Blue Eyes

Blue Eyes
BERTEMU KANIBAL 73



Tepat sebelum matahari terbenam,dua anak manusia itu berhasil keluar dari dalam hutan.Mereka kini masuk ke jalan perkampungan.


Sudah berapa kali Dominic mengeluh capek,tapi Cahaya tak perduli.Ia terus saja berjalan mencari jalan besar yang akan mengantarkan mereka ke kota.


"Kau tahu kita akan kemana?"Tanya Dominic ,Cahaya diam.


"Kau tidak tahu kita akan kemana tapi jalaaaan terus.Nanyak kek ke penduduk,ini sudah malam tahu"


Cahaya tetap tak perduli,merasa diabaikan Dominic memilih untuk mengikuti caranya sendiri.Ia ingin bertanya kepada segerombolan orang yang ia temui.Belum sempat ia mendekati mereka, tiba-tiba Cahaya mencengkram kerah bajunya dan menarik nya pergi.


"Hey lepasin...lepasin...aku paling tidak suka ya ada orang menarik kerah baju ku.Woy!!lepasin"Dominic meronta-ronta dan membebel panjang tapi sedikitpun Cahaya tak bergeming.


Ia baru melepaskan Dominic setelah mereka sampai di jalan besar yang banyak berlalu lalang kendaraan.


"Sekarang giliran kamu yang menunjukkan jalan"


"Kau ya!!jangan mentang-mentang punya kekuatan berbuat semaunya padaku"Dominic merasa tak terima dengan perlakuan Cahaya .


"Kau sendiri yang menugaskan aku untuk melindungi mu,kau tahu barusan kita dimana ??kita baru saja melewati kampung bunian"


Dominic tercengang, ia pernah mendengar tentang kampung itu.Kampung tempat orang-orang tersesat antara alam gaib dan alam nyata.


"Dan jangan kau pikir aku membutuhkan mu,aku bisa saja pergi kemana pun aku mau tanpa harus aku capek-capek jalan.Tapi karena aku melindungi mu,aku terpaksa merasakan lelahnya berjalan.Dan satu lagi,aku tidak pernah keluar dari hutan ini adalah pertama kalinya"


(Kalau itu aku sudah tahu cewek purba)


"Tolong sembunyikan apa yang kamu tahu dari ku.Paham??!"


Dominic mengiyakan..


"Bagus!!"


Dominic melambaikan tangan ke arah taxi yang melaju ke arah mereka.Taxi itu berhenti lalu keduanya pun masuk.


Dominic menyebutkan alamat rumahnya, supir taksi itu terkejut karena tempat itu sangat jauh.


"Aku akan membayar mu tiga kali lipat dari harga yang tertera di Argometer.Asal kau mengantarkan aku pulang "ujar Dominic .


"Sepertinya kau seorang artis ?"sang supir merasa tidak asing dengan wajah Dominic .


"Benar,dan sekarang kau yakin bukan kalau aku tidak akan menipumu"


Supir taksi itu mengiyakan.Sebelum ia melanjutkan perjalanan,si supir masih sempat menelpon.


"Bu...aku pulang telat Yo,mungkin lusa baru balik.Aku ketemu sama itu loh Bu,artis yang ibu suka.Siapa namanya dah??Dom...Domino..yah Domino...Iya Bu...aku mau nganterin dia ke rumah nya..iya Bu... iya..."


Dominic kesal namanya diganti-ganti seenak perut supir itu.Kalau dia tidak lagi butuh jasa taxi, mungkin sudah pergi dia dari tempat itu.


"Namamu siapa??Aku belum tahu namamu,Aku Dominic.. panggil saja Dom"Dominic memperkenalkan diri.


"Aku Cahaya , panggil saja Caca"balas Cahaya tanpa sedikitpun menatap lawan bicaranya.Dominic manggut-manggut.


"Kalau haus..minum saja air yang sudah tersedia"Seru supir taksi,Dominic mengiyakan.Ia meraih air mineral yang terselip di kantong kursi.


"Ini namanya air mineral,aku biasa minum air ini.Ini higenis nggak ada bakteri nya.Beda sama air sungai yang kamu minum.Ohya..nanti kalau kita sudah sampai,jangan lupa kamu harus melakukan apa yang aku lakukan,makan dan minum seperti apa yang aku makan.Jangan kayak di tempat tinggal mu,nanti orang akan mencap kamu itu aneh"Dominic menjelaskan,ia lalu menegak air dalam botol.Sisanya ia berikan kepada Cahaya .


"Cobalah.."


Cahaya mengambil nya lalu mencoba meminumnya.


"Sama aja rasanya"Tukas Cahaya .


