Blue Eyes

Blue Eyes
SINGA KECIL 156



Seketika itu juga suasana hening.Sultan Abdul Jailani menyibak kerumunan dan berdiri di tengah-tengah kedua anaknya yang bergaduh.


"As'ad..apa kamu sudah kesetanan ??Ini hari pernikahan mu, kenapa kamu tidak bisa mengendalikan emosi mu??"


Pangeran As'ad tak menjawab,namun Tatapannya nyalang terhadap sang Kakak.


"Kamu juga Arif, beberapa hari ini kamu menghilang.Datang-datang kau memancing keributan,siapa gadis ini??"Sultan Abdul Jailani menunjuk wajah Cahaya .


"Dia calon istri hamba Ayahanda"jawab Pangeran Arif tanpa gentar.Pangeran As'ad semakin murka,ia ingin memukul sang Kakak tapi tubuh nya di tahan oleh beberapa orang.


"Lepaskan,,, lepaskan aku..biar aku hantam mulut nya"gertak Pangeran As'ad ,giginya mengerat kuat.


"Kenapa kamu begitu marah As'ad ??Apa yang salah dengan Kakakmu??"tanya Sultan Abdul Jailani .


"Karena gadis itu adalah milikku Ayahanda "tegas Pangeran As'ad tanpa takut akan penilaian orang.


"Milikmu??"Sultan Abdul Jailani bertambah tak mengerti.Sang Ratu terpaksa maju saat mendengar hal itu,ia menarik bahu Cahaya agar dapat melihat wajahnya.


"Apakah ini perempuan yang ingin kau nikahi As'ad ??"serunya lantang.


"Iya Ibunda Ratu"Pangeran As'ad menjawab dengan wajah tertunduk.


"Seperti inikah wanita yang ingin kau nikahi sampai kau rela ingin melepaskan gelar Pangeran mu??Buka matamu lebar-lebar putraku!"Sang Ratu mengangkat dagu putranya"Dia datang sebagai calon istri Pangeran Arif ,tidak kah kau mengerti apa maksud semua ini??"


Pangeran As'ad menatap lekat wajah Cahaya ,gadis itu diam . Sorot matanya dingin tak bergeming.


"Kau juga!!"sang Ratu mendorong Cahaya hingga ia terjejer selangkah ke belakang "Kau sengaja ingin menciptakan huru-hara di pernikahan anakku,hah??"


"Jangan seenaknya menuduh orang tanpa kau tahu kebenarannya "nada bicara Cahaya datar.


"Kurang 4jar!! Lancang sekali kau bersikap seperti ini kepada ku!!Apa kau tidak tahu siapa aku??"Sang Ratu terpancing emosi.


"Aku tidak perduli siapa kamu"Cahaya santai menjawab.


"Kau..."Sang Ratu mengangkat tangan nya,namun Fajar sigap menahan tangan yang hendak melayang ke wajah Kakaknya itu.


Ratu melotot, dari matanya terpancar api kemarahan yang membara.


"Berhati-hati lah,jika anda sampai melukai wajah Kakakku...Ku pastikan kau akan menerima hukuman nya"Fajar berucap tegas.


"Apa???Siapa kalian semua ??? begitu lancang dan sangat Kurang 4jar... PENGAWAL!!!"


"Siap Gusti Ratu!!"Jawab beberapa pengawal dengan tegas.


"Tangkap mereka!!dan jebloskan mereka ke penjara ".


Pangeran As'ad cepat maju melindungi Cahaya di balik punggungnya.


"Tidak ada satu orangpun yang boleh menyentuhnya"


"As'ad... menyingkir lah!!Mereka sudah sangat lancang terhadap Ibunda mu"


Pangeran Arif tidak tinggal diam,ia juga maju dan memberi kode kepada para pengawal yang di perintahkan untuk menangkap Cahaya dan Fajar ,supaya mundur.


Para pengawal jadi bimbang,Mereka tidak berani membantah perintah siapapun diantara mereka.


"Rupanya,,,Sang Ratu mulai nyaman dengan kedudukannya"sindir Pangeran Arif "Sehingga ia lupa, dirinya dulu siapa??"


Sang Ratu menarik tubuhnya mundur,ia tidak mungkin menghardik Pangeran Arif .Karena jika hal itu terjadi,maka sebagian dukungan untuk nya akan hilang.


"A-apa yang Ananda Pangeran ucap kan?"


"Arif!! As'ad..."Sultan Abdul Jailani berseru kepada kedua putra nya"Menyingkir lah, biarkan para pengawal mengamankan kedua orang ini,Dan kita lanjutkan acaranya "


"Ayahanda Sultan...saya tidak akan menikah dengan Putri Delia "ucap Pangeran As'ad , sontak Sultan Abdul Jailani terbelalak lebar.


