Blue Eyes

Blue Eyes
TEPUK JIDAT 76



NUR???


Luna tertegun..


"Jika anak itu kembali?? berarti tak ada alasan bagiku untuk selalu mendekati Idris walau sekedar menjadi teman curhat saja"


"Nek..Kok malah melamun ??"Fajar menatap wajah yang masih sangat cantik baginya.Luna mengulas senyum getir.


"Kata siapa Nur akan datang ??"tanya Luna lembut.


"Kata Mama... Katanya dia mendapatkan wangsit jika Kak Nur akan segera datang"


Meskipun Luna sangat berharap itu tidak terjadi,tapi ia tetap kekal tersenyum.


"Itu mungkin saja,tapi sangat terlalu mustahil.Dia masih merah saat hilang,dan dia pun tidak lahir di sini.Jadi mana mungkin akan semudah itu dia datang.Dan kalau pun iya, emang dia tahu mana Ayah dan Ibunya.Dan Papa Mamamu juga nggak bakalan tahu yang mana Nur"


"Tapi Nek,bukankah Kakek menyerahkan batu mustika kecubung kepada Kak Nur.Pasti akan sangat mudah untuk dikenali.Itulah yang membuat aku sakit hati,Papa,Mama,Kakek,dan Nenek.. sangat peduli dengan Kak Nur yang jauh disana.Sampai batu sakti itu dikirim ke sisinya untuk melindungi nya"Fajar mengungkapkan perasaan nya .


"Hemm itulah yang ku sesalkan,Kau juga cucu Ilyas.Tapi kenapa dia tidak bisa bersikap adil.Meskipun dia tidak memberikan kecubung, setidaknya berikanlah mustika pengasihan pengantin kepada mu.Mereka seolah-olah hanya perduli kepada Nur,tapi tidak pada mu"Sambung Luna.


"Itulah Nek...cuma Nenek yang mengerti perasaan ku"Fajar menangis lagi.


"Sudah sudah...kau jangan sedih,kita akan usahakan agar Nur tidak pernah kembali kesini "


Fajar mengusap air matanya hingga kering.


"Benarkah kita akan melakukan itu??"Fajar begitu berharap akan hal ini sebelum nya,Luna mengiyakan disertai senyuman.


Fajar langsung bersemangat, akhirnya ia punya partner untuk melakukan sesuatu hal yang sangat ia inginkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dominic sudah tiba di depan rumah nya.Cahaya terpana melihat pintu gerbang yang begitu besar menjulang 10kali dari tinggi badannya.Rumah di dalamnya pun tak kalah besar.


"Ca... ingat,disini kamu harus melindungi ku.Dan harus mengikuti apa yang aku lakukan dan kemana pun aku pergi.Tapi kalau bisa kamu jangan menunjukkan kekuatan mu secara terang-terangan.Usahakan lakukan diam-diam.ok?!!"


Cahaya mengangguk paham.


"Bagus...Ayo!"


Keduanya melangkah keluar dari dalam taksi.Dominic memencet bel pintu gerbang.Seorang satpam menengok melihat siapa yang datang.Dan betapa terkejutnya ia begitu melihat wajah sang majikan.Buru-buru ia membuka pintu gerbang.


"Tuan!!Oh Tuan... syukurlah anda masih hidup,Tuaaann"Satpam itu menyongsong kedatangan Dominic dengan antusias.


"Saya akan beritahu yang lain.."


Satpam itu berlari mendahului, berseru lantang bahwa majikan mereka sudah kembali.


Gegerlah suasana di rumah itu mendengar Dominic yang dinyatakan jatuh dari pesawat telah kembali.Mereka gegas berlari cepat ke ruang utama.


"Baby...."Seorang gadis cantik nan **** berlari dan langsung memeluk Dominic .Gadis itu menangis dalam pelukan Dominic .


"Celine...aku baik-baik saja,jika kamu menangis seperti ini.Aku pasti tidak akan baik-baik saja"


Celine tersenyum mendengar kata-kata mesra itu,ia pun merenggangkan pelukannya.Namun hal yang tak terduga terjadi, Celine mengecup bibir Dominic di depan semua orang.Dominic jadi salting,tapi Celine berhak melakukan nya karena dia kekasih Dominic .


"Dia siapa?"tanya Celine menatap Cahaya .


"Caca... orang yang telah menyelamatkan aku..Ca..kenalkan Ini Celine pacar aku"


Celine mengulurkan tangannya,Cahaya menatap tangan yang terulur dengan heran.Dominic memberi kode dengan gerakan Bola matanya.Cahaya tersenyum,ia pun mengulurkan tangannya.


Celine jadi bingung dengan sikap Cahaya , tangannya terulur menirukan Celine tapi tidak bersalaman.Untung Dominic sigap,ia menyatukan tangan dua gadis itu selayaknya salam-salaman.


