Blue Eyes

Blue Eyes
IBLIS MERAH 144



KHEMMMM


Derungan keras menghentikan perdebatan antara suster ngesot dan si pocong buta.Semua menoleh ke arah datangnya suara, begitu juga dengan Fajar dan Cahaya .


Sosok tinggi dan besar bertelanjang dada dengan hanya memakai kolor berwarna ijo muncul di antara semak-semak.


Wajahnya yang beringas terlihat keheranan.


"Ada apa ini ?? bukannya pesta makan sate,kok malah ribut-ribut"Si kolor ijo menegur.


"Oh sayang... akhirnya kau datang,nih si pocong, ngatain aku suster cacat "Suster ngesot beringsut mendekati kolor ijo.


"Cih sayang... dasar pasangan me-sum"Si pocong mencebikkan bibirnya.


"Apa yang kamu katakan Cong?hah??"bentak si kolor ijo geram mendengar gerutuan si pocong yang kurang jelas.


"Aku nggak bilang apa-apa"Si pocong justru berbohong.


"Jangan kamu pikir aku tidak dengar apa yang kamu katakan barusan"


"Kalau dengar,,,kok masih nanynyak"


"Hah sepertinya kau sudah bosan lompat-lompat ya Cong"Kolor ijo melangkah penuh amarah,hingga bumi bergetar disebabkan derap langkah yang kuat.


"Rasakan kau"Umpat Suster ngesot.Si pocong panik,ia melompat kesana kesini ingin kabur.Namun selalu nya ia terbentur pepohonan.


Kolor ijo menangkap pocong, tangan nya secara ajaib berubah besar membuat si pocong berada dalam satu genggamannya saja.


"Kak... Gimana ini?"Fajar berbisik kecil. Cahaya meminta Fajar untuk tenang dan bersabar.


"Hey tunggu!!"Seru Cahaya lantang, menyebabkan kolor ijo menahan serangan nya yang ingin melumpuhkan si pocong.


"Lepaskan dia kolor ijo"Cahaya memberi perintah dengan nada tegas.


Kolor ijo mengernyitkan keningnya , sedangkan suster ngesot tertawa ngakak.


"Nak...diamlah, nanti kau yang di jadikan mangsa oleh kolor ijo"Sundel bolong memperingatkan.


"Ohya??"Cahaya berdiri berkacak pinggang, ia mengangkat satu tangan nya.Sesuatu melesat cepat dari dua arah dan disergap oleh tangan nya itu.


"Ini"Cahaya menyodorkan tangan yang baru saja terangkat.


"Apa itu ??"suster ngesot bertanya.


"Mata si pocong yang ku buang"


Semua terkejut, kolor ijo perlahan menurunkan tubuh si pocong.Tangannya juga berubah kembali menjadi ukuran seperti sedia kala.Ia mendekati Cahaya ,lalu mengambil benda di tangan.


Kolor ijo memperhatikan dengan seksama, rupanya benar.Itu adalah sepasang mata.


"Cong!!apa benar ini matamu?"


"Mana??"Si pocong melompat ke arah berlawanan,kolor ijo langsung menarik kain kafan si pocong agar berdiri di samping nya.


"Ini"


Pocong menerima pemberian kolor ijo,ia meraba lalu memasang bola mata itu.


"Yah benar ini mataku"Si Pocong kegirangan sekali.


KHEMMMMM


"Kau siapa?"kini semua mata menatap Cahaya dengan serius.Jelas bukan orang sembarangan yang bisa melakukan hal ini.


"Jawab dulu,siapa yang telah membunuh Sikin?"Cahaya menjawab dengan sebuah pertanyaan.


"Sikin??siapa dia?"tanya sundel bolong.


"Penjual sate sebelum nya"Cahaya menjawab.


"Yang jelas bukan kami"Pocong menyahut.


"Lalu siapa?"Cahaya kini menginterogasi makhluk-makhluk itu. Mereka saling berpandangan satu sama lain.


"Kau juga belum menjawab pertanyaan ku"balasnya.


"Jika ku tunjukan siapa diriku,maka harus ada yang mati di ujung pedang ku"


Kolor ijo mengernyit heran. Ancaman apaan ini!!!


"Hanya Lucy yang memiliki pedang yang bisa membunuh kami"Suster ngesot bersuara dengan dagu terangkat.