Putri Delia datang menghampiri,ia tidak mungkin membiarkan keluarga nya menanggung malu jika pernikahan ini dibatalkan.


"Pangeran...apa yang pangeran ucap kan ini hanya main-main bukan??"Putri Delia menyentuh lengan sang Pangeran,Matanya menyiratkan hati yang minta dikasihani.


"Maafkan aku Delia,aku tidak bisa "


Putri Delia menggeleng kan kepalanya,ia tak terima diperlakukan seperti ini.


"Pangeran tidak bisa begitu,kasihani saya,kasihani orang tua saya Pangeran..Kenapa Pangeran menyanggupi pernikahan ini jika akhirnya Pangeran tidak ingin menikah dengan saya??"Putri Delia mengeluarkan jurus andalannya,ia menangis.


"Pernikahan ini akan tetap dilaksanakan, As'ad!!Ayo..."Sultan Abdul Jailani menarik kuat tangan putranya"Jika kau tidak ingin menikahi Putri Delia, berarti Kau ingin melihat ku mati "


Sultan Abdul Jailani terus menarik tangan Pangeran As'ad ,namun ternyata Cahaya menahan tangan yang sebelah lagi.


Tubuh Pangeran As'ad tidak bisa ditarik, kekuatan Sultan Abdul Jailani seperti tak ada manfaatnya.


"Hey!! Lepaskan putraku!!"Sultan Abdul Jailani murka setelah tahu kenapa Pangeran As'ad tidak bisa dibawanya?


"Dia milikku"


"Apa?!!Kau memang perempuan kurang 4jar!! pengawal cepat seret perempuan itu ke penjara!!siapa pun yang menghalangi, lawan saja"rupanya Sultan Abdul Jailani sudah kehilangan kesabaran, beberapa pengawal maju melebihi yang tadi.


Pangeran Arif yang ingin menghalangi, justru diseret oleh pengawal yang lain.Mereka terpaksa hanya minta maaf karena tidak berani melawan perintah Sultan mereka.


Dan beberapa pengawal yang lain berusaha memisahkan Pangeran As'ad dan Cahaya .Saat Cahaya akan mengeluarkan kekuatan,Fajar sudah keburu mengangkat tangan nya tinggi-tinggi.


"HENTIKAN!!!"


Fajar menggenggam stempel bergambar seekor singa yang terbuat dari emas murni, yang mana di dua mata Singa itu terdapat dua buah berlian Zafir murni berwarna merah zamrud.


"Kalian pasti tahu,apa yang aku pegang ini?"


Semua terdiam tak berkutik,Sultan Abdul Jailani terkesiap melihat benda pusaka warisan leluhur nya itu.Kenapa benda itu berada di tangan anak muda itu?


"Aku ..Fajar Nasyid Rahmat,Cucu lelaki Muhammad Ilyas! Memerintahkan kepada kalian,agar melepaskan Kakakku sekarang juga!!"


Para pengawal saling melemparkan pandangan,mereka tahu apa yang dipegang oleh anak muda itu bukanlah barang yang patut diremehkan.Tapi mereka juga takut jika melanggar perintah Sultan Abdul Jailani .


Cahaya menepis tangan pengawal yang menahannya,dan juga menarik Pangeran As'ad lebih mendekat ke sisi nya.


Ia meraih benda yang berada di tangan sang adik.Lalu membolak-balik nya...


"Benda apa ini??Ini singa kecil ??tapi mereka langsung diam karena kau mengeluarkan ini"


Fajar tersenyum tipis.


"Kak ini milikmu, warisan Kakek..."


"Ohya???"


Fajar memegang lengan sang Kakak dengan dagu terangkat.


"Sekarang kalian tahu siapa Kami??"


Sang Ratu mundur,ia tidak pernah mengira jika keluarga Muhammad Ilyas adalah pemegang stempel emas.Kenapa ia tidak pernah mengetahui hal itu ??jika ia tahu,tentu ia akan mengijinkan Pangeran As'ad menikahi wanita itu.


Sang Ratu memperhatikan Suaminya yang tidak bisa berkutik, rupanya Sultan Abdul Jailani mempunyai rahasia besar selama ini.Pantas dia sangat tidak menyukai keluarga Sultan Muhammad Ilyas.


Sang Ratu berpikir jika kebencian Sultan Abdul Jailani karena kisah kelam Putri Halimah.Kenyataannya justru sangat berbeda dari pengetahuan nya.


Semua pengawal terpaksa mundur dan seluruh rakyat Brunei yang berada di tempat itu menghaturkan sujud di hadapan Fajar dan Cahaya .Pangeran As'ad pun melakukan hal yang sama.


"SALAM HORMAT KEPADA SULTAN AGUNG TERTINGGI!!"seru mereka kompak.