
Apa-apaan ini??Masak hanya menjual sate bisa jadi kaya raya?? Satenya pun bukannya banyak!!
Fajar berpikir sendiri,namun Cahaya terlihat santai.Ia mengangguk sebagai tanda untuk mereka segera berangkat.
"Ayo...saya antar ke lokasi"
"Apa boleh bawa mobil sendiri-sendiri ?"Tanya Fajar .
"Iya nggak apa-apa"
Mahfudz dan istrinya melaju mendahului, sedangkan Fajar mengikuti dari belakang.
"Kak??Apa kamu tahu ini Maksudnya apa??Aneh deh...masak kita disuruh jualan sate?"
"Itu sate burung gagak"
"Apa??!!"Fajar terkejut bukan main.
"Kita akan menjualnya kepada para dedemit, rasanya mereka telah menumbalkan Sikin"
Fajar melotot mendengar nya.
"Maksud Kakak,Sikin juga menjual sate gagak lalu ditumbalkan gitu?"
Cahaya mengiyakan..
"Aku tidak bisa mencium siapa yang telah dipertuhankan oleh mereka??.Kemungkinan makhluk ini bukan berasal dari hutan larangan "
"Terus gimana dong??kita akan jadi tumbal nih??"
Cahaya tersenyum tipis melihat ketakutan adiknya.
"Biasanya mereka ditumbalkan pada malam Jumat legi.Malam Jumat kemarin adalah legi,jadi Sikin meninggal seminggu yang lalu "
Fajar mengangguk mengerti.
"Dan malam ini kita cuma bertemu dengan kurcaci dedemit saja.Bukan makhluk yang telah memakan Sikin "
"Terus ?? gimana dong?"
"Lihat saja nanti"Cahaya menatap lurus ke depan, memperhatikan mobil Mahfudz yang sudah mulai masuk ke kawasan hutan kecil.
Mobil Mahfudz berhenti,dan penumpangnya pun keluar.Fajar turut mengikuti dua pasangan suami istri itu.
Mahfudz mengeluarkan perlengkapan sate, yang berupa arang dan tungku pembakaran.Tak lupa pula kipas yang di anyam dari bambu.
"Bakar lah sate itu di sana"Mahfudz menunjuk sebuah tempat yang berupa tanah lapang di kelilingi pohon beringin yang besar-besar.
"Tapi tunggu habis Maghrib ya..."
"Loh kenapa ?"tanya Fajar .
"Karena pembeli nya datang saat hari sudah mulai gelap "
Istri Mahfudz tersenyum mistis.
"Jangan takut atau pun kaget, karena kalian sebenarnya menjual sate kepada penghuni gaib"
Fajar berpura-pura melotot ketakutan.
"Kalau takut merem saja, yang penting jangan berhenti ngipas satenya sampai habis.Nanti kalian akan dapat banyak uang"Istri Mahfudz yang semula diam ikut berkomentar.
"A-apa begini cara Sikin mendapatkan uang?"
"Lah iya...mana ada sekarang kerjaan yang bisa membuat kita kaya dalam sekejap kalau bukan lewat jalur cepat "Mahfudz menjawab disertai kode kepada istrinya.
"Ya sudah..kami pergi dulu.Kalian baik-baik saja disini.Jangan takut ya.. bayangkan saja kalian dapat uang banyak.Kalau selesai cepat,kami akan tambah kan bonus.Ok!!"Istri Mahfudz melambaikan tangan seraya masuk kembali kedalam mobil bersama Mahfudz.
Fajar dan Cahaya mengikuti kepergian mobil Mahfudz dengan tatapan mata hingga lenyap dalam rimbunan pepohonan.
"Ayo!"Cahaya melangkah mendahului sembari membawa bakul yang berisi sate mentah daging gagak beserta kipas dan juga arang.Sedangkan Fajar membawa tungku perapian.
Mereka memulai membakar sate setelah tiba waktu yang ditentukan.Fajar sedikit merinding, karena pasti yang datang bukan hanya satu setan.Melainkan bermacam-macam setan yang mengerikan.
Cahaya terlihat santai,ia menyusun tusukan-tusukan sate dan Fajar yang bertugas mengipasi.
"Satte..Satte..satte...sattenya Buk"Fajar berseru layaknya orang Madura.Cahaya tertawa lucu mendengar nya.
Aroma daging gagak menyebar cepat dengan bantuan angin malam.Satu demi satu dedemit datang. Yang pertama membeli adalah di Pocong.
