
Krist baru sampai dirumah, rumah keluarganya ini tergolong mewah. Bahkan ketika sampai, para pembantu bahkan sudah menunggu didepan pintu.
"Kamu lelah tidak? astaga anak Mama" kata Mama sewaktu Krist keluar dari mobil.
"Ma, aku bukan anak kecil lagi tahu"
"Iya-iya, ayo masuk. Biarkan saja barangmu nanti dibawa masuk sama bibi" kata Mama.
"Iya Ma.. "
Ketika masuk kerumah, Krist bisa melihat Zara yg sudah menunggu diruang tamu sambil memakan puding cokelat kesukaannya.
"Hei kakak sialan, pulang juga akhirnya"
"Hei adik durhaka, peluk kakaknya yg baru pulang. Bukannya mengomel seperti itu" kata Krist.
"Malas, benci aku kalau kamu pulang. Sana pulang lagi, kembali ke apartement kakak" usir Zara sambil menunjukkan gestur mengusir membuat Krist langsung menjitak kepalanya.
"Sakit tahu kak, mana oleh-olehnya?" tanya Krist.
"Tidak ada" kata Krist kejam.
"Dasar jahat"
"Sudah-sudah kenapa malah bertengkar, ayo kamu pasti lelah Krist. Tinggalkan saja adik bandel ini" kata Mama yg justru membuli si sungsu.
Krist sekarang sudah berada didalam kamar, sedang beristirahat. Zara masuk kedalam, kemudian langsung memonopoli ranjang tidur sang kakak.
"Awas-awas jangan tidur disini, najis" kata Krist.
"Kakak sudah punya pacar belum?" tanya Zara tiba-tiba.
"Kenapa? mau kamu apakan kalau kakak punya?" kata Krist.
"Mau aku minta belikan makanan yg enak-enak" Jawab Zara sambil menjulurkan lidahnya kearah Krist..
"Kak, aku serius. Sudah punya pacar belum?" tanya Zara lagi, kali ini lebih serius.
"Belum, kenapa memangnya?" tanya Krist.
"Papa mau menjodohkan kakak dengan anak temannya" kata Zara
"Menjodohkan? Kakak?" kata Krist.
"Iya, ahh Mama datang. Pasti Papa memanggilkan?" tanya Zara saat melihat sosok Mama dipintu kamar.
"Sudah dong" ujar Zara bangga.
"Ma... " Krist akan berbicara sebelum Mama berbicara terlebih dahulu.
"Ini kemauan Papa kamu, Krist. Mama tidak bisa membantu" kata Mama "Ayo Papa sudah menunggu diruang keluarga" lanjut Mama.
Dengan berat hati Krist bangkit dari tempat tidurnya, berjalan dibelakang Mama dengan Zara disebelahnya.
"Tenang saja kak, kakak ipar cantik kok. Kakak pasti suka jika sudah melihatnya" kata Zara.
Sampai diruang keluarga Krist langsung duduk, setelah berbincang-bincang sebentar Papa akhirnya berbicara serius.
"Krist, Papa akan menjodohkan kamu dengan anak teman Papa" katanya.
"Tapi Pa...." Krist ingin menolak.
"Kamu sudah besar, sudah seharusnya menikah, mempunyai anak. Memberi Papa dab Mama cucu yg lucu, tapi kapan? kamu sepertinya belum memikirkan sampai tahap itu" kata Papa.
Krist tadi diberitahu oleh Zara jika perjodohan ini untuk bisnis keluarga, karena Papa sebetulnya adalah orang yg tidak terlalu memaksa keinginan anaknya.
"Papa jujur saja, ini bisnis keluarga. Ada hal yg membuat Papa harus menjodohkan kamu dengan anak teman Papa" kata Papa pelan sambil merasa bersalah.
"Papa berutang uang dengan teman Papa?" tanya Krist.
"Krist, ini demi kalian semua. Papa mohon" pinta Papa.
"Kalau karena hutang biarkan saya lunasi hutang tersebut" sebuah suara mengalihkan atensi semua orang diruang keluarga.
"Astaga... " jerit Zara saat melihat sosok itu.
"Akan saya lunasi, tapi jangan sampai menerima perjodohan itu"
Sosok itu berjalan pelan kearah Krist, mencium bibir Krist didepan semua orang. Zara histeris sedangkan Mama tak sanggup berkata-kata.
"Sayang, kenapa kamu tidak mengabari jika ingin pulang kerumah. Kenapa tidak mengajak aku?" katanya Manja "Aku kan juga ingin diperkenalkan kepada Papa dan Mamamu"
"Anna... kamu-"
"Apakah aku tidak salah melihat, ini Anna Kim kan? model terkenal yg dipuja banyak orang itu?" tanya Zara.
"Iya, Saya Anna Kim. Krist Rui merupakan fotografer saya sekaligus kekasih saya" ucap Anna sambil mengedipkan matanya kearah Krist.