Blue Eyes

Blue Eyes
ULAR LEMBEK70



"Cahaya???"


Kuntilanak muncul,ia menengok bayi yang berada di pangkuan Lucy.


"Yah!!aku panggil Caca...bagus kan??"


"Kau yakin akan merawat dia disini??"Sosok dedemit bertubuh kerdil turut nimbrung.


"Kenapa??"


"Dia manusia cuy..disini istana makhluk halus"Seorang manusia bertubuh kuda zebra muncul.


"Aku juga manusia seperti dia,lalu kenapa aku bisa ada disini bersama kalian"


"Kau berbeda"


"Anak ini tidak jauh berbeda dengan ku,bantu aku untuk menjaganya"


"Dia butuh susu"Tukas si kerdil.


"Kau punya?"Lucy bertanya kepada si Kuntilanak.


"Punyaku sudah basi..."


"Lalu dimana kita akan mendapatkan susu??"


"Aku akan meminta susu kepada pemujaku"Sergah sosok Wewe gombel yang tengah nongki di atas dahan pohon.


"Ingat...jangan macam-macam dengan bayi ini ??Atau ku bunuh kalian "Nada bicara Lucy penuh penekanan, membuat semua makhluk halus yang mengelilinginya langsung bersembunyi.


Waktu berjalan dengan cepat,Cahaya tumbuh dengan baik.Meskipun pengasuh nya adalah para dedemit.Mereka menjaga Cahaya dengan baik.Mengajaknya bermain ataupun berjalan-jalan keliling hutan.


Namun Cahaya tidak pernah diijinkan keluar dari lingkup Hutan Larangan.Karena Lucy tidak mau jika Cahaya tahu tentang dunia luar.Gadis itu akan pergi sebelum waktunya.


Lucy mendidik Cahaya dengan tegas!!Ia mengajari cahaya bagaimana menguasai kekuatan topeng iblis pencabut nyawa.Ia juga mengajari Cahaya cara terbang dengan baik.


Jika dengan Lucy,cahaya akan menjadi anak gadis berhati dingin.Namun jika bersama kawanan dedemit,dia akan menjadi gadis yang periang.


"Ca..main yuk?"bisik si kerdil.


"Main apa?"


"Kucing buta"


"Wah aku ikut...itu sepertinya seru"sosok wanita bersanggul ikut hadir.


"Cara mainnya gimana ??"tanya Cahaya.


"Kamu akan mencari kami dengan mata tertutup.Siapa yang kena dia yang akan menjadi kucing buta setelah kamu"


"Oh begitu...Ayo"


Si kerdil mengumpulkan teman-temannya,ia menutup mata Cahaya menggunakan kain lalu memutar tubuhnya beberapa kali.


"Siap???"


Cahaya mengiyakan.


"Ayo !?"


Semua langsung menjauhi Cahaya agar tidak tertangkap.Cahaya terus mencari,tapi mereka menghindari.


Sampai akhirnya cahaya kesal karena tak kunjung menemukan teman-temannya.Tapi ia tidak mau berhenti dan menyerah.Kalau tidak??dia akan disebut seorang pecundang.


Cahaya mengeluarkan topengnya dan memakai nya.Sebuah samurai langsung tergenggam di tangannya.


"Kalian dimana???"Cahaya menjadi kan samurai nya sebagai alat pendeteksi.Semua pada ngeri melihat hal itu.Bila terkena tebas,maka tamatlah riwayat mereka.


"Ca..Caca...jangan pakek itu dong,serem ih"komplain siluman kuda,ia jungkir balik menghindari ayunan samurai Cahaya.


"Hehehehe itu kah kau Zebra??kena kau sekarang!Diam kau disitu ya..atau ku tebas lehermu"


Si kuda terpaksa diam,ia pasrah saat Cahaya mendapatkan dirinya.


Lucy tertawa melihat tingkah polah Cahaya.Pintar juga dia.


"Kau curang"Gerutu Kuda saat Cahaya membuka kain yang menutupi matanya.


"Kenapa curang ??"


"Kau pakai samurai"


"Tadi nggak ada yang bilang kalau aku nggak boleh pakai ini"Kilah Cahaya.


"Lain kali nggak boleh pakai samurai"


"Aku nggak akan main lagi"bantah Cahaya sembari cekikikan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Meskipun ia dan Idris sudah memiliki seorang anak laki-laki,tapi luka karena kehilangan putri sulungnya sangatlah dalam.Sehingga Soraya acap kali menangis diam-diam mengingat kejadian itu.