Ia mengulurkan tangannya hendak mengambil sate,namun Cahaya memukul tangan nya.
"Eh.."si Pocong terkejut"Kenapa kamu memukul ku??berani kamu sama aku??Aku pocong loh, lihat!wajahku seram..Nih" si pocong mencongkel sebelah matanya.Fajar bergidik ngeri,ia menutup matanya rapat-rapat.
"Eh mataku...kok dibuang sih?"
Cahaya tidak memberi kesempatan kepada si pocong,ia mencongkel matanya yang sebelah lagi lalu dilempar nya juga.
"Eh copot copot...kok dicopot mataku eh... gimana ini,kemana mataku setan!!"Si pocong mengoceh panjang.
"Kau yang setan!!"bantah Cahaya .
"Tapi kamu kejam melebihi setan,tega banget mencongkel mata orang yang sudah mati...aduh...aku bisa liat.. tolong kembalikan mataku"Si pocong tidak jadi makan enak malam ini,ia justru sedih karena tidak bisa melihat.
Tubuhnya melompat kesana kesini,terbentur pepohonan.Belok kiri nabrak,belok kanan nabrak.Jadinya cuma muter-muter aja di tempat.
Fajar yang awalnya ngeri, berubah jadi tertawa geli.
HIHIHIHIHIHIHIHI Sosok sundel bolong melayang mendekat.Ia juga ingin menyantap sate daging gagak kesukaannya.
"Hemmm baunya enak sekali"Sundel bolong mengendus asap yang mengepul.
"Mau??"Cahaya menyodorkan dua tusuk sate.
"Iya dong..."
"Sundel...oh sundel"Pocong mendengar suara yang tidak asing lalu ia memanggil nya.
"Ada apa sih Cong? ganggu aja"
"Tolong bantuin aku dong cari mataku"
"Nyari mata kamu?? emang kemana matamu?"
"Hilang dibuang gadis itu"
Sundel bolong celingukan karena si pocong menunjuk ke arah yang kosong tak ada siapa-siapa.
"Gadis yang mana?"
"Itu yang jual sate"
"Oh ini...kamu nunjuk nya kesono,jadi bingung aku"
"Ya namanya juga buta Sundel"
"Kenapa matanya si pocong di buang?"Sundel bolong nanyak sama Cahaya .
"Kaget karena tiba-tiba matanya melompat keluar"jawab Cahaya tanpa dosa.
"Bohong dia Sundel... bohong..."
"Ih ada ape ini ribut-ribut "suster ngesot datang berkumpul.
Fajar memilih diam menyimak sambil terus mengipasi sate.
"Matanya si pocong hilang"Sundel bolong menjawab.
"Hilang??"
"Kamu suster cacat ya?"tanya si pocong.
"Kok cacat sih...ane Suster cantik...Enak aje bilang ane Suster Cacat.Situ tuh yang cacat,udah nggak bisa liat, lompat -lompat lagi... Gini-gini Ane bisa berenang,ente?? gimana ??Bayangin gimana pocong berenang,kaki di ikat,tangan di lipat,yang ada ente kelelep mati dua kali"
Fajar dan Cahaya senyam-senyum mendengar ocehan si suster ngesot.
"Bawel amat si suster yang satu nih,aku ngomong dua kata dia balas Dua ribu kata"lawan Si Pocong.
"Mangkanya ente jangan ngomong sembarangan,ane nggak cacat "
"Terus ngapain kamu ngesot kalau kamu nggak cacat "
"Ini fashion...biar ane terlihat mengerikan,kalau ane jalan kaki,para manusia tidak akan takut Ama ane.Yang ada ane digodain,di rudal paksa lagi...aduh ngeri"
Si pocong mencibir.
"Emang ada manusia yang mau nidurin setan?"
"Eh kagak percaya ente,,ente belum liat sih gimana ane berjalan.Meliak liuk seperti model kimmi Jayanti "
"Alah..songong Lo.. ba-cot doang yang banyak,bukti kosong.Kayak tong kosong nyaring bunyinya "Si pocong semakin mencibir.
"Eh Cong..ente kadang-kadang ye.. kenapa ?iri ya sama ane yg masih cantik meskipun sudah jadi setan?hah??"
Cahaya dan Fajar duduk berjongkok memangku dagu menyaksikan perdebatan sengit antara pocong dan suster ngesot.Mau ngipas sate,semua Satenya udah masak.Kalau terus di kipasi entar gosong.Jadi mereka berdua memilih untuk menonton pertikaian dua hantu yang sama-sama difabel itu.