
Tak lama berselang ke dua manusia dan satu yang bukan manusia terlibat pembicaraan serius.
Fajar menyimak dengan baik apa yang telah menimpa si Kuntilanak.Dari awal cerita sampai akhir.
"Biasanya,emmmmmm "Cahaya gugup untuk menyebut nama yang membuatnya sesak.
"Biasanya apa Kak??Kok ngegantung??"
"Emmmm dia...dia menggunakan komputer"
"Oh Kakek??"
Cahaya mengiyakan.
"Ok!!itu gampang..."
Bola mata si Kuntilanak bergulir ke kiri dan ke kanan memperhatikan Kakak beradik itu secara bergantian.
"Kenapa lo??"tegur Fajar"Muter-muter tuh mata, emang kamu pikir matamu cantik.Serem tawuk"
Si Kuntilanak manyun,
"Jutek amat "
"Biarin... pergi sana, tunggu aja kabar baiknya"Fajar berucap dengan ketus.
"Aku tunggu disini aja"bantah si Kuntilanak.
"Kalau ente disini,otak ana ngefleng.Ente bikin ane runyam nih otak.."
Si Kuntilanak melongo.
"Cepat pergi!!!Ih....muka dah jelek,diserem-seremmin"
"Woy...aku diem aja,emang dah mukanya begini "teriak si Kuntilanak.
"Kak .. suruh dia pergi Kak,hati ini masih belum terima untuk bisa melihat wajah sejelek dia Kak"Fajar mencoba mencari sekutu untuk mengusir Kuntilanak.Cahaya hanya geleng-geleng kepala.
"Iya iya..aku pergi, awas Lo Ya... kalau nggak bisa nyelesain masalah gue,gue hantuin hidup Lo SE umur hidup.Jangankan hidup,mati pun ku kejar ke liang lahat"ancam si Kuntilanak.
"Ya elah..udah minta tolong malah nyumpahin...Pergi nggak Lo"Fajar membuka sepatu nya dan siap memukul si Kuntilanak dengan alas kakinya itu.Namun keburu si Kuntilanak kabur.
"Ha..tau juga kau takut..Hem.."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini,Fajar ikut kuliah pagi.Dan berencana sesudah pulang nanti baru memulai projectsnya.
Usai kuliah,ia bergegas pulang.Namun langkahnya tiba-tiba dicegat oleh seorang gadis yang mengejarnya dari belakang.
"Fajar... tunggu!!"
Fajar yang sudah membuka pintu mobil menahan tubuhnya untuk masuk ke dalam perut mobil.
"Ada apa ?"
"Emmm berhubung kamu bawa mobil, boleh aku nebeng ?"tanya Rosmala dengan penuh percaya diri.
"Emang kamu nggak dijemput ?"
Rosmala menggeleng disertai sebuah senyuman.
"Ya udah...masuk aja"Fajar segan juga jika menolak,karena Rosmala adalah teman sekelasnya juga.Takut nanti dia juga butuh bantuan gadis itu.
Rosmala girang sekali,ia mengambil langkah memutar untuk masuk melalui pintu di sisi lainnya.
Fajar tancap gas tanpa mengatakan apapun.Ia lebih fokus mengemudi dari pada bersenda gurau.
"Emmm gimana kalau kita mampir ke rumah aku dulu?"Tiba-tiba Fajar mempunyai ide agar Rosmala jera nebeng dengan nya.
"Boleh.. sekalian aku bisa kenalan sama orang tua mu"jawab Rosmala bersemangat.Fajar tersenyum tipis..
"Sebenarnya aku punya rencana mau keluar sebentar lagi, aku mau makan siang sama seseorang dan Dia kebetulan sudah nunggu di rumah . Jadi nanti kamu bisa kan pindah ke kursi belakang"
Rosmalah menautkan keningnya.
"Kamu mau makan siang sama siapa ?Aku boleh ikut makan siang bareng?"
"Emmmm Boleh aja ,asal kamu nggak ngerasa jadi nyamuk"
"Maksud nya ??"
"Gadis ini tunangan aku"
"Hah?? kamu udah punya tunangan??"Kaget sekali Rosmala mendengar nya.Apalagi saat melihat Fajar mengangguk yakin,raut wajah Rosmala seketika itu langsung berubah.
"Kok aku nggak tahu kamu punya tunangan ?"Rosmala masih meragukan Fajar.
