Blue Eyes

Blue Eyes
ULAR KAWAT 111



Maulana memperhatikan tubuh Cahaya yang kaku.Tak jarang ia membelai rambut Cahaya dengan lembut.Belum sehari Cahaya berada di rumah Aurel,dia sudah sangat merindukan nya.


Tetiba wangi bunga Kamboja menyeruak memenuhi ruangan.Maulana melihat ke sekeliling,asap putih masuk melalui celah jendela.


"Sepertinya aku kedatangan tamu tak diundang"gumam Maulana .


Benar saja, Wewe gombel muncul di kamar Cahaya .Ia mendekati tempat tidur lalu menggoyang-goyangkan tubuh Cahaya .


"Ca..bangun...Ca..."seru Wewe gombel.Tapi tak ada respon.


"Dia tidur apa mati??kok dibangunin susah amat"


"Dia sedang ngganti awak"jawab Maulana .


"Ngganti awak ?? ngapain dia lakuin itu ??"


"Ada pasien yang butuh pertolongan nya"jawab Maulana .


"Kamu tahu??itu berbahaya..nanti kalau jiwa Cahaya nggak balik melewati tujuh hari..dia akan mati"


"Apa?"Maulana kaget mendengar hal itu.


"Oh jadi nggak tahu, terus yang menyarankan ritual ini siapa?"


"Caca sendiri..."


"Be-gok banget nih anak..."


"Kamu mau apa datang kesini ?"tanya Maulana kepada Wewe gombel.


"Aku butuh bantuan Caca.. gara-gara Caca berubah jadi kucing, Lucy murka.Dia mengunci kekuatan aku memperkaya abdiku..Jadi sekarang..semua abdiku jatuh miskin"Wewe gombel menjelaskan.


"Termasuk Kusuma.."Terka Maulana .


"Iya.. ngapain bandot tua itu kerja sama sama penyihir, sekarang lihat dah hasilnya..Dia jatuh miskin, sedangkan aku?? jadi perempuan paling tidak berguna di dunia"Gerutu Wewe gombel.


"Jadi yang merubah Caca jadi kucing adalah kerjaan Kusuma ??"


Wewe gombel mengiyakan.


"Tapi..apa yang bisa Cahaya lakukan untuk membantu mu? jika itu semua adalah kehendak Ibunya "


"Setidaknya Caca bisa bujuk Lucy untuk mengembalikan kekuatan ku"


"Kau lihat sendiri kan,Caca sekarang sudah tidak bisa berbuat apa-apa.Dia masuk ke dalam tubuh pasien ku,semua kekuatan nya langsung hilang.Mungkin dia juga tidak bisa melihat mu.."jelas Maulana .


"Iya itu bisa saja terjadi jika pasienmu tidak punya kemampuan supranatural... pokoknya kamu harus bisa membujuk Caca untuk segera kembali ke dalam tubuhnya.Jika lewat dari tujuh hari,maka Caca akan mati"


Maulana mengangguk mengerti.


"Besok aku akan menemui dia di sana dan akan mengatakannya "


*


Sepanjang perjalanan menuju ke rumah Intan, Irwan berpikir keras bagaimana caranya ia keluar dari masalah yang ia hadapi sekarang.


Namun tiba-tiba ia teringat satu hal tentang Aurel.Karena itu, Irwan segera memutar arah menuju rumah istrinya.Ia menulis pesan singkat kepada Intan agar jangan menunggu nya.


Intan yang menerima pesan tersebut jadi kurang mengerti.Ia pun mendail nomor Irwan agar pria itu bisa menjelaskannya.


Setibanya di rumah Aurel,tanpa memberi salam terlebih dahulu.Irwan langsung nyelonong masuk.Saat itu Musthofa tengah menyuapi Pak Adit di kamarnya sembari memberinya obat.


Jadi, kehadiran Irwan tidak mendapatkan perlawanan dari siapa pun.Ia langsung masuk ke kamar Aurel.


Pada saat itu,Cahaya baru saja selesai mandi.Tubuhnya masih terlilit handuk.Ia terkejut tiba-tiba melihat Irwan berada di kamarnya.