"Dimana-mana rasa air itu sama,tapi yang berbeda adalah bersih dan kotor nya.Air yang kamu minum itu kotor,kamu berak,pipis disana.Minum juga disana ..hhiiiiii geli aku"


Cahaya diam saja,ia merasa matanya sudah berat sekali.Sedangkan Dominic lebih dulu terlelap.


*


*


"Ca..bangun...CK.."Dominic kesal sekali karena gadis purba itu masih enggan terjaga.


"Sing sabar toh... bentar lagi di juga bangun",ujar seorang wanita yang datang menghampiri si supir taksi.Keduanya tertawa lepas.


"Mau apa kalian ?!hah"Bentak Dominic ,ia kini tengah terbaring di atas katil besi dengan kondisi tangan dan kaki terikat.


"Kami mau memakanmu,sudah lama aku mengidolakan mu Dom.Pasti daging mu enak dan manis hahahahaaha"Sahut supir taksi,rupanya mereka adalah sepasang suami istri yang kanibal.


Cahaya kini sudah sepenuhnya sadar,ia memperhatikan anjing pasutri itu.


"Apakah kamu Cahaya ??"


"Dari mana kamu tahu?"


Sontak pasutri itu kaget mendengar Cahaya bicara.Padahal tidak ada yang mengajak nya bicara.Keduanya tidak tahu jika Cahaya bisa bicara dengan hewan.


"Teman-teman mu ada diluar rumah ini,tadi mereka bertanya padaku"


"Teman??siapa??"


"Hey!!gadis gila!!kamu bicara dengan siapa?"gertak supir taksi.


Cahaya menjeling pria paruh baya itu,ia tidak suka dibentak apalagi di sebut gila.


"Ditanya jawab! bukan malah melotot!!"Istri si supir menghampiri ia mengangkat tangan nya mau menampar Cahaya .Tapi belum lagi tangan itu menyentuh sebuah pisau daging melesat terbang memotong tangan nya.


AKKKKKKHHHHHH


Wanita itu menjerit histeris,supir taksi menjadi panik melihat telapak tangan istrinya tergeletak di lantai.


Mereka ketakutan, supir taksi memeluk istrinya dan di tarik nya mundur.


"Siapa kau??hah??"Istri supir taksi memekik kuat,ia menahan sakit yang luar biasa.


Cahaya bangkit,hanya dengan Tatapan mata nya . Rantai yang membelenggu kaki dan tangannya terlepas.Pasutri kanibal semakin panik.


Cahaya juga melepaskan anjing peliharaan mereka.Anjing itu langsung menerkam telapak tangan sang majikan dan memakannya dengan lahap.


Dominic dengan mudah dilepaskan karena ia hanya diikat oleh tali tambang.


"Hemmm ternyata sekarang kalian salah mangsa ya"Dominic berbalik mengintimidasi pasangan itu,mereka ketakutan.Si supir hendak membuka pintu,namun ternyata pintu sulit di buka.


"Hemm kita apakan mereka ya?"Dominic berlagak seperti seorang pahlawan, padahal baru saja ia hampir menangis karena tahu dia telah diculik dan hendak di makan.


Anjing yang sudah menghabiskan tangan majikannya itu menyalak kembali.Cahaya berpaling menatap si Anjing.


"Jangan biarkan dia hidup Ca.. kalau mereka hidup pasti akan mengulangi hal yang sama"ucap si Anjing.


Tapi Cahaya teringat ucapan sang Ibu, untuk tidak sembarangan membunuh orang.Karena hidup mati manusia Allah yang mengaturnya.


"Hey!!"gertak Dominic "Kamu diem aja dari tadi,ayo kita selesaikan mereka.Agar tidak membuat masalah terus menerus"


Cahaya tak menjawab, ia mendekati pasutri itu yang nampak gemetar ketakutan.Mereka saling berpelukan satu sama lain.


"Kali ini aku maafkan kalian,tapi jika kalian mengulangi nya lagi? Anjing itu akan memanggil ku datang..."


Kedua pasutri itu menatap si anjing yang duduk dengan lidah terjulur keluar.Mereka seakan tak percaya dengan ancaman tersebut.


Cahaya tahu itu,ia bisa melihat dari sorot mata mereka.


"Kamu ngapain berdiskusi sama orang kejam seperti mereka, yang ada kamu ditertawakan "Dominic tidak mengerti apa yang ada dalam pikiran Cahaya .


"Sebentar lagi pagi, anak-anak mereka akan segera bangun.Dan itu akan semakin menyusahkan mu"si Anjing menambahkan.


"Jadi mereka punya anak...ada berapa anaknya ??"