Blue Eyes

Blue Eyes
SAMBUTAN 64



Idris tersenyum tipis saat melihat kedatangan Soraya.


PLAK!!


Namun tamparan yang ia terima saat Soraya berada di hadapannya.


"Sayang ??kenapa kamu menampar ku?"Idris tak mengerti apa yang terjadi.


Poppy tersenyum licik,kini Pyta sudah kembali dalam dirinya tanpa Idris dan Soraya ketahui.Itu semua disebabkan ajaran Betarakala,agar Pyta harus menjadi Poppy yang sebenarnya agar dia bisa dekat dengan musuh mereka.


Soraya mengambil tasnya dan pergi tanpa mengatakan apapun.


"Aduh...kenapa lagi ini??"Idris pun mengambil tasnya dan berlari mengejar istrinya.


"Sayang...sayang...kamu kenapa ?hah???"Idris berusaha menahan Soraya, usahanya untuk memohon selalu ditepis oleh Soraya.


"Sayang kita janji kan kalau ada apa-apa kita bicarakan baik-baik,kita selesaikan baik-baik.Agar kita tidak mudah termakan hasutan ataupun fitnah lagi "


Kini bujukan Idris mengena di hati Soraya.Langkah kakinya terhenti.Namun karena Di Sekeliling mereka banyak siswa lalu lalang,Soraya menahan diri untuk mengeluarkan uneg-unegnya.


"Aku ingin kita bicara ditempat aman"Ucap Soraya dengan Tatapan tajam.Idris mendalami Tatapan itu,ia menemukan sesuatu yang serius disana.


"Baiklah ayo ikut aku"Idris menggandeng tangan Soraya lalu dibawanya pergi dari area sekolah dengan menaiki taxi online.


Idris membimbing tangan Soraya naik ke atas perbukitan kecil yang dibawah terhampar danau buatan yang cukup asri.


"Kita bicara disini sayang"Ujar Idris.Namun Soraya seperti tidak terpesona sedikitpun dengan keindahan alam yang di tunjukkan oleh Idris.Wajah Soraya masam tanpa senyum.


"Kau sudah membohongi ku"


"Aku bohong apa sayang ??"


"Jujur sekarang padaku!!Apa yang kamu sembunyikan dari ku,atau aku tidak ingin mengenalmu selamanya "


Idris terpegun,sinar mata Soraya menundukkan bahwa wanita itu tahu sesuatu.Idris menelan saliva, mendadak tenggorokannya terasa sekat.


"Apa...ini ... masalah Putri Halimah ??"


"Jadi benar kau sudah menikah"


"Sayang ....Jangan terburu-buru menilai sesuatu yang tidak kamu ketahui Apa yang sebenarnya terjadi . Jadi izinkan aku untuk menjelaskan semuanya"Pinta Idris memelas.


"Ya sudah!!cepat jelaskan!!"Soraya sangat jelas terlihat menahan amarah yang begitu besar.


Idris menjeda waktu untuk mengatur perasaan takutnya,agar bisa menjelaskan dengan baik kepada Soraya.


"Aku hanya menikah cuma untuk sebuah status agar kedudukan Paman Zubair tetap kokoh di kerajaan kesultanan .Ini semua sama sekali tidak seperti yang kamu bayangkan sayang .Aku sama sekali tidak pernah menyentuh Putri Halimah ,karena aku hanya mencintaimu .Sebab itu sayang Aku ingin meresmikan hubungan kita dengan pernikahan agar aku hanya untukmu. Aku tidak mau membagi perasaanku dengan wanita lain"


Soraya terdiam, ia tengah berpikir bagaimana jika dia ada diposisi Idris sekarang??.Harus menikah dengan pria lain yang tidak ia cintai.Pasti akan lebih runyam...


"Kamu percaya sama aku kan sayang ??"Sambung Idris mencoba mencari kepastian.Soraya tak bergeming..


"Kalau bukan karena aku mencintaimu,aku takkan memaksa mu menikah"


Soraya menundukkan pandangannya.Air matanya menetes pelan.


"Kau masih ingat apa yang aku katakan saat kita mengikrarkan janji ??"


"Aku terpaksa melupakan sumpah ku untuk membunuh mu, karena dalam perut ku... ada janin yang masih dalam proses pembuahan"


Idris ternganga, matanya membulat.


"Kalau aku membunuh mu??Dia pasti akan bertanya dimana ayahnya..lalu aku harus menjawab apa ??"


"Apa kau serius sayang ???"


Soraya mengiyakan..


"Sekarang aku dalam kondisi terlemah karena adanya embrio,aku tidak bisa berbuat apa-apa saat ini "


Idris menundukkan wajahnya.


"Aku juga sayang, mustika kecubung sudah meninggalkan aku sejak malam pertama kita.Karena aku sudah melanggar pantangan "


Soraya tersenyum lucu.


"Ternyata.. untuk pertama kalinya, sekarang kita menjadi manusia biasa "


Idris tersenyum tipis,ia mengangguk-anggukan kepalanya.


"Tapi hal ini juga tidak baik sayang,aku takut ada orang yang ingin mencelakai kamu dan calon bayi kita.Sedangkan aku, sudah tidak bisa berbuat apa-apa.Aku akan menemui Papa,aku ingin meminta pertolongan nya"


"Tapi... apa beliau tahu tentang kita?"Soraya mendadak cemas saat Idris mengutarakan keinginannya.


"Kamu tenang saja,Papa sudah tahu...dan beliau bisa mengerti "


Soraya jadi lega mendengarnya.


*


*


Putri Halimah terhenyak kaget melihat Idris datang dengan seorang gadis.Ia berpakaian senada dengan suaminya itu.


Idris juga tak nyaman begitu tahu Halimah berdiri di teras menatap ke arah nya.


Lain halnya dengan Soraya,ia melemparkan senyum meskipun canggung.Karena hatinya meyakini, bahwa gadis itulah istri Idris yang berasal dari Brunei.


"Halimah...kenalkan ..ini Soraya..istriku"Nada suara Idris terbata-bata.Soraya mengulurkan tangannya lebih dulu, Halimah memperhatikan Soraya dari atas ke bawah.


Tangannya gatal ingin menampar wanita tidak tahu malu itu.Sudah merebut suaminya,dan kini muncul dihadapannya.


Namun,karena diantara mereka ada Idris.Terpaksa Halimah menyambut tangan Soraya.


"Aya'... panggil saja Aya'"Ucap Soraya memperkenalkan diri.


"Halimah"Jawab Halimah pendek.Idris tersenyum tipis,tenang hatinya Halimah bisa menyambut Soraya dengan ramah.Berarti kemungkinan Halimah sama seperti dirinya.Tidak punya rasa.


"Ayo sayang...kita temui Papa dan Mama"Idris merangkul bahu Soraya lembut.Ia menggiring Soraya masuk ke dalam rumahnya.


Halimah yang menjadi penonton dibelakang pasangan itu, hanya bisa mengepalkan tangannya menahan emosi.Ingin rasanya ia tarik rambut wanita itu hingga tercabut.


Apalagi melihat reaksi sambutan Nicta yang langsung memeluk Soraya.Semakin bencilah Halimah kepada Soraya.