"Ngapain kamu disini ?? bukankah aku sudah mengusir mu"tegur Cahaya , Irwan meluruh ke lantai bersujud di kaki Cahaya .


"Sayang...aku minta maaf..aku benar-benar minta maaf.Aku akui aku salah...aku terlalu bodoh tergoda bujuk rayu si Intan.. Aku mohon..maafkan aku..."


"Tidak!!aku sudah terlanjur terluka dengan pengkhianatan mu... cepat keluar dari kamar ku"Cahaya menuding ke arah pintu.Irwan menggeleng,ia memeluk kaki Cahaya dan terus memaksa agar Cahaya mau memaafkannya.


Cahaya berontak,dan tanpa sengaja ia terjungkal karena Irwan menahan kakinya.Handuk yang dipakai Cahaya untuk menutupi tubuhnya tersibak, kulit putih nan mulus terserlah indah.Irwan menelan saliva, tatapannya diam penuh naf-su.Cahaya menyadari hal itu,ia segera membenarkan letak handuknya.


Tapi Irwan sudah ter-ang-sang,ia melonggarkan dasinya lalu membuka kancing bajunya.


"Kau mau apa??"Cahaya sepertinya mengerti apa yang akan dilakukan Irwan,pria itu tersenyum tipis.Ia berjalan dengan menggunakan lututnya mendekati Cahaya .


Gadis itu menyeret tubuhnya menjauh hingga punggung nya menyandar ke dinding.


"Aku merindukanmu sayang..kau tidak perlu takut...aku suami mu.."Irwan sudah membuka kemejanya dan melemparnya sembarangan.Ia juga membuka ikat pinggang nya dan resleting celananya.


"Jangan mendekat,atau aku akan teriak!"ancam Cahaya .Ia bingung harus bagaimana untuk melawan Irwan.


"Teriak aja sayang,toh kita sudah biasa melakukan nya.Bukankah kamu sangat memuji kejan-tananku?"Irwan mengeluarkan ular yang sudah mengeras.Cahaya terkejut..lalu ia tertawa terbahak-bahak.Irwan keheranan, kenapa istrinya tertawa sampai terpingkal-pingkal seperti itu?


"Kau..Kau..hahahahahahaha"Cahaya memegang perutnya.


"Kenapa ??Apa yang lucu ??"


"Kamulah...kau bilang apa barusan ??aku terlalu memuji kejan-tananmu??Ularmu masih bayi,belum dewasa..Apa yang memuaskan ??hah??Hahahahahaha"


Irwan menunduk melihat senjatanya, perlahan senjatanya layu .Cahaya semakin tertawa ngakak.


"Dia mengerut hahahahaha..makin tidak punya kepala Hahahaha... punya ular kawat aja bangga...tak kirain yang keluar Anaconda hahahahahaha"Cahaya begitu bahagia mengintimidasi Irwan.Pria itu bangkit dengan lesu,Cahaya tidak membuang kesempatan itu.Ia juga gegas bangun, mengambil vas bunga dan dihantam kan ke kepala Irwan yang membelakanginya sambil memakai kembali kemejanya.


Mata Irwan terbeliak lebar,darah mengucur deras dibagian belakang kepala.Dalam hitungan detik, akhirnya Irwan terkulai pingsan.


"Mam-pus kau...enak aja mau memperkosa aku..huh"Cahaya menendang tubuh Irwan.


Musthafa yang mendengar suara tawa Cahaya yang membahana,merasa penasaran.Apa yang membuat anak majikannya itu sangat bahagia?


Tok tok tok tok


Kretek...Cahaya Keluar dengan tubuh yang sudah terbalut kimono.


"Baru saja aku mau memanggil mu"


"Kenapa Non??"tanya Musthafa.Cahaya membuka lebar-lebar daun pintu.Ia menunjuk kan tubuh Irwan yang sudah pingsan.


"Kenapa Den Irwan bisa ada disini ??"


"Entahlah..tadi dia hampir memperkosa aku.Tapi untung aku bisa melumpuhkan nya.. Tolong bawa dia ke ruangan yang tidak terpakai di rumah ini.Lalu ikat dia, sekarang waktunya aku balas dendam padanya"


Musthafa mengangguk mengerti,ia pun masuk ke dalam untuk mengurus tubuh Irwan.