuhkan tubuhnya,ia berlutut dibawah kaki sang Sultan.


"Ampun paduka Sultan, hamba tidak bermaksud demikian"


"Lalu kenapa kamu tidak ingin aku tahu mengenai Pangeran As'ad ?"


"Hamba...Hamba berniat memberi tahukan setelah semuanya jelas Paduka "


"Lalu--ini kurang jelas bagimu ??Aku tidak mau tahu, cepat kau kirim utusan untuk menemukan Pangeran As'ad dan bawa dia kembali ke sini"Sultan Abdul Jailani membanting ponsel pelayan nya ke lantai,lalu berbalik pergi.


Damar tertunduk tidak berani mengangkat wajahnya.Meskipun ia harus menerima perlakuan sang Sultan yang sudah merusak ponsel miliknya.


*


*


Karna masih gemetar, meskipun Junjungan nya sudah mematikan sambungan secara sepihak.


"Karna..Pangeran As'ad "Seorang pengawal menunjuk ke arah datangnya mobil.Karna buru-buru pergi menyambut kedatangan sang Pangeran.Ia lega bercampur haru,karena dengan datangnya sang Pangeran.Sultan Abdul Jailani tidak akan menghukumnya.


"Pangeran..."Karna berserta tiga pengawal berlutut di tanah dengan kepala tertunduk.Pangeran As'ad terhenyak mendapatkan perlakuan yang demikian.


Cahaya menghampiri dengan Tatapan heran.


"Ada apa ini ?"tanya Fajar yang merasakan hal yang sama.


"Bangun lah... kalian tidak harus berlutut seperti ini ?"tukas Pangeran As'ad .


"Pangeran... hamba mohon,agar Pangeran segera kembali ke Brunei "


Cahaya membulatkan matanya, Kembali ke Brunei??Tidak!!Ia memegang tangan Pangeran As'ad dengan erat.Pria itu seolah mengerti jika gadisnya tidak ingin ia pergi.


"Bukankah sudah ku katakan,jika aku masih ingin disini"tegas Pangeran As'ad .


"Ampuni hamba pangeran,jika pangeran tidak segera kembali.Maka kami akan dihukum gantung oleh paduka Sultan "


Pangeran As'ad terperangah, sampai seperti itu kah?


"Aku akan bicara dengan Ayahanda "


"Pangeran!!"Karna dan ketiga temannya kompak Mencium tanah sebagai tanda permohonan yang harus di kabulkan.


Cahaya semakin takut,ia melingkarkan dua tangan nya ke lengan Pangeran As'ad . Wajahnya tertunduk sayu.Kini sang Pangeran jadi dilema,ia tidak ingin pergi tapi jika Ayahnya Sultan Abdul Jailani sudah memberikan titah.Besar kemungkinan ke empat orang yang tengah bersujud itu akan benar-benar di hukum mati.