Blue Eyes

Blue Eyes
CINTA ATAUKAH TIDAK 146



"Sayang.... diem dong..aku pengen lihat kamu"seru Pangeran As'ad dari seberang.Fajar hanya mampu geleng-geleng kepala.Salahnya juga karena dari dulu tidak pernah mengajari Kakaknya menggunakan ponsel.


"Kak... jangan digituin"


"Dia katanya dihukum di dalam sana,ayo kita keluarin dia"jawab Cahaya disertai Tatapan polosnya.


Fajar mengambil alih ponsel tersebut,lalu dihadapkan lagi ke wajah Kakak nya.


"Pangeran dihukum di rumah nya,di Brunei..bukan disini Kak"


"Tapi dia ada disitu ??"Cahaya menunjuk layar ponsel.


"Ini hanya gambar, bukan dia ada di dalam ponsel "


Cahaya masih belum mengerti.Pangeran As'ad tersenyum tipis memandangi wajah Cahaya yang sangat polos.


Tiba-tiba ia mendengar derap langkah sepatu seorang wanita.Pangeran As'ad menoleh ke belakang punggungnya.Nampak putri Delia datang menghampiri,gadis Melayu nan ayu itu tersenyum padanya.


Pangeran As'ad langsung memutuskan talian, ia tidak ingin Dalia mengadu kepada Sultan Abdul Jailani tentang hal ini.Dikhawatirkan sang Ayahanda akan merampas ponsel nya kelak.


Namun Pangeran As'ad tidak tahu,jika Putri Delia sempat melihat wajah cantik Cahaya sekilas.Gadis itu cemburu dalam senyuman yang terukir.


"Pangeran..."Sapanya lembut.


"Ada apa Delia?"


"Aku dengar pangeran belakangan ini sering tidak mau makan?kenapa?Apa masakan istana sudah sangat membosankan ?"Putri Delia memegang bahu Pangeran As'ad dengan lembut.


"Singkirkan tangan mu Delia!"


Putri Delia tersenyum tanpa menghiraukan perintah sang Pangeran.


"Dulu kau sangat menyukai ku Pangeran,tapi kenapa ?? sekarang kau sedingin salju "


Pangeran As'ad bangkit sembari menepis tangan nakal Putri Delia.Ia melangkah mendekati pintu dan membukanya lebar.


"Keluar lah...jangan nodai harga dirimu sebagai putri seorang bangsawan dengan berada di kamar seorang pria yang bukan muhrim "


Putri Delia menjeling tajam,Pangeran As'ad benar-benar sudah berubah.Sejak dia siuman, Putri Delia seperti orang asing.Meskipun Pangeran As'ad masih lagi bersikap lembut namun kaku.Tapi...setelah dia pulang dari Indonesia,Pangeran As'ad bukan hanya kaku.Tapi pria itu sudah semakin menjauh.


"Silahkan"Pangeran As'ad menunjuk ke arah pintu agar putri Delia cepat pergi.Gadis itu pun hanya mampu membuang nafas dengan kasar lalu melangkah pergi.


Hufffff....


*


"Loh...kok hilang ??kemana dia??"Cahaya merebut ponsel itu dari tangan sang adik.Karena mendadak wajah Pangeran As'ad tidak terlihat.Ia membolak-balik ponsel itu,tapi yang dicari tidak ketemu.


"Dia sudah mematikan telfonnya Kak"ujar Fajar .


"Kok dimatiin??hidupin lagi dong"


"Ya nanti, mungkin disana ada siapa gitu?takut ketahuan "


Cahaya diam mencerna penjelasan Fajar .


"Coba lihat lagi,tadi dia bilang rindu dimana ?"Cahaya menyodorkan ponsel kepada sang adik.


"Emmmm ini "Fajar tercengang, baru beberapa detik yang lalu seorang gadis mengunggah foto mesra nya dengan Pangeran As'ad dan menandai akun sang pangeran.


"Kenapa ??"Cahaya merebut kembali benda pipih yang membuat adiknya terdiam.


"Ini siapa?? kenapa dia pelukan dengan ???"Cahaya tak mampu melanjutkan kata-katanya.Ia tercekat,dadanya berdenyut sakit.