Hal mengejutkan terjadi lagi,tetiba Cahaya mencium bibir Celine yang sontak membuat Celine mendorong tubuh Cahaya .


"Apa-apaan kamu??Cih"Celine meludah,ia mengambil tisu dan mengusap bibirnya.Dominic tercengang, ia tidak mengira jika Cahaya akan melakukan hal itu.


"Apa yang kamu lakukan ?"Bisik Dominic


"Kamu bilang aku harus melakukan apa yang kamu lakukan"Dengan polosnya Cahaya menjawab.Membuat Dominic tepuk jidat.


"Bik... tolong antarkan Cahaya ke kamar nya,Tempatkan dia di kamar almarhum Kak Murry"


"What???"Celine kaget.


"Baby,,,itu kan Kamar terlarang,aku aja nggak kamu ijinkan tidur disana"


"Kakak mu??hah??"Celine tak percaya itu"Kau pikir semua orang akan percaya jika gadis ini lebih tua dari mu"


"Emmm maksud ku saudaraku, karena dia lebih muda dari ku.Maka akan menjadi adikku"


"Baby...kau belum tahu siapa dia,asal usulnya..kenapa kamu langsung Mengangkat dia jadi saudara mu??Kita tidak tahu apa niatnya mendekatimu"


"Dia tidak mendekati ku sayang,tapi dia menyelamatkan aku"bantah Dominic .


"Apapun itu,aku tidak bisa terima jika orang asing tiba-tiba menjadi bagian keluarga mu"


"Sudah..sudah..aku capek dan tidak mau bahas itu.Cepat umumkan kepulangan ku, sementara itu aku akan istirahat dulu..Ayo Ca.."Dominic menggiring Cahaya pergi.


"Dom!!"Seru Celine,ia merasa tak puas hati dengan keputusan Dominic . Apalagi dengan kehadiran gadis asing yang diperlakukan sangat istimewa oleh Dominic .


*


"Ini kamar mu..."Dominic membuka kamar almarhum Murry,Cahaya terpana.Kamarnya begitu besar dengan furniture yang besar-besar juga.


"Apa ini ??Ini kamar ??"Cahaya berdecak kagum.


"Iya...ini kamar, tempat untuk tidur.Kamu tidur disini"Dominic menepuk kasur spring bed dengan kwalitas premium.


"Disini ???"Cahaya meraba kasur yang ditunjuk Dominic ,pria itu mengiyakan"Waooww lembut sekali,apa ini terbuat dari kapuk??Atau bulu angsa ??"


Dominic tersenyum tipis,ia menggeleng pelan.


"Ohya..ini yang aku maksud toilet,kau tidak perlu berak, kencing,atau pun mandi di sungai.Tapi kamu harus melakukan nya di toilet "Dominic mengajak Cahaya masuk ke dalam toilet.Sekali lagi Cahaya ternganga.


"Ini tolelet ??"


"Toi-let.."


"To-i-let"


"Toilet "


"Susah kali namanya "


Dominic tersenyum..Ia menghidupkan kran air.


"Nah kamu bisa mandi pakai shower ini.Ini tekan lalu dari atas akan keluar air"


"Waaaaahhh seperti air terjun"


"Yah seperti itu... kalau mau berak,pipis disitu..kamu tinggal duduk manis seperti ini"Dominic mencontohkan dengan baik.


"Airnya mana buat ce-bok?"


"Nggak perlu,kamu tinggal pakai tisu saja,lap sampai bersih"


"Ihhh jijik... lebih enak pakai air"


"Sudah nggak jaman begituan, sekarang sudah modern..Dan itu tempat kamu berendam.Kamu bisa menyesuaikan keinginan mu mau dingin atau panas"


"Aku mau berak sekarang,sekalian mau coba"


"Ok! Silahkan.."


"Tapi tungguin ya di luar "pinta Cahaya ,Dominic mengiyakan.


Untuk langkah awal,Cahaya merasa itu tidak terlalu sulit.Tapi saat langkah terakhir,Cahaya bingung.Ia tak nyaman jika harus membersihkan kotorannya memakai selain air.Karena disana tak ada air dan hanya di tempat pancuran yang ada air.Cahaya berjalan dengan sedikit berjongkok menuju shower.Ia pun menyalakan air,dan alhasil.Seluruh tubuhnya diguyur air.


Cahaya ce-bok dengan seluruh tubuhnya sekaligus.


Mendengar daun pintu terbuka,Dominic penasaran apakah Cahaya bisa melakukan hal yang ia ajarkan?Tapi saat melihat kondisi Cahaya yang basah kuyup,ia tercengang.


"Apa yang terjadi ??"tanya Dominic .


"Aku nggak bisa, nggak ada air..jijik..bauk"


"Terus??"


"Ya aku pakek air terjun buat ce-bok..."


Untuk sekian kalinya Dominic tepuk jidat.