"Tapi ..ku dengar Lucy memiliki seorang anak angkat "Sambung Sundel bolong.


"Yah..aku juga dengar itu, Lucy sekarang sudah pensiun "Pocong menambahkan.Saat itu lah sorot mata suster ngesot jadi lain. Ia mencolek kolor ijo lalu membisikkan sesuatu. Kolor ijo manggut-manggut.


"Yang memakan pemuda penjual sate sebelum nya adalah iblis Merah,kami hanya makan sate gagak saja, itu pun kami beli dengan sejumlah uang "


"Apakah dia tumbal??"tanya Cahaya .


"Yah...sama seperti mu, nanti malam Jum'at Legi Iblis Merah akan keluar dan memakan kalian berdua.Itulah syarat untuk bisa menjadi kaya bagi orang yang menyuruh mu menjual sate kepada kami"


"Bisa kah aku menemui Iblis Merah malam ini,akan ku berikan sate-sate itu dengan gratis kepada kalian "Cahaya merayu dengan cara berbeda dari biasanya.


Para makhluk gaib itu saling bertukar pandangan,dan mereka kompak menggeleng.


"Kami lebih baik tidak makan sate dari pada kami yang disate"jawab suster ngesot.


Cahaya menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan.


"Dimana dia??"


"Biasanya dia sedang tidur setelah makan daging manusia"pocong menjawab.


"Dia akan bangun kalau sudah tiba malam Jumat legi mendatang"Sundel bolong menambahkan.


"Hemm baiklah...akan ku paksa dia keluar.."Cahaya menarik mundur beberapa langkah ke belakang.


"Fajar ... bersembunyi lah di tempat aman"


Fajar mengangguk patuh atas perintah Kakaknya,ia berlari mencari tempat persembunyian.


Sedangkan ke empat makhluk itu bingung apa yang akan dilakukan oleh gadis di depannya.


"IBLIS MERAH!!!BANGUUUUN!!"Cahaya menghentakkan kakinya ke atas tanah sebanyak tiga kali.Ajaib,bumi berguncang hebat seolah-olah akan terbelah.Makhluk-makhluk gaib itu panik,mereka lari tunggang langgang.


Pocong melompat cepat menjauh, perasaan nya tak nyaman.Sepertinya akan terjadi perang hebat.


Sundel bolong melayang jauh, sedang kan suster ngesot di panggul oleh kolor ijo kabur dari tempat itu.


Sekali lagi Cahaya menginjak bumi tiga kali, goncangan terjadi lagi.Kini lebih dahsyat dari sebelumnya.


Benar saja,semburat kemerahan muncul berjalan mendekat.Bentuknya tinggi besar dan bertanduk.


Saat makhluk itu tiba di depan Cahaya ,ia memperhatikan si gadis kecil berdiri dengan kedua tangan terpacak di pinggang.


"Kau kah yang menggangu tidur ku??"Seru si Iblis Merah geram.


"Iya!! Kenapa ??"


"Lancang sekali kau"Iblis merah mengangkat tangan nya dan mendaratkan tepat di atas Cahaya .Namun usahanya gagal untuk menepuk tubuh Cahaya yang disepelekan oleh iblis merah.


Sesuatu mendorongnya dari bawah, Iblis merah terpaksa menarik kembali tangannya.Ia kaget karena Cahaya sendiri yang menahan pukulan nya menggunakan satu jari telunjuk.


KUAT JUGA DIA...pikir Iblis merah.Namun Iblis merah tak putus asa,ia ingin menyergap Cahaya dengan tangan besar nya.Di luar dugaan,Cahaya justru melesat terbang menghinggapi hidung Iblis merah.Ia melayang kan tinjunya tepat di hidung si Iblis.Alhasil,si Iblis merah sempoyongan ambruk ke tanah.


Kolor ijo,suster ngesot, pocong, sundel bolong yang mengintip dari kejauhan.Terbelalak melihat iblis yang mereka geruni jatuh hanya dengan satu kepalan tinju saja.


"Aduh... hidung ku patah"iblis merah meringis kesakitan.


"Mau aku tanggalkan hidung mu sekalian,hah!!!"Gertak Cahaya lantang.


"Tidak...tidak...ampun... ampuni saya,saya janji akan melakukan apapun untuk anda.Saya berjanji!!"Iblis merah menyerah,ia kini sadar siapa lawannya itu.