"A-aku tidak tahu Kak..."


"Coba periksa,dia siapa??hem?? cari tahu dia siapa?"Gemetar tangan Cahaya saat menyerah kan ponsel adiknya kembali.


Fajar patuh,ia melakukan apa yang Kakaknya inginkan.


"Namanya Putri Delia, rupanya dia sudah lama menjalin kasih dengan Pangeran.Lihat unggahan-unggahan foto nya .Mereka bercinta sejak sebelum pangeran kecelakaan "


"Jadi dia membohongi ku?"


"Jadi???"


"Besar kemungkinan saat ini Pangeran As'ad tidak mencintai nya lagi"


Cahaya tertunduk, ia tidak bisa mengatakan apapun lagi.


"Kak..."Fajar menyentuh pundak sang Kakak.


"Tolong tinggal kan aku sendiri"


"Tapi..."


"Cepat keluar!!"


Dalam sekali dorong tubuh Fajar bergeser cepat keluar dari dalam kamar kakaknya.Pintu pun tertutup rapat tanpa tersentuh.


Fajar menghela nafas kasar, kalau Cahaya sudah galau.Ia akan bersikap diluar kendali.


Tanpa sengaja Soraya melihat kejadian itu,ia cepat menghampiri putra bungsu nya.


"Fajar...ada apa?"


Fajar menghela nafas berat.


"Kakak Ma,,,dia murka"


"Karena apa??"


"Melihat foto Pangeran As'ad bersama perempuan lain"


"Dimana?"


"Instragram "


Soraya merasa kurang yakin.


"Setahu Mama dia buta akan android "


"Fajar yang ngasih tahu Ma"


"Ih kamu apa-apaan sih "Soraya memukul bahu sang anak karena gemas"Ngapain kamu ngasih tahu itu sama Kakak kamu? sekarang gimana keadaan Caca?"


"Marah"


Soraya hendak masuk ke kamar putrinya tapi di tahan oleh Fajar .


"Mama mau kemana ?"


"Mama mau liat keadaan Kakak kamu, pasti dia sekarang sedang tidak baik-baik saja"


"Jangan Ma..Mama tahu kan kalau Kakak marah gimana ??kita berikan dia waktu untuk berpikir sejenak.Nanti kalau sudah sedikit tenang,baru kita temui dia"


"Tapi Fajar ...Mama takut dia akan kabur sama seperti saat dia kehilangan Maulana "


Fajar gusar juga jika hal itu sampai terjadi, tapi entah kenapa hatinya mengatakan Cahaya tidak akan kabur.


"Kita tunggu saja Ma...yah"Bujuk Fajar .Dengan terpaksa Soraya pun setuju,tapi sesekali ia melihat daun pintu kamar Cahaya .Ia benar-benar sangat khawatir sekali.


Cahaya berayun-ayun memakai tirai yang diikat simpul dari ujung tirai ke tirai yang lain.Pikirannya menerawang kemana-mana.


"Jika roh Maulana tidak masuk ke dalam tubuh Pangeran As'ad , berarti dia tidak akan mencintai ku??Dia akan mencintai gadis itu"


Cahaya memijakkan kakinya ke lantai menghentikan dorongan pada ayunan.


"Jadi...pada hakekatnya dia tidak mencintai ku??oh ibu... kenapa hatiku terasa sakit dan sesak??"Cahaya mendongakkan kepalanya.Tangannya meremas dadanya yang ngilu, berharap bisa menahan rasa sakit nya.Tapi...tidak berkhasiat sedikit pun.


"Padahal,,, aku sangat mencintai nya,aku nyaman dengan nya...aku merasa tentram sekali Ibu..."


"Aaaah... Kenapa rumit sekali kehidupan di luar hutan ??Aku tidak betah disini Ibu... Tolong ijinkan aku kembali ke hutan saja"Rintih Cahaya parau.


"Berbagai masalah syetan aku bisa tuntaskan,tapi masalah hatiku?aku tidak berdaya...Apa harus ku bunuh Pangeran As'ad ??biar selesai masalah!!"