"Yah masak kehidupan pribadi mau digembar-gemborkan sih.Emang kamu tahu aku gimana ?kan emang tertutup "Fajar mengerlingkan matanya, Membuat Rosmala semakin tidak nyaman.
"Kamu tunggu disini ya"Pinta Fajar saat mereka sudah tiba di luar pintu gerbang.Fajar berlari kecil masuk ke dalam,tak lupa ia mengajak sang Kakak untuk mau bersandiwara sebagai kekasihnya.
"Kamu apa-apaan sih??"begitulah respon Cahaya ketika mendengar ide gila sang adik.
"Tolong aku lah Kak,aku cuma pengen ngasih pelajaran sama cewek itu biar nggak ngejar-ngejar aku terus"
"Ya nggak gitu juga kali Kak,kan kasihan anak orang"
"Ya sama aja,kamu nyuruh aku kayak gitu hasilnya juga sama.Dia bakal sakit hati"
"Setidaknya nggak terlalu sakit loh kak,kalau dia tahu aku punya tunangan dan tunangan aku ternyata secantik Kakak,Kan dia sadar diri.Nggak terlalu menyakitkan jadinya "
"Gitu??"
Fajar mengangguk cepat.Cahaya menarik nafas panjang.
"Baiklah"
Fajar tersenyum lebar...
"Makasih ya Kak"
Fajar menggandeng tangan Cahaya dengan mesra.Ia juga membukakan pintu untuknya dan meminta agar Rosmala turun bertukar tempat duduk.
Rosmala patuh, ia diam-diam mengagumi kecantikan tunangan Fajar dan jadi minder sendiri.
"Sayang... kita jadi makan siang dimana?"Cahaya mengernyitkan keningnya, sedangkan Fajar udah kedap-kedip ngasih kode.
"Terserah"
"Kok terserah sih sayang...Mala..."Fajar menengok Rosmala yang langsung membuat gadis itu gelagapan.
"Menurut kamu dimana tempat yang bagus untuk makan siang.Yang pastinya harus enak dan juga romantis"
"Aaa emm aku. .aku nggak tahu..ohya... nanti aku turun di Indomaret depan ini yah..barusan Mama telfon minta aku beliin susu formula untuk adikku"
"Loh...kok turun disini,emang sekitar rumah kamu nggak ada Indomaret ??"
"Emmm ada cuma susunya kosong "
"Oh gitu,ya udah aku tungguin "
"Nggak nggak nggak nggak.. nggak usah...aku bisa pulang sendiri "Rosmala menolak cepat.
"Loh kan rumah kamu masih jauh"
"Iya nggak apa-apa"
Cahaya mencubit lengan adiknya saking keselnya.
"Aw... sayang kok aku dicubit "Fajar mengusap bekas cubitan Kakaknya yang terasa perih.
"Bisa cepet jalan nggak ?"
"Iya sayang...iya..."Fajar pun menyalakan mobilnya dan melaju perlahan.
Sesuai permintaan Rosmala,ia turun di depan Indomaret.Fajar bersorak gembira saat ia kembali melaju kan mobil nya meninggalkan gadis itu.Cahaya hanya senyam-senyum saja.
"Syukurin,,minder kan jadinya..."Umpat Fajar sambil melirik Rosmala dari kaca spion.
"Kamu bawel banget sih tadi,dia udah minta pergi kamu masih ini dan itu"
"Sengaja Kak...hehehehehe"
"Udah... sekarang fokus sama suami kuntilanak itu"
"Ohya...aku sudah menemukan alamat Pak Wahid.Suami si Kuntilanak...aku punya ide untuk memberantas pasangan ini"Fajar menjelaskan sambil sibuk mengemudi.
"Apa??"
"Kakak harus bisa menggoda pria itu"
"Apa!!!!"Cahaya menengking kuat.
"Iya..jadi Disini Kakak harus jadi pelakor "
"Ogah"
"Kok ogah sih...kita harus ngasih pelajaran sama perempuan itu gimana rasanya sakit hati di selingkuhin?"
"Aku nggak bisa "
"Kakak harus bisa dong"
"Kamu mau aku bunuh?"
"Kak...kita partner.."
"Apa itu panter ?"
"Bukan panter kak... partner...teman"
"Kau adikku.. Bo-doh "Cahaya memukul kepala adiknya karena geram.
"Aduh sakit Kak"
"Mangkanya jangan macem-macem,tadi sudah jadi tunangan, sekarang jadi teman..nanti bisa-bisa aku jadi anjngMu"
"Aduuuh jangan gitu dong Kak...itu kan cuma sebatas akting"