Dukungan dari Ilyas serta Nicta lah yang menguat kannya.Mereka yakin suatu hari nanti,Anak itu akan kembali


*


*


Cahaya rebahan di dahan pohon dengan satu kaki menjuntai manja.Kini Cahaya sudah menjelma menjadi gadis yang sangat cantik.Meskipun tidak memiliki mata biru,tapi kecantikan nya sangat mirip dengan Soraya.


Lucy sendiri sudah menyerahkan topeng legendaris itu kepada Cahaya.Ia sekarang lebih suka bertapa di dalam gua menunggu kematian datang.


Saat menatap langit biru,Cahaya melihat sesuatu jatuh dari atas sana.Jeritan seseorang memancing Cahaya untuk menggerakkan telunjuk nya hingga sesuatu yang jatuh dari langit itu mengambang di udara.


Ia bangkit, mendorong kakinya untuk terbang melayang mendekati benda aneh tersebut.


Oh rupanya seorang manusia.Cahaya melayang mengelilingi tubuh yang sudah tak sadarkan diri itu.Ia merasa heran karena selama ini tidak pernah menjumpai manusia pun kecuali Lucy yang ia anggap Ibunya.


"Dia manusia ??"Seekor burung hinggap di bahu Cahaya.


"Sama seperti ku??"tanya Cahaya.


"Iya..."


Cahaya mendongak ke atas.


"Apa dia jatuh dari langit ??"


"Sebaiknya kita selamatkan dia dahulu"usul si burung.Cahaya mengiyakan..Ia menggerakkan telunjuk nya,tubuh manusia berjenis kelamin laki-laki itu melayang masuk ke dalam rumah pohon milik Cahaya.


"Siapa dia?"Seekor ular merambat KA atas tubuh pria itu.Cahaya menggeleng.


"Apa dia terluka?"tanya Cahaya.


"Tunggu aku cek dulu"Ular itu merambat masuk ke sela baju memeriksa tubuh pria tersebut dari ujung kaki sampai ujung kepala.Ia bertindak sebagai Dokter pribadi Cahaya.


"Dia tidak terluka,tapi ular peliharaannya mati"


"Hah???ular peliharaan ??"Cahaya tak mengerti.


"Iya...di dalam ada ular pendek tapi lumayan gemuk.Dia lembek kayaknya sudah mati"si ular menjelaskan.


"Coba aku lihat!"Cahaya membuka baju pria itu.


"Bukan disitu..tapi disini "Si ular menunjukkan posisi ular yang dimaksud yaitu di bawah perut.


"Ular apa itu??kenapa dia pelihara ular disitu??"tanya si burung.


Cahaya membuka cela-na si pria.


"Kan??mati kan?"Ular itu meyakini hasil pemeriksaan nya.


Cahaya mencolek-colek ular lembek yang dimaksud.


"Sepertinya begitu,tapi kok ada rambut??kau sendiri tidak berambut"ungkap Cahaya dengan pandangan teralih pada si ular.


"HAHAHAHAHAHAHAHA"si burung tertawa terpingkal-pingkal.


"Aku dan nenek moyang ku kan memang begini,mana ada ular berambut.Mungkin itu hasil kawin silang "Si Ular membela diri,Dengan polosnya Cahaya percaya.


"Tapi ular nya tidak punya mata ini"Cahaya terus memeriksa ular aneh itu.


"Mungkin dia belut..."celoteh burung.


"Hey...kalian ngapain ?"Datang sepasang monyet.Mereka melihat dari dekat apa yang dilakukan Cahaya.


"Eh kenapa kau lakukan itu??kalau Ibumu tahu kau akan dibunuhnya"Seru si monyet betina.Refleks Cahaya langsung melompat mundur.


"Hey monyet..jahat kau ya..kau menakut-nakuti Caca"Seru burung.


"Emang kalian Kenapa megang alat reproduksi manusia ??"balas si monyet.


"Alat reproduksi ???"Cahaya bingung.


"Iya..itu adalah alat vital untuk membuat anak"


"Hah???kok mirip aku??"seru Ular.


"Mirip apa-an..beda kali..udah tutup Ca..itu tidak boleh dilihat sembarangan orang termasuk wanita seperti mu"


"Ular tutup!!"Cahaya justru memerintah si ular.


"Gimana caranya ??"Si ular bingung.Huffff monyet jantan terpaksa bertindak.Ia memasang kembali resleting celana pria itu dan merapikan pakaiannya.


"Setelah dia sadar hantar dia pulang, kalau Ibumu tahu pasti akan menjadi masalah besar"ujar si monyet, Cahaya mengangguk setuju.


Ia memang takut dengan Lucy,apapun yang Lucy larang.Akan menjadi pantangan bagi Cahaya.